34. Calm down, honey.

3.8K 228 9
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Tak lama kemudian, satu kloning-nya muncul membawa secangkir teh hangat. Lalu disusul klon lain dengan bungkusan makanan di tangan. Keduanya lantas hilang dalam kepulan asap setelah bawaan diletakkan di atas meja kecil.

Pelan Naruto menepuk pipi si suami kecil. Setelah beberapa usapan diiringi bisikan di telinga yang meminta Sasuke untuk bangun, kelopak mata pemuda bersurai raven itu berkedip linglung. Kenapa dia serasa mendengar bisikan gaib di telinganya??

"Na--ruto?"

"Ya, ada apa Sasu?? Kenapa dengan ekspresi mu itu?" Naruto menyahuti lalu bertanya heran.

"Kau-- jangan bilang rumah ini berhantu?!" tanya Sasuke horor.

Kening Naruto berkerut, rumah berhantu?? Perasaan tidak, "tidak, kok. Sejak aku tinggal di sini juga aman-aman saja, tuh. Memang kenapa? Kok kamu tiba-tiba bertanya aneh seperti itu??"

"Tadi-- tadi ada bisikan di telingaku, membuatku merinding saja. Sepertinya aku dibisiki setan," Sasuke bergidik.

Raut wajah Naruto layu seketika, "Teme sayangku cintaku, itu suara suamimu yang tampan ini. Memang bisikanku sangat menyeramkan?? Aku memanggil mu dengan setulus hati, kok. Harusnya suaraku sama seperti suara pangeran berkuda putih yang akan menjemput calon permaisuri nya," keluh Naruto lesu. Memang suaranya seseram itu, apa??

"Hah?!" Sasuke terperanjat karena penjelasan Naruto, dia tiba-tiba duduk, "suara mu?! Tadi itu suara mu?! Tapi kok seram?!"

"Terserah mu, lah," Naruto pasrah, "masih dingin, tidak?"

Sasuke menggeleng, "hanya saja tubuhku rasanya tak bertenaga."

"Masih lemas berarti?"

"Heum."

"Kalau begitu ku suapi, ya."

"Tidak, aku bisa makan sendiri."

"Baiklah."

Naruto mengeluarkan isi dari kantong yang tadi dibeli bunshin-nya, yang isinya adalah onigiri dan beberapa buah tomat segar. Akhirnya Naruto hanya memperhatikan si raven menyuapkan onigiri ke dalam mulut mungilnya. Hem, iya ya, bibir Sasuke kelihatan nya kecil sekali, pas untuk dia cium. Huehehe.

Naruto sempat ditawari oleh Sasuke, tapi dia menolak. Masih kenyang rasanya. Si pirang terkekeh, wajah Sasuke ketika makan sangat lucu di matanya. Wajah manis Sasuke sungguh tak bosan dia pandang.

"Naru, aku--"

"Hmmm, kenapa sayang??"

Panggilan spontan dari Naruto membuat telinga Sasuke memerah.

"Aku ingin keluar," pinta Sasuke yang bosan karena berada di dalam rumah terus. Dia ingin menghirup udara segar, agaknya lupa kalau baru saja datang dari taman belakang kediaman yang udaranya sejuk dan nyaman.

"Hm, jangan dulu," tolak Naruto tanpa banyak berpikir.

"Tapi--"

"Chakra mu masih sangat tipis, Sasu."

"Aku tidak apa-apa!" seru Sasuke.

Naruto tersenyum dalam hati, Sasuke mulai tidak lagi takut padanya. Ini kemajuan yang bagus, ya kan.

"Tidak ada yang bilang kalau kamu sedang kenapa-napa, Sasu. Hanya saja, untuk hari ini diam saja dulu. Nanti akan ku temani, kok. Aku hanya tidak mau kamu lelah. Bukankah baru saja beberapa waktu yang lalu perutmu terasa panas?"

Sasuke merengut, sedikit kesal karena dia hanya ingin keluar dari rumah tapi malah dilarang, tapi dia juga mengerti maksud Naruto. Jadilah dia merosot lalu bersembunyi dalam selimut, kesal sendiri dengan keadaan nya yang menjengkelkan. Sasuke tau kok, kalau dia sekarang ini lemah. Bagaimana tidak lemah, kalau jumlah chakra nya saja sangat kecil??

Belum lagi, dia hanya bisa mengeluarkan satu atau dua Jutsu tingkat genin rendah. Yang sekali digunakan saja dia akan langsung kelelahan.

Tetap saja, dia itu bosan!! Lagian kalau hanya sekitar rumah, dia tidak akan membuat masalah, kan??

Sedikit kekehan lolos keluar dari dua belah bibir Naruto. Rupanya pria kecil itu ngambek?? Lucu sekali ngambek nya, seperti bocah kecil yang merajuk karena tidak mau ke dokter. Bersembunyi serapat mungkin dalam gulungan selimut.

Naruto ikut berbaring lagi, selimut yang dipakai Sasuke dia singkap. Terlihat Sasuke yang tiduran menyamping ke arah berlawanan.

Si pirang lalu berbisik pelan tepat di telinga Sasuke, "jangan marah, sayang. Maafkan aku, oke. Aku hanya tidak mau kamu kenapa-napa lagi."

"Ck!! Jangan berbisik di telingaku!! Itu geli!!" ketus Sasuke

Tangan si raven bergerak hendak menggeplak kepala Naruto. Tapi Naruto yang lumayan fast respon, mendapati tangan Sasuke lebih dulu dalam genggaman. Menggenggam nya lembut seolah kaca rapuh yang sedikit sentuhan kasar saja akan membuatnya pecah.

Sasuke terdiam kaku.

Dia sudah berusaha sekuat tenaga agar tidak lagi takut, tapi tetap saja rasa takut itu masih ada yang tersisa. Rasanya ia benar-benar jadi lemah. Bukankah dia sama kuatnya seperti Naruto, sebelum ini?? Kenapa dia jadi--

Matanya mengerjap saat sebuah elusan tangan di rambutnya dia rasa. Sasuke berbalik pelan, menatap Naruto. Dan yang ia dapati, lagi-lagi sebuah senyuman sendu.

"Maaf membuatmu takut," bisik sang jinchuuriki kyuubi lirih. Lagi, dia kembali dengan rasa bersalah nya yang teramat besar. Begitu hebatnya pengaruh kelakuan buruknya pada Sasuke hari itu.

"Naruto," Sasuke ikut berbisik.

"Ya," sahut Naruto, usapan lembut nya berpindah dari rambut ke wajah.

"Ke--kenapa aku selemah ini?? Ke--napa aku, kalah hanya oleh rasa takutku sendiri?? Kenapa aku--"

Ucapannya dipotong oleh kecupan singkat yang dibubuhkan Naruto di bibirnya. Mata hitam legam Sasuke membola, urat syarafnya menegang, pikirannya mulai memutar memori malam itu.

"Tenang sayang," Naruto kembali berbisik.

#.......#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang