03. That's what I choose!

3.4K 269 18
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….# 

"Jika kau memilih untuk menikahi nya, maka dia bebas dalam tanggungan mu. Tapi jika kau menolak, para dewan akan menggunakan tiga cara lain, yang pasti akan berakhir kematian untuk nya."

"Keputusan akhir nya ada di tangan mu, Naruto," Kakashi menatap Naruto dengan tatapan bersalah.

Bagaimana pun juga, lelaki bergelar Copy-nin itu ingin menyelamatkan Sasuke, sama seperti Naruto. Tapi dia terkekang. Walaupun Kakashi kini adalah Hokage, pengaruh dewan dan tetua masih sangat mempengaruhi hukum Konoha.

Naruto mengacak rambut nya frustasi. Apa yang harus dia lakukan sekarang?! Dia tidak bisa! Menikah, bukan dengan sang kekasih, dia tidak bisa!!

Haruskah dia kehilangan sahabat nya, lagi?! Kehilangan lagi?!

'Neji, apa yang harus ku lakukan?? Andai kau ada bersama ku disini,' dia membatin risau.

Para anggota dewan desa kini menatap Naruto secara bersamaan, ingin tau apa pilihan sang penyelamat dunia Shinobi itu untuk rekan yang selalu dia cari mati-matian.

Shikamaru terlihat menatap Naruto dengan pandangan tak terbaca, apa kira nya yang akan dipilih Naruto? Meskipun jujur saja, dia memang tidak terlalu menyukai Uchiha Sasuke dalam artian sebenarnya, karena baginya Sasuke memang banyak menimbulkan masalah, apalagi untuk si pemuda pirang yang telah dia anggap adiknya sendiri. Tapi dia menyadari seberapa besar perjuangan Naruto untuk membawa Sasuke kembali ke desa.

Kakashi juga menatap Naruto dengan pandangan sendu. Andai dia bisa berbuat banyak untuk kedua muridnya yang selalu mendapatkan masalah besar itu, pasti akan dia lakukan walaupun dirinya yang menjadi korban. Tapi dia juga tak bisa berbuat apapun.

Seorang tetua nampak memberikan sebuah senyum miring yang tak diketahui siapapun, sambil membatin bahwa apapun pilihan pemuda pirang tersebut, si Uchiha itu tetap akan mati.

Naruto memejamkan mata nya kuat-kuat, kedua tangan nya terkepal di samping badan, otaknya berusaha berfikir keras tentang apa yang harus dia pilih. Di saat itulah, sosok pemuda pemilik rambut cokelat panjang itu hadir dalam bayangan nya. Memberi nya sebuah senyum yakin, memberi nya sebuah kekuatan, memberi nya sebuah kepastian. Mengucap sebuah kalimat tentang dia yang telah pergi tak kan kembali, namun dia yang masih ada masih mampu digapai.

Dalam bayangan nya, Naruto menggeleng hebat. Bagaimana bisa dia mengkhianati lelaki yang amat dia kasihi itu??! Bagaimana bisa janji nya untuk menikah dengan pemuda itu malah berganti dengan pernikahan bersama orang lain?! Hati nya masih milik Neji, tak peduli sejauh apapun jarak mereka kini. Dan dia tidak bisa menikah dengan seseorang yang bukan Neji.

Jelas terlihat di benak nya, bayangan sang kekasih tertawa pelan. Berkata bahwa lambat laun, Naruto harus melupakan nya. Bahwa Naruto harus tetap hidup damai walau tanpa dirinya. Dan bagaimana dia membiarkan sahabat yang telah dikejar nya sejak dulu mati karena hukuman?!

Tapi bagaimana dia bisa hidup damai dengan cara menikahi orang lain?!

'TAPI BUKAN DENGAN CARA MENIKAH DENGAN NYA, NEJI!! BAGAIMANA DENGAN MU!?'

'Aku sudah mati, Naruto. Hidup ku sudah berhenti. Tapi hidup mu masih terus berjalan. Apa kau mampu mengorbankan kehidupan seseorang untuk orang mati yang tidak bisa bangkit dari kubur seperti ku?'

'Pikirkan lah itu. Kau mencintai ku, aku pun teramat mencintai mu. Andai aku masih ada di dunia yang sama dengan mu, aku tak kan pernah membiarkan orang lain merebut mu dariku, bahkan walaupun itu orang yang kau kejar sejak awal. Tapi aku telah mati. Dan kau tidak akan bisa menghidupkan ku kembali.'

'Aku mencintai mu, Naruto. Sangat. Namun kita tidak bertakdir. Kita ditakdirkan untuk melengkapi hanya sebagai kekasih sekejap. Jika ada orang lain yang memang ditakdirkan untuk mu selamanya, kenapa kamu ingin bersikeras membuangnya demi seonggok jiwa yang telah tiada?'

'Pikirkan baik-baik. Apa kau rela, sosok sahabat baikmu yang selalu kau minta untuk pulang, justru harus mati karena kau masih terus terpaku pada ku? Bukankah itu artinya perjuangan mu membawa dia kembali berakhir sia-sia? Kau ingin dia cepat mati? Kau ingin dia menyusul ku juga?'

Perkataan dari bayangan sang kekasih itu tanpa sadar menimbulkan gemetar pada Naruto. Sebuah pemikiran tentang Sasuke yang mati karena keegoisan nya, beralih menggantikan bayang kekasih nya, membuat Naruto menggertakkan giginya kuat-kuat.

"TIDAK!!" Naruto berseru keras tanpa sadar.

"Tidak untuk apa, Naruto?"

Pemuda bersurai terang itu membuka matanya saat suara Kakashi kembali terdengar di telinga, lalu menatap sekeliling dengan kilatan pasti pada netra sebiru lautan tersebut.

"Tidak!! Aku tidak akan membiarkan Sasuke mati!!" Seru nya dengan tatapan tajam.

"Jadi, apa pilihan mu, Uzumaki Naruto?" Inoichi kembali bertanya.

Meskipun suara nya terdengar bergetar, Naruto kini justru berucap mantap.

"Menikahi nya! Itu yang ku pilih!"

#........#

Vote and comment please 💗

Aduh, greget gak sih??

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang