44. At Yakiniku

2.6K 193 10
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Malas melihat para orang tua menjengkelkan tersebut lebih lama, dia segera hilang dalam kepulan asap. Naruto sendiri mendengus saat ingatan si Bunshin tersampaikan ke dalam pikirannya.

'Orang-orang tak tahu diri!' batin Naruto jengkel.

Baru sampai di depan kompleks klan Nara, si pemalas berambut nanas malah muncul.

"Lah, mau kemana kau, Shik?" tanya Naruto, "baru kami mau ke rumahmu," lanjutnya.

"Mendokusei, ayo ikut. Shino dan Kiba mau mentraktir kita, karena baru saja jadian."

"Loh, sejak kapan?"

Tujuan sekarang berganti, bukan lagi menuju ke rumah Shikamaru, tapi pergi ke arah Yakiniku.

"Kemarin. Tadi pagi Sakura ke rumahmu, tapi dia bilang rumah kalian sepi, kalian berdua tidak ada disana."

"Kami memang tidak di rumah, agak siang baru pulang."

Shikamaru hanya mengangguk dengan raut wajah malas yang tidak berubah. Tapi matanya sedikit menyipit saat melihat Sasuke. Sore-sore begini, untuk apa menutup diri begitu rapat?

"Untuk apa kau memakai syal, Sasuke?"

Sasuke hanya melirik sejenak, tak ada jawaban. Tapi Shikamaru yakin kalau wajah yang dulu selalu terlihat sombong itu kini nampak memerah.

Naruto terkekeh ringan, tau betul kalau dibalik syal tersebut ada kulit kemerahan yang dipenuhi tanda cinta. "Sebentar lagi malam, Shik. Supaya tidak dingin ya memang harus begitu."

"Hah, mendokusei."

Lirikan mata sinis Naruto terima, kejengkelan Sasuke yang tatapan nya berarti, 'ini semua gara-gara kau, Dobe!'

Senyum geli menjadi balasan. Genggaman yang sejak tadi bertaut Naruto lepas, lantas tangannya berpindah tempat ke pinggang. Shikamaru yang mendapati hal tersebut hanya tersenyum simpul, lumayan juga tontonan gratis.

Kedai Yakiniku Q sudah di depan mata.
Shikamaru bahkan telah masuk beberapa detik yang lalu setelah bergumam 'mendokusei' seperti biasa.

Lengan baju Naruto ditarik pelan membuat si pirang menoleh, dia bisa melihat jelas sebuah keresahan yang tersembunyi dalam raut tanpa ekspresi sang kekasih.

"Ada apa, Sasu??"

"A--aku--"

"Kenapa, hmm?"

Naruto menyingkirkan pony Sasuke ke samping, hingga pola riak itu ia lihat jelas. Dia masih menunggu apa yang akan diucapkan Sasuke.

Sasuke menatap Naruto ragu, tapi dia melontarkan pertanyaan yang terbersit di otaknya, dia tidak mau semua menjadi kaku karena kehadiran nya yang tak diharapkan. "Bagaimana jika, aku malah mengganggu?"

Naruto mengerutkan kening, tak suka pada ucapan Sasuke, "tidak akan. Aku yakin mereka justru senang bertemu denganmu."

"Tapi--"

"Hey, percaya padaku. Kamu tidak perlu risau, oke,"

Sasuke terdiam, namun akhirnya mengangguk. Mereka berdua kemudian masuk. Sasuke terkejut dalam hati saat mendapati sambutan dari Rookies seangkatan nya. Tak ada tatapan tak terima.

"Yoo Sasuke, kemari kemari!!"

Kiba langsung bangkit dan menarik Sasuke, mendudukkan paksa si lelaki bersurai raven disamping sang Kazekage muda, si pemilik kanji 'ai' di dahi.

"Kukira kau sudah pulang ke Suna, Gaara," celetuk naruto saat mendapati kehadiran lelaki berstatus Godaime Kazekage Sunagakure tersebut. Dia duduk di samping si Aburame muda penyelenggara acara traktiran malam ini.

"Harusnya memang tadi pagi. Tapi si mangkuk hijau itu memaksa aku ikut ke sini." Gaara mendelik sinis kepala murid Maito Gai yang sama bersemangat nya seperti sang guru.

Tatapan si mata biru beralih ke lelaki dengan rambut berpotongan mangkok, memberikan cengiran lebar pada ucapan kekasih merahnya. Dia ikut membalas cengiran Lee sambil berkata, 'kerja bagus!'

Gaara mengalihkan pandangan ke orang disampingnya, Sasuke yang matanya menyipit pada Kiba, dan Kiba yang tatapan nya terlihat berkilau. Si rambut merah sempat bingung, karena apa tatapan Kiba berbinar-binar?

Dia baru tahu apa penyebabnya saat ikut memperhatikan Sasuke. Lebih tepatnya tempat yang sebelumnya ditutupi oleh syal yang kini separuh terlihat.

Sasuke sendiri cukup kesal karena tiba-tiba ditarik, dipaksa duduk, dan di pinta--lebih tepatnya dipaksa-- membuka syal yang melingkari lehernya. Lelaki penyuka warna gelap itu duduk dengan wajah suram, diapit dua orang dengan tanda tersendiri di wajah masing-masing.

"Woah, ternyata Naruto ganas juga, ya. Ku kira dia tidak akan sejago itu. Lihat Gaara, tandanya yang di leher saja banyak," Kiba menunjuk leher Sasuke dengan heboh.

"Ck, ini privasi," Sasuke berucap sambil kembali menutup lehernya dengan syal lagi.

Bukan dia yang  membuka syal itu, tapi Kiba yang membukanya, Sasuke sendiri malas melawan jadi dia biarkan walaupun mulutnya tetap protes. Tapi kenapa dia tidak benar-benar marah, ya? Apa karena dia senang mereka menerima nya?

"Sasuke, aku mau minta saran padamu," ucap Kiba sembari menunjukkan mata anak anjing nya.

Sasuke yang memang tidak sedekat itu pada pada rekan seangkatan nya, mengerutkan kening bingung, "kenapa aku?"

"Ya siapa lagi? Kan, diantara Rookies 12, yang pacaran sesama lelaki hanya aku dan Shino, kau dan Naruto. Lalu Lee, dia dengan si merah di sampingmu itu."

Kening Sasuke semakin berkerut. Apa hubungan nya saran dan semua itu? Dan lagi, apa yang mau diminta saran? Bagaimana cara menjadi missing-nin terkuat?

"Aku mau tanya padamu," lanjut Kiba berharap.

"Hn, apa??"

Mungkin tidak papa sedikit berbaur? Lagian sepertinya, mereka juga  tidak menganggapnya musuh karena pernah membelot dari desa.

"Lebih baik pihak atas atau pihak bawah?" Kiba berbisik.

#......#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang