Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Sasuke cemberut karena respon Naruto hanya bibir yang terbuka lebar sambil berkata 'hah'.
Dia turun dari pangkuan Naruto, kepalang kesal, lalu berjalan ke kamar dengan langkah kaki yang menghentak-hentak. Naruto masih melongo. Hingga dia tersentak saat--
BRAK!!
Terdengar suara pintu yang dibanting begitu keras, buru-buru si pirang menyusul kucing kecilnya. Sambil dalam hati bertanya-tanya pada dirinya sendiri tentang apa yang terjadi.
Bukannya tadi Sasuke baru bertanya tentang ada tomat atau tidak, ingin membeli takoyaki, dan ingin memakan dango? Dan kenapa sekarang malah membanting pintu?
Naruto terdiam di ambang pintu, dia memperhatikan si submissive. Sasuke sedang duduk di atas ranjang, nampak menggerutu dan matanya berkaca-kaca, sementara pipinya juga semakin memerah, sepertinya karena marah.
Naruto kembali mengingat ucapan Sakura.
"Nar, orang yang hamil itu emosinya memang cenderung berubah-ubah, ada yang sisi cengengnya muncul, ada yang tadinya lemah lembut jadi pemarah, dan permintaannya terkadang cukup aneh, jadi kau harus memahaminya. Itu hal biasa untuk para orang hamil."
Naruto mendekat perlahan, lantas duduk di samping Sasuke, "Sasu, sayang, maafkan aku, hmm. Ayo kita cari yang kamu inginkan. Jangan menangis," ucapnya seraya menyeka air mata Sasuke dengan menggunakan ibu jari.
Diminta jangan menangis, genangan air yang telah menumpuk itu justru meluncur tanpa hambatan, hingga terbentuk aliran anak sungai di masing-masing sisi wajah cantik tersebut, yang lalu diusap lembut oleh si lelaki berambut pirang.
"Sasu," panggil nya lagi.
"Ck, tidak mood!" Sasuke berseru lirih, "kau menyebalkan! Aku hanya mau makan dango! Kenapa tidak boleh?! Sekarang sudah tidak mau lagi!!"
"Baiklah baik, maafkan aku, jangan menangis, oke?"
"Air matanya tidak bisa berhenti, dia keluar sendiri~" Sasuke merengek, bukannya berhenti, lelehan air mata itu malah semakin banyak. Kenapa Naruto harus berkata seperti itu, sih?!
Naruto terkekeh, betulan lelaki ini adalah mantan nuke-nin dunia Shinobi yang dulu penuh dendam? Lucu sekali, bukan.
"Air mata mu nakal berarti, Sasu," goda Naruto dengan kekehan renyah nya.
Sasuke mendelik, apa-apaan itu?! Memang ada air mata nakal?!
"Memang kau kira air mata ku suka bermain kesana-kemari sampai kau bilang nakal, hah?!"
"Hahaha, bukan begitu maksudku," Naruto tertawa terbahak-bahak, perkataan Sasuke terdengar sangat lucu di telinga nya.
Sasuke menarik napas dari mulut lalu menghembuskan perlahan, air matanya juga mulai berhenti mengalir. Tapi masih tetap menggenang di sepanjang pinggiran kelopak nya. Hingga dia tiba-tiba teringat kelakuan Naruto yang membuat dia keluar dari kamar.
Matanya mengerjap pelan. Pikiran nya kembali jelek.
"Kemarilah," ungkap Naruto dengan satu tangan terbentang, menarik bahu Sasuke hingga bersandar di pundaknya sendiri.
Sasuke bersandar nyaman, dia mendongak bersamaan dengan Naruto yang menunduk. Keduanya saling bertatapan sekilas, disusul kecupan lembut pada pucuk hidung dan kelopak mata si raven saat Naruto mendapati kerisauan, keresahan dan ketakutan di mata lelaki itu.
"Ada apa, sayang?" Naruto bertanya bingung. Kenapa dengan Sasuke? Tatapan berkaca-kaca nya terlihat menyedihkan.
Sasuke menggeleng.
"Hei, ceritakan padaku, hmm. Jangan memendam kerisauan mu sendiri. Kamu punya aku, Sasu."
Sekali lagi Sasuke menggelengkan kepala, dan kali ini sambil menggigit bibir.
"Sasu, kamu--"
"Kau suka dengan yang lain?" Sasuke bertanya cepat, memotong ucapan Naruto yang tak selesai.
"Hmm? Kenapa bertanya begitu? Tentu saja itu tidak mungkin," seru Naruto semakin bingung.
"Ta--tapi-- tapi kau, menolak ku," cicitnya lirih.
Naruto diam sejenak, memikirkan maksud ucapan Sasuke. Dia menolak Sasuke? Tapi kapan?? Ah, dia tiba-tiba menebak kalau itu berkaitan dengan kejadian tadi pagi.
"Kalau itu yang kamu maksud, kamu salah paham, sayang," Naruto menenangkan begitu ingat Sasuke memang nampak marah tadi pagi.
Sasuke yang sebelumnya duduk di sampingnya, Naruto pindahkan ke atas pangkuan, "aku bukan menolakmu, Sasu. Aku hanya menahan diri."
"Ta--tapi--"
"Hey, di sini," Naruto menggenggam pergelangan tangan Sasuke, lalu membawa nya ke perut rata lelaki itu, "kamu tau kan, kalau di sini ada calon bayi kita, ingat."
Sasuke mengangguk pelan. Tapi, apa hubungan nya?
"Dengar kan aku. Kecebong kecil di sini, belum kuat untuk ku datangi. Kamu mengerti, kan? Bukan karena aku menolak mu."
Bibir Sasuke mencebik, tapi dia akhirnya mengangguk mengerti. Dia menjatuhkan wajahnya di dada Naruto lalu berbisik, "Naru, mau wasabi."
"Wasabi? Kamu ingin makan wasabi?"
"Tidak. Bukan aku, tapi kamu yang makan."
"A--apa?? A--ku??"
"Iya, kamu tidak mau??" Onyx Sasuke kembali tergenang karena Naruto sepertinya menolak keinginan nya.
"Ti--tidak, kok. Aku mau, hehe," Naruto nyengir garing. Di tidak suka wasabi yang rasanya pedas itu!! Tapi demi si ayang, apa boleh buat??
Sementara dalam pikirannya, Kurama terbahak. Haha, masa-masa sulit Naruto akan segera terlaksana.
#........#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
