41. Anything for you, dear

1.2K 112 5
                                    

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#................#

"Naruto?!"

Naruto mengerjapkan mata, kenapa Sasuke berteriak?

"Hm, kenapa, Sasu??" Naru bertanya heran.

"Ck, aku yang harusnya bertanya. Ada apa denganmu?! Ku panggil berkali-kali kau tetap diam saja?!"

"Ah, maafkan aku. Aku hanya terbayang beberapa orang yang mengawasi kita," Naruto terkekeh malu.

"Hah?! Kita diawasi?!" Sasuke langsung waspada. Jangan bilang mereka dikuntit?!

Naruto tertawa kecil, "yang ku maksud adalah mereka yang telah tiada, sayang. Bukan penguntit. Tenang saja, tidak akan ada yang mengintip kita disini. Lagian, kamu akan aman bersamaku."

Sasuke terdiam sejenak, tapi dia mengangguk mengerti, "ku kira ada apa," sahut nya lega. Kening nya tertutup helaian rambut basah, bahunya sedikit terekspos karena massa pakaian yang berat sebelah oleh air.

Kali ini Naruto yang terdiam. Penampilan Sasuke entah kenapa tiba-tiba menaikkan hasrat terpendamnya.

Rambut hitam legam Sasuke yang basah dan jatuh ke depan dahi tampak berkilau indah. Air menetes dari ujung-ujung rambut. Belum lagi tubuh bagian atas Sasuke tercetak begitu jelas karena kaus yang dipakai si lelaki berambut legam basah, menyebabkan pakaian tersebut membentuk proporsi tubuh Sasuke tanpa cela. Sangat indah. Jemari nya bergerak halus menaikkan poni Sasuke ke atas hingga dahi mulus itu kembali nampak.

Sasuke hanya menatap Naruto tanpa kata, tak tau mau bicara apa. Tak bisa dia sangkal, Sasuke pun terpesona pada mata biru favorit nya yang menatap begitu intens. Dia bisa melihat jelas garis kumis Naruto dari jarak sedekat ini. Eh, sejak kapan di salah satu kumis kucing nya ada bulatan kecil kecokelatan? Kalau Sasuke tidak melihat sedekat ini, dia pasti tidak akan pernah tau hal itu.

Jarak yang memang hanya tiga jengkal, Naruto kikis. Sasuke bingung, kenapa dengan Naruto? Tanpa sadar dia malah memiringkan kepalanya. Saat itulah matanya membulat, juga kembali tersentak. Naruto menciumnya. Sasuke menegang kaku. Malam itu --

Tapi ciuman ini berbeda. Sasuke tidak tau apa bedanya, karena jelas dia bukan seorang good kisser. Hanya dengan lelaki ini dia pernah berciuman. Jadi dia tak punya banyak pengalaman tentang hal tersebut. Tapi Sasuke bisa yakin dengan pasti kalau ini berbeda. Terasa lembut dan menyenangkan.

Ciuman lembut Naruto akhirnya merilekskan ketegangan Sasuke, syaraf nya yang semula terasa mencekik kini melentur dengan sendirinya.

Hingga lambat laun, Naruto mulai menuntut. Ciuman lembut itu dengan segera berubah panas. Keduanya bergulat di dalam sana, masing-masing daging tak bertulang itu tak mau kalah, saling mendominasi. Dan ternyata Sasuke kalah telak, dominasi lidah Naruto di mulutnya lebih kuat.

Sasuke merutuk dalam hati. Bukan hanya kalah dalam pertarungan di lembah akhir, pertarungan di danau ini pun dia kalah. Padahal hanya perang lidah.

Sasuke mengerang, kedua tangannya melingkar di leher Naruto. Sementara satu tangan Naruto merengkuh pinggang si Uzumaki berambut hitam, tangan yang lain menekan tengkuk Sasuke hingga ciuman mereka semakin dalam. Erangan Sasuke terdengar merdu di telinga Naruto, membuat libido nya semakin naik dan hasratnya semakin tinggi.

Sasuke yang telah kehabisan napas karena Naruto tidak melepaskan nya sejak tadi, memukul lengan si pirang berulang kali. Permintaan tersirat agar Naruto melepas nya.

Saat ciuman itu terlepas, Sasuke terengah, dadanya kembang kempis meraup udara. Sial! Apa Naruto mau membunuhnya dengan cara menghabiskan nafasnya?!

Sasuke melotot pada pemuda berkulit tan didepan nya itu. Hanya untuk mendapati kekehan ringan yang keluar dari belahan bibir Naruto. Dan apa Sasuke salah lihat atau memang matanya terkena iritasi? Kenapa benda merah kenyal tebal milik Naruto itu terlihat seksi di matanya?!

Dia baru mau bicara, ketika lehernya seolah disedot, dihisap kuat. Protesan yang sudah ada di bibir kembali tertelan, urat-uratnya menegang lagi, tangannya terkepal, rasa takut yang tadi sudah mereda kini datang lagi. Matanya terpejam erat. Kenapa dia harus ketakutan?!

Naruto jelas sadar bahwa tubuh di dekapannya sedikit bergetar, tapi Naruto juga tak mau Sasuke terus takut pada sentuhan intim nya. Lagipula, dia tidak bisa menghentikan semua ini sekarang, hasratnya sudah terlalu tinggi.

Namun dia juga tidak mau menyakiti sang suami kecil, jadi dia menenangkan pemuda bersurai raven itu secara perlahan.

"Sasu, aku tidak akan menyakitimu, sayang. Tidak usah takut."

"Ta--tapi--" Sasuke terbata, bukankah tadi dia sudah baik-baik saja? Kenapa dia takut lagi sekarang?

"Kamu mau menghilangkan rasa takut mu itu bersamaku, kan? Tenanglah, lihat aku. Hmm," bisik Naruto di telinga Sasuke.

"Na--Naru, kau--" Sasuke mencengkeram lengan kanan Naruto dengan erat, berusaha mengontrol emosi nya yang membludak oleh kecemasan, kekhawatiran, ketakutan.

"Shuuuut, aku mencintaimu, jangan takut," bisikan Naruto semakin lirih.

Tangan yang tidak memeluk, bergerak mengelus punggung Sasuke lembut, kecupan halus juga diterima putra bungsu kepala Klan Uchiha tersebut di kelopak matanya.

Pelan tapi pasti, ketakutannya memudar. Dia mengangguk kecil, "tolong bantu aku, agar keluar dari rasa takutku, Naruto," Sasuke ikut berbisik.

"Apapun untukmu, sayang," Naruto mengecup kening Sasuke lembut.

#......#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang