Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..
So, let's reading...
#…………….#
Naruto sejujurnya bimbang, ragu, tak yakin. Semua perasaan cemas itu asyik bergelung dalam ruang pikir nya.
Neji baru pergi dari nya, dan kini dia justru dihadapkan dengan sebuah pernikahan dadakan, dengan sahabat nya pula. Rasanya, seperti dia mengingkari janji yang telah dibuat bersama oleh mereka berdua.
Janji kesetiaan mereka.
Tapi apa lagi yang bisa dia lakukan sekarang? Nyatanya, hanya dengan pernikahan itulah Sasuke bisa selamat. Dan Naruto, tidak akan tega melihat pemuda itu mati. Tidak akan. Karena pemuda itu juga sangat berharga baginya. Jadi, ini memang harus dilakukan.
Naruto kembali menghembuskan nafas panjang, meyakinkan diri. Dalam hati dia berbisik, meminta maaf pada sang kekasih karena hal ini.
Walau dia tidak ingin menikah dengan orang lain selain sang kekasih, Sasuke tetap seorang yang sangat penting untuk nya, jadi Naruto menekan perasaan bersalah dalam hati nya sedalam mungkin.
Setelah menunggu beberapa waktu, seorang pria paruh baya yang nampak seperti penatua agamis akhirnya muncul di ruangan itu. Tak butuh waktu lama, Naruto kini telah duduk bersila di lantai, bersama Sasuke disamping nya, yang dia rengkuh agar tidak terjatuh lagi.
Kakashi menjelaskan beberapa hal secara singkat pada Sasuke, tapi sang empu hanya diam tanpa menjawab, hanya memberi sebuah anggukan pelan yang bahkan hampir tak terlihat. Nampak tak memiliki semangat untuk hidup.
Tak butuh waktu lama, sebuah janji sederhana telah terucap, mengikat mereka berdua dalam sebuah hubungan resmi. Tanpa saksi lain selain orang-orang yang ada di dalam ruangan, tanpa rekan-rekan seangkatan ke-dua nya selain Shikamaru yang ada di sana, tanpa pernak-pernik penuh intrik kesulitan. Hanya mengucapkan janji suci. Hanya itu.
Setelah janji sederhana itu terucap, Naruto kembali mengucap maaf dalam hatinya, rasa bersalah pada sang kekasih yang telah tiada kembali bergema.
Hembusan nafas pelan terdengar dari pemuda di sampingnya, nampak lemah dan tak bertenaga. Mata dan tubuh Sasuke masih terikat dengan tali penyegel chakra, belum dilepas.
Akhirnya para dewan itu pergi satu persatu, meninggalkan mereka berdua dalam ruangan tersebut.
Inoichi sempat memberi nya sebuah senyum singkat, menepuk pundak nya untuk sebuah penenang, dan berkata bahwa Naruto akan membuat semua menjadi baik-baik saja.
Shikamaru hanya mengalihkan pandangan, masih tidak terima pemuda pengkhianat itu menikah dengan Naruto. Bahkan saat keluar dari ruangan, pemuda Nara itu tidak menatap Naruto sama sekali. Tapi dia juga memikirkan ucapan Naruto tentang kekasih nya yang tiada di medan perang, siapa? Siapa kekasih Naruto yang bisa membuat pemuda penuh gairah itu kehilangan semangat nya? Apa mungkin ada salah satu dari rekan-rekan mereka yang tau soal itu? Dan kenapa dia tidak tau apapun? Bukankah dia juga termasuk teman baik Naruto?
Tsunade, Shizune, dan Kakashi awalnya ingin tetap diam disana, tapi Homura bersikeras agar mereka juga pergi. Hingga ketiga nya terpaksa pergi tanpa banyak bicara pada Naruto.
Sebelum Homura pergi, dia yang terakhir ada disana selain Naruto dan Sasuke, dia berkata bahwa Sasuke tidak berhak mendapat bantuan rumah sakit selama dia masih tidak dipercaya telah berubah sepenuh.
Ucapan menjengkelkan itu membuat Naruto marah, tapi tak berbuat apapun untuk melawan lagi. Hati nya terlalu dipenuhi banyak kecemasan.
Naruto masih bingung ke arah mana dia harus melangkah. Pernikahan yang kini dilakukan nya hanya untuk mencegah kematian Sasuke, karena hanya itu yang bisa dia lakukan. Hati nya masih sepenuhnya milik Neji. Tapi walaupun begitu, dia tidak mungkin lepas tangan. Sasuke sudah menjadi tanggung jawab Naruto, dan itu mutlak.
Naruto menatap sekeliling yang telah sepi. Menghela nafas lagi, lalu terdiam sejenak. Dia menatap Sasuke yang hanya diam disamping nya, tak bersuara.
Perlahan, Naruto melepas tali penyegel chakra yang melilit seluruh tubuh Sasuke. Saat semua tali itu telah terlepas, Naruto berdiri, lalu meminta Sasuke agar ikut berdiri, mereka harus pulang. Dia masih merasa canggung pada pemuda Uchiha terakhir itu.
Sasuke hanya menurut, tanpa menjawab sama sekali. Tapi saat dia mencoba bangkit berdiri, segera dia kembali jatuh dan tersungkur lagi.
Naruto jelas terkejut. Dia tau kalau orang yang baru saja dilepas dari tali penyegel akan merasa lemas pada bagian tubuhnya, tapi tidak seperti ini. Apalagi Naruto tau dengan pasti, kalau chakra Sasuke juga melimpah. Jangan lupa kalau dia juga mendapatkan separuh chakra sang Petapa Enam Jalan.
"Sasuke! Apa yang terjadi?!" Seru si pirang khawatir. Tapi tak ada jawaban.
Berusaha menghilangkan perasaan tak nyaman di hati nya, Naruto membantu Sasuke untuk kembali duduk. Dia akhirnya menyelipkan tangan nya diantara perpotongan leher dan dengkul Sasuke, membawa pemuda itu ke dalam gendongan ala pengantin.
Sebelum benar-benar pergi dari sana, Naruto kembali bertanya pada Sasuke, namun tetap tak mendapat sahutan. Sedikit nya Naruto frustasi. Apa yang harus dia lakukan nanti, jika Sasuke terus diam seperti ini?!
#........#
Vote and comment please 💗
Hmm, Sasuke kuuu, kamu kenapa sayaaaaang??
KAMU SEDANG MEMBACA
Please, Stay With Me
FanficSelepas perang dunia Shinobi yang keempat selesai, Naruto kehilangan seseorang yang sangat berharga baginya. Hyuuga Neji. Tidak ada yang mengetahui, kalau sebenarnya dia dan Neji memiliki sebuah hubungan yang lebih tinggi dari sekadar teman belaka...
