ARKANZA || 10

3.2K 134 11
                                        

Jangan lupa vote dan komen nya ya 💙

.
.
.

"Hari ini hari pertamaku, hari pertama ke
sekolah. senangnya hatiku diantar daddy kakak
pergi berangkat ke sekolah~" Arkan bernyanyi riang
di depan cermin sembari merapihkan seragam sekolah
nya yang masih sedikit berantakan. di lain sisi atau lebih
tepatnya di ambang pintu kamar Arkan, sudah ada Kanza
yang sejak tadi memperhatikan sang kembaran dalam posisi
bersandar pada pintu dengan tangan yang bersedekap dada.

Kanza sengaja tidak mengeluarkan
sepatah katapun, membiarkan Arkan sibuk
pada dunia kekanak-kanakan nya itu. saking senang
dan gembira nya, Arkan benar-benar tidak menyadari
kehadiran Kanza mengingat ini adalah hari pertama kedua
nya masuk ke sekolah baru, ditemani daddy dan para kakak
nya yang lain.

"Ayo ke sekolah.. ayo ke—eh? Kanza?!" Arkan
membalikkan badannya menghadap Kanza dengan
ekspresi terkejut sekaligus malu. sedangkan Kanza? anak
itu menghela napas berat sambil melangkah mendekat.

"Udah selesai nyanyi nya?" tanya Kanza.

Arkan menunjukkan deretan gigi-giginya
yang putih, menggaruk tengkuknya yang tidak
gatal sama sekali. "hehe udah Kanza, Arkan udah
selesai nyanyi nya" cicit Arkan malu.

"Cih, gak usah sok jaim. sekarang ikut gue ke
meja makan. lo tau? semua orang udah ada di sana"
ajak Kanza berjalan meninggalkan kamar Arkan dengan
santai.

"Tunggu sebentar Kanza! Arkan belum rapih
tau! Kanza liat deh rambut Arkan, masih acak-acakan"
Arkan kembali bercermin, merapihkan rambutnya. tapi
sayang, baru beberapa detik saja ia langsung di tarik oleh
Kanza untuk segera keluar dari kamar.

Tangan Kanza bergerak cepat menarik
tas yang dipakai Arkan sehingga mau tidak mau
Arkan harus berjalan mundur dengan kepala yang
terus ia tolehkan ke Kanza. "ishhh Kanza, Arkan belum
selesai ngaca tau!!" protes Arkan bersedekap dada, tidak
lupa dengan bibirnya mengerucut lucu.

"Gak usah kebanyakan ngaca, kaya cakep aja
lo." balas Kanza cepat tanpa menatap sang kembaran
karena dia tau kalau saat ini Arkan sedang melayangkan
tatapan garang nya.

"Huh, Kanza nyebelin!" Kanza hanya bisa
menyunggingkan senyuman nya mendengar hal itu.

Setibanya di bawah, si kembar Arkanza
langsung mengambil posisi duduk di kursi mereka
masing-masing. dapat dilihat bahwa keluarga Moonstone
tengah memamerkan senyum hangat mereka kecuali Shaka.

Dari awal kedatangannya sampai detik ini,
tidak ada yang berubah dari pemuda itu. Shaka
tetaplah pemuda yang pendiam dan tak pernah sekalipun
menunjukkan ekspresi lain, selain wajah datarnya.

"Sepertinya kau sangat gembira hari ini, Arkan"
ucap Galen yang sejak tadi memperhatikan raut wajah
Arkan yang begitu ceria.

"Iya dong kak, harus! gimana gak seneng? hari
ini kan hari pertama Arkan sama Kanza masuk ke
sekolahan baru. jadi kita harus sambut hari ini dengan
wajah ceria dan senyuman lebar. iya kan Kanza?" Arkan
melemparkan pertanyaan pada sang kembaran.

Kanza menatap satu persatu seluruh keluarga
nya sebelum kepalanya manggut-manggut. iyain aja
dah biar cepet, batin Kanza ketika mendengar ucapan
Arkan.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang