70. Neji's Necklace

2.1K 163 15
                                        

Ps....
Ini hanya karangan semata, alur dari anime asli nya hanya secuil...
Characters yang ada itu milik Mr. Masashi Kishimoto.
Dibuat untuk mengisi kegabutan, apalagi terlalu banyak membaca fanfic Naruto Sasuke..

So, let's reading...

#…………….#

"Oh, Hinata-chan," sahut Naruto atas panggilan rekan seangkatan nya itu.

Naruto tersenyum bersyukur dalam hati karena tatapan Hinata padanya tidak lagi penuh perasaan. Bukannya dia tidak tau kalau sepupu Neji itu menyukainya sejak lama. Tapi siapa yang bisa menebak masa depan, kan? Jika dulu dia bersama Neji, kini dia bersama Sasuke. Dan dia senang kalau Hinata telah melupakan perasaan padanya.

"Sebenarnya ada yang ingin ku sampaikan," ucap si gadis bermata lavender.

"Apa itu?" Naruto bertanya heran.

Sasuke duduk dengan benar, dia memerhatikan keduanya. Tidak ikut dalam percakapan karena tidak tau harus berkata apa. Biarkan saja Naruto yang mengambil alih, meskipun Hinata berniat bicara pada mereka berdua. Kalau memang harus, barulah dia akan bicara nanti.

Sesuatu disodorkan Hinata.

Tunggu?!

Bukannya itu adalah kalung yang dikembalikan oleh Naruto tempo hari?

"Kenapa dengan kalung ini, Hinata-chan? Aku tidak bisa menyimpannya lagi."

"Ie ie, bukan itu. Tolong baca suratnya," pinta Hinata.

Si pirang mengambil secarik kertas yang ternyata memang juga disodorkan oleh gadis Hyuuga itu, bersamaan dengan kalung berbandul berlian tersebut. Naruto membaca surat yang dimaksud bersama Sasuke. Dia ingat dengan pasti, ini adalah tulisan Neji.

Hai, Na.

Kau tau. Dengan perang di depan mata, aku mengerti pasti kalau aku entah bisa kembali hidup-hidup atau tidak. Karena jujur saja, aku sudah mendapat firasat tak enak.

Tapi Na, aku percaya kalau kau akan berhasil dalam perang ini. Jangan meremehkan firasatku, buktinya sekarang kau sedang membaca surat yang ku tulis sebelum perang, kan. Jika surat ini sampai padamu, itu artinya aku benar-benar telah mati.

Yah, tak apa. Itu sudah takdir. Dan jangan berceramah dulu tentang kau tidak percaya takdir atau apalah itu. Karena sebanyak aku tau semua takdir yang kita anggap benar-benar akan terjadi belum tentu terlaksana, aku juga tau kalau ada takdir yang siapapun tak akan bisa menebak dan mengacaukan nya. Dan itu adalah kematian.

Yang pasti kau harus tau tanpa keraguan, betapa aku teramat mencintaimu. Hanya saja kisah yang harus kita jalani memang cukup sampai disana.

Na, kau ingat kan saat aku bilang kalung ini, hadiah darimu ini, adalah hal paling berharga untukku. Bolehkah aku minta satu hal? Tolong, pakaikan kalung ini pada Hinata, dengan tangan seseorang yang telah menggantikan ku untukmu. Yaaa anggap saja aku bisa membaca masa depan, haha. Aku yakin seyakin-yakinnya. Orang itu, siapapun dia, kau telah teramat mencintainya, sehingga kau melepas kalung kesayanganku ini.

Terima kasih atas semua cintamu, Uzumaki Naruto. Aku mencintaimu.

Naruto tersenyum tipis, "tipikal Neji sekali," gumamnya tak heran akan bahasa dari surat itu.

"Ne Sasu, maukah kamu memakaikan kalung ini pada Hinata??" tanya Naruto meminta persetujuan nya. Dia memang menghargai permintaan Neji, tapi dia juga tak ingin membuat Sasuke tak nyaman dengan langsung memenuhi nya, kan.

Sasuke mengangguk pelan, sedikit ragu, tapi kalung dengan liontin berlian itu tetap dia terima dengan baik.

"Menunduk lah, Hinata," pintanya.

Apa yang dilakukan mereka bertiga jelas menarik perhatian orang-orang yang ada, hingga ketiganya menjadi pusat pemandangan. Tapi tak ada yang berkomentar, hanya memperhatikan dengan seksama.

Meski ragu sejenak, Sasuke tetap memasangkan kalung tersebut di leher jenjang Hinata. Tanpa sadar, Sasuke tersenyum tipis saat kalung bertahtakan berlian itu telah terpasang apik. Senyum yang disadari si gadis Hyuuga.

Hinata bergerak cepat, memeluk Sasuke yang terkejut dan hanya bisa terdiam, "berbahagialah Sasuke-kun, jangan merasa bersalah pada Nii-sama," bisiknya.

"Arigatou, Hinata," lirih Sasuke.

"Sasuke-kun, boleh aku memeluk Naruto-kun?" tanya Hinata setelah pelukan nya pada Sasuke terlepas.

Sasuke hanya mengangguk. Hinata beralih memeluk Naruto yang berada di samping pemuda yang baru saja memakaikan kalung Neji padanya.

"Naruto-kun, arigatou telah memberi kebahagiaan pada Nii-sama, arigatou telah mencintainya setulus hati. Berbahagialah dengan Sasuke dan calon anak kalian. Nii-sama juga sudah bahagia di atas sana."

Naruto memejamkan mata, aliran tipis air mengalir di sudut matanya, dia juga mengeratkan pelukan itu meski hanya sejenak. Lantas dia lepas pelukan itu lebih dulu.

"Ya Hinata-chan, aku dan Sasuke akan bahagia. Jagalah benda yang paling ia cintai ini dengan baik. Dan aku ingin mengatakan ini. Dia, selalu bangga padamu."

"Ha'ik, kalung ini sangat berharga untuk Nii-sama. Karena itu, dia akan sangat berharga juga untukku."

Naruto tersenyum senang melihat kalung itu mendapat pemilik baru. Hinata ikut tersenyum, lantas pamit mundur dan membiarkan sepasang suami itu bersama.

Tanpa bicara, Naruto memeluk Sasuke. Sasuke hanya membalas pelukan itu dengan tangan kirinya, sementara tangan kanan menepuk punggung Naruto. Dia tau Naruto tidak butuh kata-kata saat ini. Dan dia tidak akan marah karena Naruto menangisi lelaki Hyuuga yang telah tiada itu. Bagaimana pun juga, dulu keduanya saling mencintai dan berpisah karena hal tak terduga.

#......#

Vote and comment please 💗

Severtynyhaa kalo Lin bikin sad end bagus nih kek nya 🤧

Please, Stay With Me Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang