72. Special porridge

1.9K 144 9
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Di pagi-pagi buta ini, bahkan ayam jago masih belum berkokok, lembayung pagi belum muncul, kicauan burung belum terdengar, Sasuke sudah sibuk berkutat di dapur sejak tadi.

Lelaki berbadan dua itu cukup semangat untuk masak, mengingat orang-orang masih berkumpul di rumah saat ini. Tentu saja didampingi Naruto yang hanya bisa meringis. Bagaimana tidak meringis, kalau masakan yang dibuat Sasuke untuk semua nya adalah masakan sehari-hari yang selalu bisa membuat Naruto stress.

Lihatlah bubur buah sayur itu.

Tomat, jeruk dan apel yang diblender hingga halus, irisan wortel dan terong dibumbui potongan cabai, bawang putih, bawang merah, jahe, daun salam yang masih muda dan serai, semua bercampur menjadi satu.

Naruto bergidik pelan. Entah bagaimana rasanya.

Dan kini bubur tersebut telah di porsi ke mangkuk-mangkuk berukuran sedang, sejumlah orang-orang yang ada disana.

"Ayo Naru, bawa semuanya!" seru Sasuke antusias.

Tanpa penolakan sedikit pun, Naruto membawa dua nampan yang di atasnya terdapat bermangkuk-mangkuk bubur varian baru. Hahaha, sepertinya si calon bayi sangat hobi berkreasi di dapur. Dan sekarang, korban kejahilan calon bayi itu adalah para paman dan bibi nya.

"Sasu, aku saja yang membangunkan mereka, kamu lebih baik bersihkan diri dulu," ucap Naruto saat dia melihat Sasuke akan membangunkan teman-teman yang masih tertidur pulas di ruang tengah.

Dia harus memberi tau mereka dulu agar tidak ada yang protes dengan bubur spesial ala-ala Sasuke ini. Kalau tidak, bisa-bisa Sasuke pundung.

"Heum, baiklah."

Persetujuan Sasuke membuat Naruto bisa bernapas lega.

Sepeninggal Sasuke yang pergi ke kamar untuk bebersih, Naruto membangunkan semua orang dengan cara brutal. Mulai dari menendang bokong keras mereka, menarik kaki hingga pindah posisi, menjewer telinga sampai merah, bahkan menggelitik hidung menggunakan buku kemoceng hingga bersin kencang.

Hanya saja para gadis tidak ia bangunkan seperti itu. Untuk mereka, Naruto membangunkan dengan cara normal. Kalau dia bangunkan seperti para lelaki, yang ada dia akan dijadikan geprek goreng oleh gadis-gadis sadis itu.

Dan kecualikan Iruka, Naruto membangunkan guru kesayangannya itu dengan normal. Padahal Kakashi saja dia tarik kakinya dan dia gusur, sayang sekali baru menyeret Kakashi sekitar dua langkah, si pria bermasker lebih dulu bangun.

"Hoam, mendokusei, kau mengganggu tidurku, pirang," Shikamaru, yang ia gelitiki hidungnya hingga bersin, menggerutu pelan.

Yang lain juga protes pada cara brutal Naruto agar mereka bangun. Kesal sekali rasanya.

"Hust! Diam kau, Shikamaru. Aku punya kabar untuk kalian."

"Apa itu?" Shino bertanya, memakai kacamata hitam nya lalu duduk dengan benar.

"Jadi begini, Sasuke membuatkan bubur spesial untuk kita semua. Nah, tolong habiskan, ya. Dan jangan ada yang protes."

"Wah, pasti enak! Kapan lagi kan bisa makan makanan buatan orang tampan!" seru Ino antusias.

Naruto hanya terkekeh pelan, "yaa, tentu saja."

"Jadi aku kurang tampan, nona cantik?" tanya Sai.

"Nar?" Sakura memastikan pendengaran nya tidak salah.

"Yah, nasib kita, Saki-nee," Naruto mengangkat bahu nya acuh. Mengiyakan pertanyaan Sakura.

"Astaga," Sakura memucat. Dia sangat tau bubur seperti apa yang dimaksud Naruto, dua kali dia menjadi korban eksperimen saat kebetulan berkunjung.

"Tidak lagi, kumohon," erang si gadis berambut gulali.

"Sebenarnya kenapa sih? Bukannya hanya bubur, kan?" tanya Kiba heran melihat kelakuan dua orang berbeda gender yang menjadi rekan satu team itu.

"Ya, tentu saja hanya bubur," Naruto mengiyakan, "nah, jangan sampai bersisa ya, tolong. Keinginan orang hamil memang sulit ditebak. Kalau sampai masih tersisa, pokoknya jangan! Aku tidak mau melihatnya sedih."

"Haih, mendokusei."

"Tenang saja, Naruto. aku bisa makan apapun, kok. Asal enak!" Chouji ikut berseru.

"Hehe, tentu saja, Chouji."

Tak lama kemudian, Sasuke yang telah selesai bebersih kembali bergabung.

"Kenapa kalian belum makan?" tanyanya heran.

"Tenang saja, Sasuke-kun. Akan kami makan, kok," Sakura mengambil mangkuk lebih dulu, disusul yang lain.

Ino yang tadi antusias, terdiam saat mangkuk bubur telah ada di hadapannya. Bukan hanya dia, tapi yang lain juga. Dia menatap Naruto yang terlihat menahan tawa. Jadi ini maksudnya kenapa lelaki kuning itu memperingati mereka tadi??

Bahkan Shikamaru saja sampai menelan ludah melihat bubur yang-entah-apa-bahannya itu. Yang pasti dia yakin kalau itu bukanlah bubur yang dibuat dari beras ataupun gandum. Tapi, kenapa seperti ada biji tomatnya? Dan lihat saja potongan-potongan kecil itu.

Tapi mereka semua tidak menolak untuk memakan nya. Pasalnya mereka ingat kalau tadi Naruto bicara tentang keinginan orang hamil, alias inilah ngidamnya Sasuke.

Oke, jangan dibayangkan bagaimana ekspresi mereka setelah mulai memakannya. Yang pasti itu adalah bubur yang amat sangat dan teramat enak, bubur jenis baru yang tidak akan mereka temukan dimanapun selain Sasuke pembuatnya.

"Bagaimana? Enak tidak?" Sasuke bertanya penasaran.

"Enak kok, Sasuke-kun. Iya enak," Sakura menjawab cepat, "kau tau, kau pandai memasak nya, Sasuke-kun."

"Mendokusei," bisik Shikamaru hanya terdengar oleh dirinya sendiri.

#.......#

Buahaha, kasian sekale klean para om tante.

Hmm hmm hmm, sad or happy yak??

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang