Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
"Hoi, jangan asal loncat kenapa?!" seru Naruto kesal. Kalau tidak ingat sedang memeluk Sasuke, akan dia jitak rubah menjengkelkan itu.
Untung sayang, kalau tidak pasti sudah dia korbankan makhluk berekor sembilan itu pada si Tanuki.
"Suka-suka Kurama-sama yang agung inilah!" ketus Kurama, mulai memakan satu apelnya.
"Yaaa!! Apel memang enak!" seru nya antusias.
"Dari mana nya kau Kurama-sama yang agung, Kura-chan boncel?" Sasuke bertanya, alisnya terangkat, "bentuk mirip boneka begitu."
Raut Kurama berubah sebal, "siapa yang kau panggil boncel, tuan Putri?!"
Sekarang Sasuke melotot. Apa-apaan panggilan itu?!
Segera Sasuke bergerak cepat ke arah Kurama, berniat membejek si rubah jelek sampai berubah jadi rempeyek. Tapi si rubah dengan gesit menghindar, kabur dari atas kepala si jinchuuriki pirang.
Tanpa melepaskan apel-chan nya, Kurama berlari ke bagian lain dari halaman luas tersebut. Sasuke yang kepalang kesal pada panggilan 'tuan putri' dari si rubah, ikut berlari mengejar Kyuubi no Youko tersebut, yang walaupun agak kesulitan karena apel-chan nya hampir terlepas dari salah satu ekor, tetap bisa berlari cepat menghindari kejaran suami kecil si jinchuuriki.
"Sasu, jangan lari-lari!!" seru Naruto, dia sudah akan ikut berdiri, hendak menyusul suami kecilnya yang berlarian.
"Diam di situ kau!! Mau ku cincang rubah jelek mu itu!!" Sasuke ikut berseru, masih terus mencoba menangkap Kurama yang berada lima langkah lebar di depannya.
Hampir saja kena, Kurama malah mengelak ke samping.
Naruto hanya geleng-geleng kepala. Inginnya sih, dia menghentikan langkah cepat Sasuke. Tapi dia juga tidak mau lelaki manis itu ngambek.
Diam-diam Kurama terkekeh, emosi orang hamil memang gampang sekali di provokasi, dan bisa dengan mudah menjungkir balikkan dunia. Tapi seru juga main kejar-kejaran seperti ini. Huahaha.
Tidak mau tertangkap oleh pria hamil yang ganas mengejar nya karena dipanggil tuan putri, Kurama yang memang jalur pelariannya telah kembali ke arah pohon apel bersalto langsung ke dahan yang cukup tinggi. Oh, sejak tadi mulutnya tak juga berhenti mengunyah buah apel yang dia ambil dari pelukannya.
"Kemari kau!!" teriak Sasuke dengan mata melotot tajam.
"Idih, ogah. Siapa juga yang mau jadi adonan kue di tanganmu, tuan putri?"
"Naruto~" Sasuke merengek emosi. Wajahnya merah, nafasnya ngos-ngosan.
Si Uzumaki tanpa hubungan darah itu baru merasakan kelelahan karena mengejar rubah berekor sembilan yang sangat menjengkelkan.
Naruto terkekeh pelan. Dia yang memang sudah berdiri sejak tadi, merangkul Sasuke dan membawanya agar kembali duduk. Pelan-pelan dia membersihkan keringat di wajah dan leher Sasuke dengan sapu tangan yang diambil dari segel penyimpanan.
"Nanti ku pukul mukanya untukmu, sayang."
"Heum, bagus kalau begitu."
Angin bertiup lembut, daun-daun pohon melambai anggun, perpaduan menyenangkan sehingga tempat di bawah pohon terasa sangat sejuk.
"Kamu lelah?"
Sasuke hanya mengangguk, berlarian mengejar si rubah yang membuat jengkel itu memang melelahkan. Dia baringkan kepalanya di pangkuan Naruto, wajahnya menghadap ke perut si suami. Elusan-elusan lembut dari Naruto menghantarkan Sasuke dengan cepat ke alam mimpi. Sungguh, dia sangat lelah.
Naruto tersenyum kecil karena telinganya mendengar helaan napas teratur diiringi dengkuran kecil dari lelaki kesayangannya. Sebuah kecupan lembut ia sematkan ke kening si surai raven.
"Tidur nyenyak, Sasu," bisiknya lirih.
Kurama yang merasa sudah bebas dari kejaran Pakmil satu itu, kembali turun. Bisa terlihat tinggal empat ekor yang menggenggam buah-buahan. Sisanya sudah habis, masuk ke dalam muncung si rubah.
Lagi, dia mendarat di kepala Naruto. Si pirang mengangkat tangannya, dan Kurama tidak menghindar karena memang terbiasa dengan usapan sebagai afeksi si pirang pada tubuh mungilnya.
"Waddaaaw!!" Kurama menjerit, bukannya dielus, telinganya malah dipelintir sampai dia kira hampir putus, "oi?!"
"Balasan dariku karena kau membuat Sasuke lari-lari dan kelelahan!"
Sebelum Kurama protes, Naruto lebih dulu bicara. Dia terkekeh geli saat mendapati raut jengkel Kurama yang kini berada tepat di depan wajahnya, karena si rubah menjungkirbalikkan kepala nya sehingga mereka berdua bisa bertatap mata tanpa makhluk chakra itu perlu turun dari kepala si jinchuuriki.
"Cih, sialan kau, Gaki!! Kukira mau diusap-usap!!" Kurama menggerutu, mata nya yang memang sipit semakin menyipit.
"Oh, yaaah, siapa juga yang akan mengusap mu? Aku hanya ingin membalas kekesalan Sasuke," Naruto mengedikkan bahu sekilas.
"Cih, dasar bucin."
Lagi lagi Naruto hanya tertawa. Menggoda rubah mungil itu memang sangat menyenangkan. Mukanya yang sebal dan marah itu nampak begitu menggemaskan, apalagi dengan ekor yang menggantung dibelakang pantatnya.
Beda lagi kalau menggoda si rubah saat di ukuran sebenarnya. Bukannya gemas, malah ingin memukul kepalanya.
Setelah yakin kalau Sasuke telah terlelap, apalagi lelaki itu memang lelah disebabkan acara pengejaran, Naruto menggendongnya dengan hati-hati ke gendongan ala pengantin, membawa submissive manisnya kembali ke tempat tidur, agar bisa berbaring dengan lebih baik.
#......#
Vote and comment please 💗
Gomen 😶, kemaren Lin sibuk di rl
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
