ARKANZA || 52

800 52 3
                                        

Happy reading 💙

Beberapa hari telah berlalu sejak mereka memutuskan untuk berlibur di villa. Selama hari-hari itu pula kehidupan mereka dipenuhi kebersamaan, tawa, dan kebahagiaan. Tanpa terasa, tinggal satu hari lagi sebelum liburan ini berakhir, sebab besok siang mereka akan kembali pulang ke mansion. Hal tersebut membuat mereka merasa berat hati, karena sebenarnya masih ingin berlama-lama berada di tempat ini. Namun waktu tetap harus berjalan, dan mereka sadar bahwa mereka tidak bisa terus tinggal di villa meski sangat ingin. Ada tanggung jawab yang tidak bisa mereka abaikan terlalu lama, seperti pekerjaan, sekolah, dan kuliah. Mau tidak mau, mereka harus kembali menjalani aktivitas seperti biasanya. Karena itu, seharian ini mereka benar-benar memanfaatkan waktu yang tersisa sebaik mungkin.

Setiap detik dan menit di villa itu benar-benar mereka resapi. Salah satunya adalah Atalaric, yang kini memilih pergi ke perpustakaan kecil untuk membuka album foto keluarga besar Moonstone. Ia menatap album itu dengan perasaan sedikit berat sekaligus bahagia dalam waktu bersamaan—berat karena semua itu kini hanya tinggal kenangan, tetapi bahagia ketika kembali mengingat masa-masa tersebut.

Perlahan, jemarinya mengusap foto seseorang dengan gerakan dan sentuhan yang begitu lembut. Tatapannya teduh hingga tanpa sadar air mata menetes, meski segera ia hapus dengan cepat.

"Kendalikan dirimu, Atalaric" gumamnya pada diri sendiri. Namun gumaman itu segera terputus ketika mendengar suara seseorang yang membuatnya menoleh.

"Cantik." ucap Arkan, memuji foto seorang wanita yang tengah diusap oleh sang ayah. Setelah itu, ia tersenyum kepada Atalaric.

"Arkan? Kau?" Atalaric terkejut, tidak percaya bahwa sang anak sudah ada di sisinya. Arkan hanya tersenyum, lalu kembali berkata, "maaf, ya, daddy, kalau kehadiran Arkan udah buat daddy kaget."

Atalaric tersenyum lalu mengusap rambut Arkan. "tidak apa-apa, nak. Kau tidak perlu meminta maaf" ujarnya lembut, kemudian menatap kembali foto mendiang istrinya.

"Daddy? Itu pasti istrinya daddy, ya?" tebak Arkan, yang langsung diangguki oleh Atalaric.

"Ya, dia adalah istrinya daddy. Termasuk mommymu juga, Arkan" balas Atalaric, membuat Arkan terdiam sejenak sebelum mengangguk kecil.

"Istrinya daddy cantik banget. Cocok sama daddy yang ganteng dan keren" puji Arkan lagi. "kalau diliat dari mukanya, kayaknya istrinya daddy itu tipe istri yang baik dan lemah lembut. Bener nggak?"

"Ya, kau benar, Arkan. Atau lebih tepatnya, Althea ini persis seperti dirimu. Dia jarang sekali marah dan selalu murah senyum. Dan kalau dia masih hidup, orang-orang bisa berpikir kalau kau benar-benar anak kandungnya, karena kepribadianmu dan Althea sangat mirip" ungkap Atalaric, membuat Arkan terkekeh kecil.

"Daddy bisa aja" celetuk Arkan.

"Daddy berkata benar, Arkan. Makanya saat daddy bertemu dengan dirimu untuk pertama kalinya, daddy langsung teringat pada mendiang istri daddy" lanjut Atalaric tanpa ragu, membuat Arkan terdiam karena bingung harus merespons apa.

Melihat anaknya terdiam, Atalaric langsung mengajukan pertanyaan. "mengapa kau terdiam, Arkan? Apakah kau kurang nyaman dengan ucapan daddy tadi?" tanyanya, membuat Arkan langsung menggeleng cepat.

"Eh? Enggak, daddy! Arkan sama sekali nggak ngerasa gitu, kok! Arkan cuma bingung aja harus ngerespon kayak gimana" ucap Arkan jujur sambil menundukkan kepala.

"Daddy paham, Arkan. Dan daddy tidak akan memaksamu untuk merespons ucapan daddy tadi. Daddy hanya berpikir kau terdiam karena merasa kurang nyaman. Makanya daddy ingin meminta maaf. Daddy... tidak bermaksud memiripkan dirimu dengan mendiang istri daddy." ujar Atalaric, membuat Arkan perlahan mengangkat kepalanya.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang