54. Sasuke's angry

2.8K 193 17
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Naruto sendiri sama saja, dia terlalu rindu padahal hanya tiga hari tak bertemu. Rasanya seperti telah berpisah bertahun-tahun. Lebay emang😒.

Dan satu lagi, dia tidak nafsu makan sejak kemarin, bahkan dia hanya memakan dango, itupun sore hari lalu hanya satu tusuk.

Naruto yang sedang melamun memikirkan si calon bayi tiba-tiba kegelian, ternyata itu adalah Sasuke yang jari-jari tangannya sibuk bergerilya di dada Naruto, melukis abstrak di sana.

"Ada apa, sayang? Ada yang kamu inginkan?" tanya Naruto sedikit heran, jarang-jarang Sasuke bersikap seperti ini, tapi dia sangat menyukainya.

Tidak ada jawaban. Lelaki hamil muda tersebut masih sibuk sendiri tanpa merasa harus repot menjawab pertanyaan Naruto.

Oh sial. Masalahnya tangan Sasuke tidak berhenti di sana saja, sekarang malah merambat ke bawah hingga terus ke area privasinya. Sasuke benar-benar minta dilahap??

Dan apalagi ini?

Si Bunshin nya yang tadi bersama Sakura seperti nya sudah hilang, sebab memorinya kini mendadak terkirim pada Naruto. Dan salah satu dari sekian pemberitahuan nya adalah, mereka berdua jangan dulu bercinta.

Yah, sial sekali dirinya ini. Padahal dia sudah tegang, malah tidak boleh. Tapi kalau icip-icip sedikit saja, tidak apa-apa, kan? Lagian Sasuke juga yang merangsangnya.

'Tidak tidak!! Sakura bilang hal itu baru boleh dilakukan lagi kalau sudah sekitar empat bulan, sekarang ini calon bayi kami masih rentan.' batin Naruto nelangsa. Bagaimana pun juga, si kecebong kecil sekarang tidak sekuat itu.

Jadi dia menahan tangan Sasuke yang sibuk sendiri dibawa sana. Kalau keterusan bahaya! Sebab Sasuke lumayan binal setelah rasa takutnya hilang.

Mencium bibir Sasuke singkat, lalu ia segera bangkit terburu dan pergi ke kamar mandi di kamar sebelah. Ada yang harus dia selesaikan.

Sasuke cemberut, kenapa Naruto malah pergi? Dia kan--

Tak terasa matanya berkaca-kaca, mungkin karena faktor hormon hamil, Sasuke jadi berpikir macam-macam. Jangan-jangan Naruto tidak mau padanya lagi? Jangan-jangan Naruto sudah bertemu orang lain yang lebih baik darinya? Jangan-jangan Naruto berselingkuh? Jangan-jangan Naruto akan meninggalkannya? Jangan-jangan--

Pemikiran nya penuh dengan hal negatif. Dan kata jangan-jangan selalu terputar. Sasuke menarik selimut, dia menyembunyikan seluruh tubuhnya hingga tak terlihat karena dibalut selimut tebal.

Nah, Naruto, hayo loh ..

Dua puluh menit kemudian, Naruto kembali ke kamarnya, yang telah menjadi kamar mereka berdua cukup lama. Dia bertelanjang dada dengan handuk yang di gunakan untuk mengeringkan rambut basah.

Keningnya berkerut saat mendapati Sasuke bersembunyi di dalam gumpalan selimut. Dia mendekat, lalu menarik pelan selimut tersebut.

"Hey, sayang. Kenapa? Jangan menyembunyikan wajah mu seperti itu, nanti kamu bisa sesak."

Sasuke yang memang tidak menahan selimut nya karena dia malah memeluk dirinya sendiri dengan kedua tangan, wajahnya yang agak basah terlihat, meskipun tak ada suara yang dia perdengarkan. Hanya aliran air mata saja yang nampak.

"Hey, kenapa menangis, Sasu? Ada apa? Apa ada yang sakit? Ada yang kamu rasakan? Coba bilang padaku," tanya Naruto beruntun, khawatir sebab wajah Sasuke yang sembab membuat nya tak nyaman.

"Ada apa sebenarnya?" tanya Naruto lagi

Dia menyingkirkan air mata Sasuke, lalu meraih pria emo itu ke pelukan, "Sasu, ayolah jawab aku."

Sasuke tetap tak bergeming, tidak mau menjawab. Dia malah mengusap kasar kelopak matanya, lalu menjaga jarak dari Naruto.

Naruto menyerah saat melihat Sasuke seperti itu.

Dia tidak mau memaksa yang nantinya justru akan berujung Sasuke lebih marah lagi padanya, biarkan amarah dan kekesalan lelaki hamil muda itu surut lebih dulu. Jadi Naruto hanya menggenggam sebelah tangan Sasuke dengan lembut sambil sesekali memijatnya pelan, agar si Raven rileks.

"Sebenarnya kamu kenapa, Sasu? Aku ada salah? Coba katakan padaku," ujar Naruto lembut saat Sasuke telah lebih tenang.

Tapi tetap saja submissive manis nan tampan itu tidak menjawab, justru hendak kembali menjauh dari Naruto dengan cara bangkit dan akan pergi.

Naruto yang sejak tadi bersabar mulai kesal, tapi batinnya berteriak agar dia menahan kekesalan nya. Tahan, tahan, jangan sampai emosinya keluar. Dia hanya ingin tau apa salahnya, hingga si Raven tiba-tiba bertingkah seperti itu. Hey, dia bukan orang yang peka, ya. Dan kalau Sasuke tidak memberi tau apa yang salah padanya, bagaimana dia bisa mengetahui nya? Naruto jelas bukan cenayang ataupun orang yang punya indra keenam.

"Sasu," panggil nya lagi.

"Diam kau!" sentak Sasuke, lantas ia segera pergi dari kamar.

Naruto mengerang.

Dia ingin menyusul suami berambut hitam nya, tapi juga tidak mau lelaki itu semakin marah. Hmm, mungkin Sasuke begitu karena hormon bayi, jadi kelihatannya tidak suka pada Naruto.

Di sisi Kurama, dia mendengus karena kebodohan inangnya yang kadang terlalu tidak peka, hingga tak sadar kalau Sasuke sebenarnya marah karena tadi ditinggalkan.

#........#

Eheeeeeheeeeeheee..

Gomen baru update 🙏🏻😫

Lin baru sembuh nih, dari beberapa hari kemaren demam, jadi gak update deh 😫

Vote and comment please 💗

Ngomong-ngomong, Sasuke's part sick masih ada yah ..

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang