Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#................#
Masih dengan mata berkaca-kacanya, Sasuke mencebik karena wajah suaminya nampak membuat kesal.
"Kau menyebalkan!"
"Istirahat, sayang. Kamu--"
"Aku tidak dengar!" sahutnya ketus, membalas perkataan Naruto tadi dengan wajah merengut.
Naruto hanya menggelengkan kepala, mengecup kedua mata berair Sasuke. Tangannya masuk ke dalam lipatan baju si raven, mengelus dada suami kecilnya lembut agar lelaki itu mudah tertidur.
Sebenarnya alasan Sasuke kelelahan bukan hanya karena kesibukannya di dapur, tapi juga karena semalam dia tidak tidur sedikit pun disebabkan demam. Dan pagi-pagi bukannya istirahat, Uchiha terakhir itu malah memaksa ingin masak dan melakukan beberapa pekerjaan.
"Naru~"
"Yaa sayang, kenapa?"
"Telentang coba," ingin Sasuke.
Tanpa bertanya, Naruto berganti posisi jadi terlentang. Lantas Sasuke naik ke atas badannya, berbaring di sana dengan posisi telinga di dada Naruto, sibuk mendengarkan detak jantung yang menjadi alunan melodi indah di pendengarannya.
Naruto menarik selimut perlahan hingga mencapai pundak si Raven, "tidurlah, Sasu," bisiknya.
Baru saja Sasuke hampir terpejam--
"Yoo boss!!"
Si Raven tersentak pelan karena teriakan membahana Bunshin pirang yang datang sambil menendang pintu kamar, matanya kembali terbuka lebar.
"Oh, gomen gomen, aku tidak tau kalau Sasuke hampir tidur," ringisnya merasa bersalah.
"Ada apa?" tanya Naruto kesal, menatap kloningnya tajam.
"Hoy! Tidak perlu menatapku begitu!" protes nya ikut kesal, "aku hanya membawakan susu," buru-buru ia letakkan gelas yang sejak tadi dibawa nya ke atas nakas, lalu segera hilang dalam kepulan asap.
"Sasu, mau minum susu dulu?"
"Heung? Mau, tapi malas bangun," rengek nya.
Mendengar rengekan Sasuke yang malas bangun, Naruto beranjak duduk perlahan hingga submissive nya ikut terduduk, "nah, ayo minum dulu," pintanya sambil menyodorkan bibir gelas di mulut si surai raven.
Menurut, Sasuke meminumnya pelan-pelan hingga tersisa sedikit.
"Masih pusing?"
"Hng, masih. Sudah Naru, habiskan olehmu."
Naruto menurut saja. Yah, walaupun dia tidak terlalu suka dengan rasa nya yang agak hambar. Begitu habis, gelas itu Naruto letakkan kembali di atas nakas.
Sebelum dia kembali berbaring, Sasuke malah memintanya untuk tetap dalam posisi tersebut. Katanya lebih nyaman.
"Naru, usap-usap perut~"
Tanpa dipinta dua kali, dia mengelus lembut perut si Uzumaki berdarah Uchiha.
"Hngg, nyaman," lirihnya dengan mata sayu, kembali terpejam.
"Tidurlah, sayang," bisik Naruto.
Ungkapan singkat yang selalu bisa mengirim Sasuke ke alam mimpi.
~~
Ayo kita lihat keadaan ketsueki Bunshin Naruto.
Pemuda pirang itu sedang bersama para nelayan. Dia ikut menumpang karena kebetulan, tempat yang dia dan si nelayan tuju berdekatan.
Ngomong-ngomong, dia baru selesai mengambil mutiara hitam dari tiram dalam laut, cukup banyak yang dia dapatkan.
"Hmm, ini tidak akan terpakai semua, terlalu banyak sepertinya ya," gumamnya dalam hati dan mengeluarkan sepuluh butir mutiara hitam dari tempatnya, "baiklah."
"Os-san," panggilnya.
"Hoi, ada apa, Gaki?"
Si nelayan tua berambut uban yang sedang mengayuh perahu di bagian depan, karena Naruto yang mengayuh di bagian belakang, menoleh pada bocah pirang yang ikut bersamanya ke daratan.
"Ini," ia sodorkan tangannya.
Pak tua itu mengernyit heran.
"Kenapa? Bukannya mutiara itu untuk membuat perhiasan istrimu?"
"Hehe, aku mengambil nya terlalu banyak, tolong diambil."
"Tidak tidak, kau yang mencarinya dengan susah payah, kenapa memberikan itu padaku?"
Berkali-kali keduanya saling tolak ulur, hingga akhirnya karena ke-keras kepalaan si bocah pirang, nelayan tua tersebut terpaksa menerima dan mengucapkan terima kasih. Naruto hanya berkata, anggap saja itu ongkos.
Sebenarnya Naruto sempat kesulitan mencari benda bulat kecil yang memiliki harga jual tinggi tersebut. Pasalnya, dia harus menyelam cukup dalam hingga mencapai dasar. Tapi dia juga puas dengan hasilnya. Mutiara yang dia dapatkan adalah salah satu mutiara yang tingkat kehadiran nya cukup rendah, jadi memang agak sulit untuk dicari.
Si pirang butuh waktu hampir sembilan hari untuk mendapatkan tiga benda yang dia cari, karena benda-benda tersebut berada di posisi yang berjauhan di beberapa tempat.
Dan sekarang dia tinggal pergi ke desa Kiri, kira-kira butuh waktu sekitar tiga hari dari posisi terakhirnya. Sesampainya di sana, dia segera melapor. Tadinya sih mau langsung pergi ke tempat penempa perhiasan yang dia tuju, tapi ternyata kedatangannya yang terdengar Mizukage menyebabkan dia dipanggil ke gedung pemerintahan. Tidak banyak yang mereka bicarakan, tapi butuh waktu hampir dua jam untuk dia terbebas. Karena setelah selesai dengan Mizukage, beberapa nin-Kiri menyapa si pahlawan dunia Shinobi begitu dia bebas dari kage wanita Kiri bermarga Terumi itu.
Dia buru-buru pergi ke tujuannya, beberapa kali tawar-menawar juga. Dia akhirnya bisa menempa perhiasan untuk Sasuke setelah pembicaraan yang cukup alot.
Segera saja si pirang sibuk dengan ketelitian dan kesabaran yang tidak sering dia keluarkan di hadapan orang lain.
#......#
Heheheeeeee..
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
