Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Naruto mengangguk mengerti dengan penjelasan si rubah.
Jadi saat dia kembali keluar dari pikiran, dia tetap melanjutkan pekerjaan nya. Membiarkan Sasuke yang pingsan di pelukannya.
Dia memeluk Sasuke semakin erat, takut jika dia melepas sedikit saja maka pemuda itu akan terjatuh dan yang terjadi semakin fatal.
Sekian detik berlalu, lelaki dalam dekapannya itu bergetar hebat secara tiba-tiba, rona pucat di wajahnya nampak semakin pucat. Naruto menggigit bibir, takut sesuatu yang buruk akan terjadi.
"Urgh, uhuk!"
Cairan merah kental berbau besi keluar dari sudut bibir Sasuke. Tatapan Naruto berubah nanar, bayangan kematian Neji tergambar lagi di benaknya, cairan deras yang keluar dari sudut bibir Sasuke lah yang menjadi pemicu nya. Seakan dia kini menatap kematian Neji dalam rengkuhan nya.
Sungguh, Naruto jadi takut. Dia takut kalau pemuda yang telah resmi menjadi miliknya itu juga pergi meninggalkan nya. Dia takut Sasuke juga pergi menyusul Neji, ke tempat yang tak akan bisa dia datangi jika belum saatnya.
"Sasuke," bisik Naruto kalut.
Seolah menyahuti panggilan sang pasangan, mata Sasuke terbuka lebar, dia melotot dengan ekspresi menyakitkan, untuk kemudian memuntahkan seteguk darah segar yang warnanya begitu cerah dan pekat di waktu bersamaan.
Saat itulah Kurama berkata agar Naruto menghentikan aliran chakra miliknya pada Sasuke untuk saat ini, chakra merah dari ujung telunjuk nya segera saja hilang dari sana, berhenti mengalir.
"Na--Naru," panggil Sasuke lemah.
"Sasuke, daijobuka??"
"Sa--kit, perut--ku sa--kit."
Naruto mengelus perut Sasuke perlahan. Kondisi tak terpikir pemuda Uchiha itu sungguh menyiksa nya, menimbulkan kembali depresi nya saat kehilangan sang kekasih dalam medan perang.
Jari-jari tangan Naruto bergerak lembut, memijat memutar daerah perut Sasuke yang dirasa begitu sakit.
"A--ku le--lah."
"Istirahatlah."
Dan seakan yang Naruto ucapkan adalah sebuah mantra ajaib, kelopak mata Sasuke tertutup dengan mudah. Naruto membentuk tanda tangan, lalu muncullah dua kloning berkepala durian tak lama setelahnya.
"Rapikan tempat ini," seru Naruto singkat yang dijawab anggukan oleh kedua kloningnya, "ha'ik!"
Naruto lantas mengangkat Sasuke tanpa kesulitan, untuk kemudian berjalan ke arah pintu kamar mandi. Perlahan dia bersihkan setiap noda darah yang ada pada Sasuke.
'Hmm, inikah yang dimaksud Kurama?' tanya Naruto dalam hati, saat dia mendapati beberapa benda kecil seperti benang berwarna kehitaman yang nampak menggeliat bagaikan cacing, segera saja Naruto injak benda-benda kecil itu dengan ganas.
Setelah selesai dan tubuh Sasuke telah bersih dari darah, dia membawa pemuda bersurai hitam legam itu kembali ke kamar. Kamar yang sebelumnya cukup kotor dengan noda kental kemerahan di ranjang dan lantai kini telah bersih, seprai sudah diganti, bercak-bercak merah di lantai juga sudah dibersihkan.
Begitu Sasuke berbaring lagi di atas ranjang, Naruto segera saja kembali ke kamar sebelah. Jangan lupa kalau pada tubuhnya juga terdapat noda darah yang berasal dari Sasuke.
