30. I'm sorry, Sasuke ²

3.7K 237 9
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Sasuke, rasanya belum bisa memaafkan lelaki itu karena rasa sakit yang dia terima. Namun melihat Naruto ada di posisi sekarang ini, Sasuke juga tak kuasa. dia justru kalut saat Naruto kembali hilang dari pandangannya. Rasa cintanya yang tak pernah ia ucapkan membuat dia tak tega. Sasuke bisa apa?

Kepalanya tertoleh, manik legam indah itu memandang Naruto intens. Wajah si pirang tak bisa ia lihat, karena manusia pecinta ramen yang sedang tertidur itu menelungkupkan wajahnya ke arah berlawanan.

Jemari besar kasar nan hangat itu, ia lepas perlahan dari genggaman, membuat kehangatan yang sejak tadi melingkupi telapak tangan Sasuke yang ternyata bisa ditutup sempurna oleh tangan berkulit Tan milik Naruto menghilang secara perlahan. Lantas ia turun, ikut duduk di lantai tanpa bersuara.

Jari-jari lentik Sasuke yang tak lagi dingin, menyusuri rambut jabrik Naruto perlahan. Helaian pirang keemasan tersebut terasa begitu lembut di tangan, padahal Sasuke kira akan keras dan kasar.

'Naruto, aku mungkin belum bisa memaafkan mu. Tapi aku juga naif. Aku hanya orang bodoh yang ingin bertahan dalam sesuatu yang menjadi satu-satunya miliknya. Meski kau tidak tau, aku telah mencintaimu sejak lama. Aku mungkin akan berusaha memahami kondisimu. Tolong, jangan kecewakan aku lagi,' batinnya, berbisik tanpa suara.

Kilas balik kejadian hari itu terulang di pikirannya, namun ikut bertumpang tindih pula dengan perjuangan Naruto untuknya, bagaimana si lelaki berkumis kucing terus-terusan membela dan memohon agar dirinya mendapat ampunan. Hingga kelopak mata itu mulai menyayu, kembali tertutup tanpa ia sadari, menyembunyikan iris kehitaman yang seindah jelaga malam.

Kening Naruto berkerut, matanya mengerjap. Saat dia akhirnya bangun, pandangannya langsung tertuju ke atas ranjang, dan dia bisa melihat jelas kalau tak ada Sasuke diatas ranjang sana.

Dimana Sasuke?? Pantas saja tangan dingin yang ia genggam tak terasa lagi.

Si pirang sudah akan bangkit dari posisinya yang semula duduk, namun gerakannya terhenti di saat menyadari kala kehadiran orang yang dia cari. Lelaki pemilik satu mata Rinnegan yang selalu ditutupi dengan helaian rambut tersebut ternyata ada di sampingnya, dengan kepala tertunduk dan mata terpejam.

Naruto tersenyum tipis. Dia lantas merangkul Sasuke dengan lembut, tidak ingin bertindak berlebihan yang bisa membangunkan lelaki berwajah rupawan itu. Rambut legam Sasuke ia cium pelan, aroma vanilla mengudara di indra penciumannya.

"Maafkan aku, Sasuke,"

"Berhenti minta maaf. Aku lelah mendengar nya."

Suara datar nan mencekam terdengar di telinga si pemilik rubah raksasa.

"Sasu."

Manik biru kembar Naruto bertemu tatap dengan iris gelap Sasuke, Naruto bisa tahu kalau Sasuke berusaha mempertahankan tatapan, sebab terlihat jelas bahwa bola mata itu beberapa kali hendak meliar.

"A--ku, aku belum bisa memaafkan mu, Naruto. Ta--tapi--"

"Shut, jangan dilanjut," ucap Naruto memotong perkataan Sasuke.

Ibu jari si pirang menyentuh pelan sudut bibir Sasuke, "jangan dilanjut, Sasu, itu menyakitimu."

"Dengarkan aku, kamu tidak perlu memaafkan ku. Aku tahu kalau kesalahanku padamu amat sangat besar, itu bukan hal mudah untukmu, aku mengerti. Dan wajar kalau kamu belum memaafkan ku, Sasu. Hanya saja, aku tidak akan berhenti meminta maaf padamu. Biarkan itu menjadi tanda untukku, agar aku tidak lagi menyia-nyiakan orang seberharga dirimu. Agar aku akan terus mengingat kelakuan brengsek ku saat aku sadar telah mencintaimu. Agar saat aku akan menyakitimu lagi suatu hari nanti, ketangguhanmu saat ini untuk tetap bertahan semoga mampu mencegahnya. Tapi aku tidak pernah berharap itu akan terjadi lagi."

Naruto berucap panjang lebar sambil tangannya bergerak mengusak surai kehitaman Sasuke, yang sempat membuat Sasuke menegang meski tidak lama.

"Kau-- kau apa?!" tanya Sasuke terbata.

Apa pendengaran nya bermasalah?! Bukannya Naruto mencintai si lelaki Hyuuga itu?! Begitu kan, yang dia tulis di balik foto? Bagaimana mungkin Naruto bisa mencintai nya saat si pirang jelas-jelas menguraikan kalau kehadiran Sasuke disisinya adalah karena terpaksa?!

"Aku, mencintaimu, Sasuke."

Pengulangan kata dari Naruto membuat Sasuke terdiam membeku. Katakan padanya kalau dia salah dengar?

"Sungguh, maafkan aku. Maaf karena aku baru menyadarinya."

"Na--naru??" Sasuke menatap tak percaya.

"Maaf, Sasu. Maaf. Maaf karena aku, kamu harus mengalami hal buruk padahal kewajiban ku adalah menjaga mu. Maaf karena aku membuatmu merasa jadi bayang-bayang dari Neji. Tapi tidak, kamu bukan bayang-bayang. Kamu dan dia jelas berbeda. Maafkan aku."

Jemari Naruto menggenggam tangan Sasuke erat namun lembut. Sementara Sasuke sendiri mencoba mengatur nafasnya. Perkataan itu jelas tak pernah ia kira akan terucap.

Bukankah jelas-jelas Naruto masih mencintai sosok kekasihnya yang pertama??

Tapi, perkataan Naruto juga menimbulkan setitik rasa senang dalam pikirannya.

Naruto juga mencintainya.

Dia--

Dia tidak lagi mencinta sendirian.

Ada kelenjar bahagia saat Sasuke mengetahui bahwa rasa cinta terpendamnya kini berbalas.

Tapi bagaimana dengan rasa takut nya??

#........#

Vote and comment please 💗

Btw, kenawhy kalo mau nulis wp tuh Lin susah banget masuknya?! Loading aja hampir bermenit-menit, cavek nunggu HUEEEEE 😭

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang