69. Happy birthday

1.7K 138 1
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Tak terasa karena kelamaan asyik dalam lamunan, ternyata murid-murid akademi telah keluar dari kelas. Tatapan berbinar para bocah itu bahkan terarah padanya. Naruto hanya tersenyum dengan tangan melambai.

Tak butuh waktu lama, Iruka yang sejak dulu selalu bisa mengetahui keberadaan Naruto kini sudah ada di hadapannya.

"Tumben kau ke akademi, Na?" Iruka bertanya heran. Tau pasti kalau si pirang yang sudah dia anggap keluarga paling penting itu sangat malas datang ke akademi sejak dulu.

"Aku mencari mu, Sensei," jawabnya pada si guru kesayangannya.

"Hm, ada apa?"

Percakapan keduanya berujung Iruka yang ikut bersama Naruto ke rumahnya, hendak membantu si pirang untuk persiapan kegiatan nanti malam.

Saat sore, keduanya sudah hampir selesai dengan kegiatan merapikan halaman. Iruka segera ambruk ke kursi dan bersandar nyaman. Sementara Naruto pergi ke dapur dan mengambil minum untuk nya, Iruka dan Sasuke yang baru keluar dari kamar lalu ikut duduk disamping si guru yang telah Naruto anggap orang tua.

Naruto terkekeh pelan karena pemandangan di depannya.

Iruka yang kelelahan terduduk di ujung sofa panjang dengan kepala tertunduk, dan Sasuke berbaring dengan paha Iruka sebagai bantalan. Kelopak mata keduanya sama-sama terpejam.

Kalau Iruka sih karena memang lelah setelah berbenah di depan, kalau Sasuke ya karena dia memang sejak Iruka datang sudah terkantuk-kantuk. Sasuke bahkan tidak tau kalau Naruto dan Iruka merapikan halaman.

Dari angle yang pas, dia membidik gambar keduanya. Wah, foto-fotonya bertambah lagi.

~~

Malam telah tiba.

Begitu waktu sebentar lagi akan mencapai pukul 08.00, orang-orang yang dia pinta kehadirannya satu persatu mulai datang.

"Sebenarnya ini ada apa sih, Naru?" tanya Sasuke kebingungan.

Dia tidak tau apa-apa, tentang kenapa semua orang berkumpul di sini. Karena Naruto membawanya ke halaman tanpa bicara apapun yang jadi penjelasan. Bisa dia lihat dengan jelas senyum dan seringai mereka padanya.

"Naa, Sasu, berbalik lah," pinta Naruto.

Satu alis Sasuke naik disebabkan bingung, tapi dia menurut dan berbalik. Matanya terbelalak kaget. Yang ia dapati adalah kloningan si rambut pirang bersama Iruka, dengan membawa kue ulang tahun bertuliskan angka 18 di atasnya.

Sasuke terdiam, tidak tau harus bicara apa.

"Selamat ulang tahun, sayang. Maaf aku hanya bisa melakukan ini," bisik Naruto tepat di telinga Sasuke.

Sasuke tidak menjawab. Apanya yang hanya?? Baginya, ini sangat--

Istimewa dan tak terduga.

Kapan terakhir kali dia merayakan hari ulang tahunnya? Kapan dia terakhir kali mendapat senyuman tulus dari orang-orang disekitarnya? Kapan terakhir kalinya, dia merasa begitu dihargai sebagai dirinya sendiri, bukan sebagai Uchiha terakhir? Kapan seseorang disampingnya benar-benar merasa perlu membuat nya bahagia, bukan sekadar senang dan terkesan?

Tatapannya lantas mengarah ke kerumunan. Dan dia lagi-lagi tersentak. Mereka semua tersenyum padanya, tersenyum tanpa kebencian, lagi. Menegaskan bahwa hari itu, saat mereka berkumpul bersama, penerimaan mereka pada pengkhianat sepertinya bukan hanya ilusi, tapi benar-benar terjadi.

"Yoo! Selamat ulang tahun, Sasuke!" teriak Kiba antusias, diiringi sahutan yang lain secara bersamaan.

"Arigatou," bisiknya setelah terdiam cukup lama. Matanya terpejam sejenak, meresapi rasa hangat yang semakin dia rasa.

"Naa, sekarang tiup lilin setelah mengucapkan harapan, Sasu," Naruto kembali bicara, menatap Sasuke dengan pandangan hangat.

"Hnn," angguk nya pelan.

Kue bertahtakan lilin angka 18 itu kini dipegangi Sakura, gadis itu tersenyum lembut saat mata Sasuke terpejam beberapa saat di hadapan cahaya lilin, lalu meniupnya hingga lilin mati. Meninggalkan gemuruh sorak dan tepuk tangan dari rekan-rekan seangkatan mereka, tiga bocah Konohamaru alias Konohamaru, Moegi dan Udon, tak lupa Kakashi dan Iruka, juga pak tua Teuchi dan si gadis Ichiraku, Ayame.

Dia memotong kuenya dan memberikan potongan pertama pada Naruto. Sudah, hanya Naruto yang ia beri secara langsung. Tapi dia juga meminta Naruto untuk memberikan tiga potong lain pada Kakashi, Iruka dan Sakura.

Sakura adalah yang pertama memberikan hadiahnya. Gadis itu juga memeluknya dan berbisik, "selamat ulang tahun, Sasuke-kun. Semoga kedepannya, kau selalu bahagia."

Masing-masing juga berucap dengan kata-kata tersendiri, jangan lupakan kata keramat yang digunakan si nanas Nara.

Tawa pelan Naruto terdengar oleh Sasuke yang sibuk memegang kotak-kotak kado di tangan, lantas si pirang mengambil alih benda-benda tersebut agar Sasuke tidak kesulitan.

"Lihat Sasu, banyak yang mencintaimu di sini."

Sasuke ikut tertawa pelan, mengiyakan ucapan suaminya.

"Nah sekarang, ayo kita bersenang-senang bersama, Minna!!"

Hidangan kecil tersaji, obrolan terdengar. Mereka duduk melingkar dengan api unggun sebagai titik pusat. Sasuke bersandar nyaman di pundak kokoh Naruto, hingga Hinata mendekati keduanya.

"Naruto-kun, Sasuke-kun," panggil nya pelan setelah berada tiga langkah disamping keduanya.

#......#

Nah loh, ini nona satu mau ngapain?

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang