Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
"Kemari kan," pinta Sasuke sayu. Hei, dia mau lagi. Jarang-jarang kan dia bisa minum minuman beralkohol.
"Tidak, tidak. Kamu sudah mabuk. Lihat ini, wajahmu saja sudah sangat merah. Tidak ada minum lagi," larang Naruto.
Jemari Naruto yang tidak menahan gelas alkohol dari sang submissive ada di pipi Sasuke, yang lalu ditangkap dan digigit tanpa sadar. Telinga Naruto memerah, 'ya ampun, kau benar-benar, Sasu. Mau ku makan di sini, kah?' batin Naruto nelangsa.
Si raven meletakkan wajahnya dibahu Naruto, matanya separuh terpejam, bahunya lemas.
"Hey, kamu baik-baik saja?" tanya Naruto khawatir, mengusap wajah Sasuke perlahan hingga wajah merah itu terangkat.
Tiba-tiba Sasuke menarik kerah baju Naruto hingga dekat, lalu mencium bibir si pirang terburu dengan ritme tak tentu. Mungkin efek mabuk, jadi dia entah tau atau tidak apa yang dilakukan nya.
Dipancing begitu, jelas Naruto membalas juga. Tidak baik menolak pemberian, apalagi pemberian ciuman dari si tsundere Sasuke yang biasanya harus didahului oleh Naruto kalau hendak berciuman.
Ciuman itu ia perdalam hingga kepala mereka saling memiring dengan arah berlawanan. Kedua tangan Sasuke bertemu kepal di depan dada, sementara Naruto memeluk pinggang Sasuke dengan satu tangan, dan menekan tengkuk Sasuke dengan tangan yang satu lagi. Dia bahkan tidak terlalu memperdulikan kalau kiss action nya ternyata disaksikan oleh Sakura yang matanya berbinar, Hinata yang tersenyum tipis, dan Lee yang ikut melihat.
"Astaga," Naruto berucap pelan saat ciuman panas tersebut terlepas dan wajah Sasuke jatuh di dadanya. Matanya berkeliling. Syukurlah masih ada orang yang sadar, jadi dia tidak perlu pergi tanpa pamit.
"Sakura, Hinata, Lee, aku harus pulang duluan, Sasuke sudah mabuk begini. Sampaikan maaf ku karena tidak pamit pada yang punya acaranya, ya."
"Oke, nanti ku sampaikan," sahut Sakura memberi jempol tangan nya sebagai tanda persetujuan.
"Ya, Naruto-kun. Pulanglah," Hinata ikut bersuara, 'semoga kau kini bahagia ya, Naruto-kun. Nii-sama juga pasti sudah bahagia diatas sana.'
"Tenang saja teman masa muda ku! Akan ku sampaikan dengan sepenuh jiwa raga pada mereka. Kalau kebablasan rekam ya, nanti mau ku lihat," Lee cengengesan, yang dibalas delikan tajam dan kepalan tangan oleh Naruto.
"Ku colok dulu matamu itu!"
"Galak sekali."
"Arigatou, Saki-nee, Hinata. Jaa nee."
"Jaa."
Dengan mudah dia mengangkat Sasuke ke pelukan ala bridal style, lalu bergegas pulang.
Di tengah perjalanan, Sasuke yang jelas-jelas mabuk berontak hingga Naruto terpaksa menurunkan nya. Masih mabuk, Sasuke menolak pulang ke rumah saat Naruto membisikinya.
"Jangan pulang," rengek Sasuke tak sadar. Dia juga mencubit lengan Naruto tapi ternyata yang dia cubit hanya pakaian nya saja.
Naruto menelan ludah. Sial!
Wajah merah, tatapan sayu, bibir berkilau. Sasuke benar-benar! Ini menguji iman namanya.
"Baiklah baik, kita tidak langsung pulang,"
Sepertinya walaupun mabuk, Sasuke tidak benar-benar tak sadar sepenuhnya. Buktinya dia bisa menjawab bisikan Naruto yang hendak membawa nya kembali ke rumah dengan benar. Mungkin Sasuke masih ada titik sadar nya. Masalahnya dua. Satu, tetap saja si raven manis ini sedang mabuk. Dua, tadi Sasuke sempat membuat si dia terbangun.
Menepi ke belakang dinding di antara beberapa toko yang tertutup kegelapan, tanpa peduli pada orang-orang di sekitarnya sibuk berlalu lalang, dia memojokkan Sasuke ke dinding. Menahan dengan Sasuke di atas kepala lalu kembali mencium Sasuke. Satu tangannya bergerak lambat di pinggang si submissive yang separuh mabuk, merayap terus ke punggung, turun ke bawah hingga menyentuh belahan bulat itu. Oh, jangan salahkan Naruto yang berani-beraninya melakukan hal tersebut di tempat yang sekitarnya terdapat keramaian, salahkan saja Sasuke yang terlihat sangat menggoda dan membangunkan adik kecilnya.
Halah, itu mah lu nya aja yang nafsuan, Narto!
Sasuke mengerang dengan kedua tangan nya yang melingkar di leher si pirang. Naruto semakin tak kuat menahan diri, tapi tidak mungkin juga dia menjamah Sasuke lebih jauh disini, kalau hanya ciuman sih tak apa. Lagian kalau dia melakukan hal itu disini, yang ada dia nanti diamuk oleh Sasuke.
Jadi Naruto memilih cara aman saja, dia kembali mendekap Sasuke, lalu keduanya hilang dalam kilatan terang. Ber-hiraishin ke tempat dimana mereka aman untuk menabur benih.
Dalam hitungan detik, mereka berdua sudah ada di dalam kamar.
'Ada gunanya juga keisenganku memasang segel Hiraishin di setiap ruangan,' Naruto menyeringai.
Oh sayangnya, dia tidak mau bercinta dengan sang kekasih saat lelaki bersurai raven itu mabuk. Walaupun Sasuke mungkin akan lebih brutal, tetap saja dia ingin melihat Sasuke yang pasrah padanya dalam keadaan sadar. Apa enaknya bercinta dengan orang yang setelahnya akan lupa apa yang dia perbuat?
Jadi dia menggigit perpotongan leher Sasuke dengan kencang sampai berbekas dalam satu gigitan. Jelas saja Sasuke akan mengaduh. Dan Naruto tak perlu menggigit nya lagi, karena kesadaran Sasuke sudah kembali, meskipun tatapannya masih sayu khas orang mabuk. Gambaran lelaki pirang yang mengungkung nya kini terlihat jelas.
"Naruto??"
"Iya sayang. Sudah sadar? Tidak mabuk lagi?" tanya Naruto basa-basi sambil melucuti baju Sasuke.
Oke kita skip.
#.......#
Vote and comment please 💗
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
Fiksi PenggemarSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