Naruto menyentak jaket kotor yang melekat di tubuhnya. Dengan cekatan dia mengambil sebuah kaos kasual putih dan memakainya secara langsung, setelah melempar jaket miliknya yang tadi ia lepas itu ke sudut ruangan, lebih tepatnya ke keranjang pakaian kotor yang terpojok di sana.
Dia melipir beberapa kaus santai lain, hingga tatapannya tertuju pada sebuah kaus hitam yang ada di pertengahan tumpukan. Setelah dia ambil kaus itu, si pirang kembali ke kamar sebelah. Sambil berjalan, dia mencatat dalam hati soal pakaian baru untuk Sasuke, mengingat lelaki itu sudah menjadi tanggung jawabnya kini.
Saat dia berdiri di depan pintu yang terbuka, pandangannya terpaku pada lelaki di atas ranjang. Naruto bersyukur karena pemuda itu kini tenang dan tidak terganggu. Sambil berjalan mendekat, dia berpikir tentang ucapan si rubah ekor sembilan tentang racun di tubuh Sasuke.
Yang jadi pertanyaannya adalah, siapa orang yang berani-beraninya meracuni sang sahabat?! Bajingan sekali orang itu!!
Naruto berjanji dalam hati untuk menemukan manusia tak punya hati itu dan menghukum nya dengan hukuman berat, mungkin dia bisa minta bantuan Shikamaru.
Kaos hitam yang dibawa Naruto sudah terpasang apik pada tubuh Sasuke, setelah itu dia ikut berbaring di samping mantan murid Orochimaru tersebut. Jemarinya mengelus pelan kening Sasuke, lalu memeluknya lembut.
'Maaf Neji, maaf Sasuke,' batinnya.
Ucapan maaf untuk Neji adalah karena kini posisi lelaki Hyuga itu harus terpaksa diganti oleh orang lain. Sementara permintaan maafnya untuk Sasuke disebabkan yang ada dalam bayangannya saat ini adalah, Neji dalam pelukannya, bukan Sasuke. Sungguh, dia belum bisa mencintai Sasuke, bayang-bayang Neji lah yang selalu dia lihat setiap kali menatap Sasuke.
Bagaimanapun juga kedua lelaki yang sama-sama bersifat tsundere itu memiliki beberapa kesamaan, bukan hal yang aneh kalau Sasuke bisa tampak seperti Neji-nya.
#.......#
Curcol dikit ah..
Pertama kali Lin baca laskar pelangi, itu waktu Lin kelas VII SMP, sekitar sebelas tahun yang lalu, sejak itu Lin pengen punya sendiri novel yang bener bener bikin semangat naik itu. Maklum lah, Lin baca nya pinjem punya temen.
Berkali-kali setiap Lin ke kios buku, gak nemu sekalipun novel nya, sampe capek sendiri.
Nah, sekitar tiga tahun lalu, pas Lin ke Jakarta terus mampir ke Gramedia, Lin berhasil nemuin novel yang paling Lin pengen itu. Akhirnya Lin beli deh. Then, itu edisi ke 50
Tau gak apa yang ngeselin nya?!
BANYAK BAGIAN YANG GAK ADA DI EDISI ITU😭😭, BANYAK SCENE YANG DIPOTONG, BIKIN KESEL BANGET, PADAHAL UDAH SENENG TADINYA 😭😭
Suer, pas Lin baca, kok kesel?! Scene yang paling Lin rindu, malah jadi bagian yang gak ada di novel laskar pelangi punya Lin. And, setiap kali Lin ke Gramedia, gak pernah Lin Nemu edisi pertama nya. Susah banget buseeeeet.
Nah semalem itu, Lin pulang dari rumah mama tiri, di jalan liat kios buku di pinggir jalan. Akhirnya mampir deh.
LIN GAK TAU KALO ITU ADALAH HARI KEBERUNTUNGAN KU HUEEEEE😭😭
Seneng banget 😭
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
Hayran KurguSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
