64. Necklace and bracelet sketch

2K 139 6
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

Naruto dan satu ketsueki Bunshin nya sedang berdiskusi di dalam kamar. Kedua pirang itu nampak sangat serius sambil memetakan sesuatu yang kelihatan nya adalah sebuah sketsa kalung dan gelang dengan bentuk indah.

"Kau yakin bentuknya seperti ini, Taichou?" tanya si sosok berkepala durian pada sosok lain yang memiliki rupa tak berbeda, telunjuk nya mengarah pada gambar gelang dalam sketsa. Gambar gelang yang berbentuk serpihan daun dan bulatan yang saling bersinggungan.

"Hmm, ya. Bentuk helaian daun ini menurutku cukup indah," Naruto yang asli membenarkan.

"Jadi, kau ingin aku membentuk mereka seperti ini, lalu setelah setiap perak berbentuk daun akan diselingi mutiara hitam??"

"Ya, perak dan mutiara hitam disatukan, bukankah itu bagus dan terlihat sempurna? Oh, jangan lupa bentuk yang satu nya seperti kepingan salju, lalu letakkan ditengah," Naruto mengingatkan bunshin-nya.

"Loh, bukannya berbentuk edelweis, Taichou?"

"Bukan, tidak jadi bentuk bunga edelweis. Tapi bentuk keping salju saja," Naruto menggeleng singkat.

"Oke, yang ini sudah. Lalu ini?"

"Kau ingat berlian Neji?"

"Tentu saja, Taichou! Aku sangat mengingat nya!"

"Nah, seperti itu. Karena aku yakin kalau terlalu banyak bentuk dan hiasan pada kalungnya, dia tak akan mau memakainya."

"Ooh, jadi bedanya, punya Neji kan pakai berlian, kalau yang ini pakai batu ruby, ya?" Naruto yang merupakan tiruan itu mengangguk-angguk mengerti, "oke, serahkan saja padaku, bos!!"

"Ya, tentu saja."

"Dan apa aku boleh membuatnya di tempat tempa perhiasan di desa Kiri?"

"Di sana? Apa kau yakin pemiliknya akan membiarkanmu menyewa di sana?" Naruto bertanya balik dengan skeptis, pasalnya tempat menempa perhiasan yang disebut si Bunshin cukup menyebalkan untuk diraih. Tapi memang kualitas alat-alat nya sangat baik, sih.

"Yaa, kita lihat saja nanti. Tapi ku pastikan kalau aku pasti bisa!"

"Kalau kau memang yakin, terserah mu saja. Dan jangan lupa, cari mutiara, perak dan ruby-nya dengan benar."

"Tentu saja, Taichou! Lagian kan, kita tau di mana bisa dapat barang-barang itu. Yah, paling yang agak sulit itu batu ruby. Dan kenapa tidak berlian lagi? Seperti punya Neji?"

"Tidak. Aku tidak mau barang istimewa yang ku berikan pada Sasuke sama seperti milik Neji. Mereka bukan orang yang sama, ingat baik-baik."

"Ha'ik boss!!"

"Ya sudah, segera pergi sana!"

"Ha'ik boss!!"

Si pirang yang adalah seorang ketsueki Bunshin/Bunshin darah, segera hilang dalam pusaran angin.

"Sebenarnya aku ingin membuatnya sendiri, tapi Sasuke lebih penting untuk ku jaga," gumamnya pelan.

"Naru? Kamu di mana?"

Suara Sasuke terdengar dari luar pintu yang memang tertutup. Seperti nya lelaki yang sedang memiliki hobi memasak dan membuat suaminya keracunan itu sudah selesai dengan pekerjaan dapurnya.

"Aku di sini, sayang!"

Pintu kamar yang sebelumnya adalah kamar Sasuke sebelum mereka benar-benar sekamar, yang kini menjadi tempat Naruto berbicara pada Bunshin darahnya tadi, terbuka pelan, lalu muncul wajah Sasuke dari balik pintu tersebut.

"Naru, sedang apa?"

"Tidak kok, kemari Sasu," pinta Naruto.

Sasuke mendekat, duduk di samping Naruto lalu bersandar nyaman di bahu si pirang.

"Kenapa kamu di sini?" Sasuke kembali bertanya karena pertanyaannya tadi belum dijawab.

"Tidak apa-apa, sayang," Naruto menunduk dan mengecup pelan pelipis Sasuke, dia juga menempatkan Sasuke agar duduk diantara kedua kakinya, memeluk lelaki itu dengan penuh sayang. Seperti biasa, dia mentransfer chakra nya pada Sasuke.

"Oh ya Naru, aku tadi sudah masak. Kamu harus makan itu!!"

"Iya, tentu saja," sahut Naruto dengan keringat dingin mengalir di leher.

Kemarin Sasuke memasak buah apel yang dihancurkan, dicampur santan, lemon, cabai sepuluh buah, potongan sawi dan kol, lalu ditambah celupan tangan Kurama. Dan bahkan sebelumnya, selalu ada variasi menyenangkan yang harus selalu dia habiskan karena kalau tidak, Sasuke akan menampilkan mata anak anjing nya membuat Naruto rela indra perasa nya menjerit secara internal karena masakan Sasuke.

Kira-kira sekarang, apa lagi ya?? Dia sudah membayangkan bermacam jenis makanan aneh yang dibuat Sasuke. Cabang bayi kecil itu benar-benar menyiksa indra perasa nya. Untung sayang.

"Kamu lelah?" tanya Naruto karena wajah Sasuke nampak pucat.

"Sedikit," lirih Sasuke.

"Kalau begitu istirahatlah," saran Naruto, namun dia tau kalau--

"Kamu makan dulu!"

Nah, Sasuke tidak akan beranjak pergi kalau masakan sehat buatannya belum Naruto habiskan.

"Baiklah, ayo kita ke ruang makan!"

Sasuke mengalungkan kedua tangannya di leher Naruto, dengan dagu bersandar di pundak kekasih pirangnya.

Kalau menuruti keinginannya sendiri, dia mau Sasuke segera istirahat. Bukan karena menolak masakan Sasuke secara halus, sebab apapun yang dibuat Sasuke, dia tidak akan membuangnya. Hanya saja, wajah Sasuke saat ini benar-benar pucat. Bahkan dia juga nampak letih. Tapi Naruto tau dengan jelas betapa keras kepalanya lelaki ini, si raven tidak akan beristirahat dengan benar jika Naruto belum memakan masakannya. Jadi daripada memaksa agar Sasuke bergegas istirahat, lebih baik segera saja makan dan habiskan.

#.......#

Vote and comment please 💗

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang