Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Hari demi hari berjalan.
Sejauh ini tidak ada hal-hal tak menyenangkan yang terjadi. Hanya saja, sejak tiga hari yang lalu Naruto pergi meninggalkan rumah, diberi misi oleh Hokage untuk pengawalan Daimyo.
Sasuke sedang berjalan pulang setelah dia membeli beberapa kebutuhan yang sudah habis persediaan nya di rumah. Hingga langkahnya terhenti karena kepalanya terasa pening, berdenyut nyeri, perutnya juga ngilu. Sasuke menggelengkan kepala, berharap pusing yang mendera hilang. Tapi justru rasanya malah semakin menjadi-jadi.
Tidak ingin memperlihatkan bahwa dirinya lemah, karena kini ia berada di antara lumayan banyak orang yang sibuk berkeliaran di jalanan, dia kembali melanjutkan langkah dengan tergesa. Namun langkahnya justru terhuyung, kantung kertas yang sejak tadi ia bawa pun ikut terjatuh. Sebelum kantung berisi barang belanjaan tersebut mencapai tanah, sebuah kilatan muncul.
Itu Naruto, yang baru saja ber-hiraishin ke dekat Sasuke.
Reflek dia meraih benda yang terjatuh itu, disusul gerakannya merengkuh Sasuke secepat mungkin. Raut wajah Naruto jelas menunjukkan kekhawatiran, apalagi wajah Sasuke juga agak pucat.
"Sasu, kamu kenapa?"
"Naru," Sasuke mencengkeram lengan Naruto dengan kening berkerut dalam.
Segera Naruto membawa suami kecilnya ke gendongan ala pengantin, lalu kembali ber-teleportasi, kali ini langsung ke rumah.
Sebenarnya Naruto baru saja sampai sekitar dua menit yang lalu, dia sempat menggerutu panjang pendek karena diseret Shikamaru untuk melapor lebih dulu. Hanya berbicara sebentar, lantas membiarkan Shikamaru yang mengambil alih pembicaraan, dia segera saja pamit dan pergi dari sana. Dia sudah terlalu rindu pada Sasuke yang tak ia lihat sejak tiga hari lalu.
Tidak mau berlama-lama di jalan karena ingin segera mendapat dekapan sebagai penambah energi nya yang sudah terkulai layu, Naruto ber-hiraishin. Sasuke memang telah diberi segel Hiraishin di pangkal lengan, Naruto hanya ingin berjaga-jaga.
Dia jelas kaget karena saat bertemu, yang didapati nya adalah kantung yang terjatuh dan sang submissive yang terhuyung.
Hanya dalam beberapa detik, Naruto telah membawa Sasuke ke rumah, lebih tepatnya ke kamar yang mereka berdua tempati. Tapi Naruto tidak bisa langsung membaringkan Sasuke, karena cengkeraman lelaki itu tak terlepas. Sepertinya pusing yang dirasa memang cukup menyebalkan.
"Panggil Sakura, katakan padanya kalau aku butuh bantuan."
"Ha'ik," klon yang baru muncul, segera diperintahkan dan hilang dari sana.
"Sasu, hey. Apa yang kamu rasakan sekarang?" Naruto membaringkan si suami kecil sambil ikut terduduk di sampingnya, dia mengusap kening berpeluh tersebut dengan lembut.
"Naru, pusing, sakit."
"Shhht, ada aku."
Dengan lembut dia menarik si rambut gagak ke dekapan, dia juga memijat bagian belakang telinga Sasuke agar pusingnya sedikit mereda.
Hingga beberapa menit kemudian, Naruto tiba-tiba berbisik maaf, melepas rengkuhan nya dengan sedikit terpaksa lalu bangkit terburu-buru, pergi kearah kamar mandi. Sasuke yang masih pening, bingung, dia ingin menyusul tapi tidak bisa.
Terdengar suara kucuran air di kamar mandi, yang jelas sedang digunakan oleh Naruto.
Asam lambungnya tiba-tiba naik ke atas menimbulkan mual, sampai-sampai Naruto ingin sekali memuntahkan semua isi perutnya. Sayangnya, tak ada yang keluar selain cairan bening.
"Sebenarnya ini kenapa sih?!" Naruto menggerutu, membilas mulutnya yang terasa pahit, "dari kemarin muntah terus, membuat ku tidak bisa makan saja."
Untung saja dia memiliki chakra besar dan kemampuan Kurama, kalau tidak dia yakin pasti tubuhnya tak akan berdiri tegak begini. Apalagi sudah sejak kemarin dia sering muntah seperti ini, padahal rasanya dia tidak ada salah makan, tuh. Masuk angin juga tidak.
Bertanya pada si pemalas berekor sembilan pun tak ada gunanya, karena pertanyaannya hanya dibalas sebuah seringai menjengkelkan yang membuat Naruto ingin sekali mencabut kumis kucing Oren itu sekuat tenaga.
Naruto keluar dari kamar mandi mendekati Sasuke yang matanya nampak terpejam, entah tidur atau tidak. Helaian rambut hitam yang menutupi wajah itu dia singkirkan ke samping.
"Naru, kau kenapa?" tanya Sasuke.
"Hmm, tidak apa-apa, sayang. Mungkin hanya masuk angin, tidak perlu dipikirkan."
"Kamu sendiri bagaimana? Sudah lebih baik? Masih pusing?"
Sasuke menggeleng, rasanya masih sama saja.
"Peluk aku lagi," pintanya.
Dengan senang hati Naruto ikut berbaring dan hendak merengkuh. Tapi baru saja dia kembali memeluk si suami kecil, Sakura muncul dengan bunshin-nya.
"Naruto, ada apa?" tanya Sakura khawatir. Jarang sekali Naruto butuh bantuan nya untuk medis, kan.
"Tolong periksa Sasuke. Dia bilang perut nya ngilu dan kepalanya pening," sahut Naruto pada si gadis berambut pink gulali.
Sakura mengangguk, "berbaringlah dengan benar, Sasuke-kun."
"Bisa begini saja, tidak?" tanya Naruto.
Sakura menatap Naruto skeptis.
"Hei, jangan menatap ku seperti predator yang menemukan mangsa. Sasuke tidak mau melepas ku, dia sedang pusing, jadi wajar kan?"
"Lebih baik lepas dulu, Sasuke-kun. Hanya sebentar," Sakura kini bicara pada Sasuke.
Yang diajak bicara hanya menggeleng kencang.
#.......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanfictionSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
