ARKANZA || 13

2.2K 114 5
                                        

Happy reading 🤎

.
.
.

Zavier telah kembali ke mansion beberapa
saat yang lalu. dan belum ada satupun keluarga
nya yang menyadari hal itu. sesampainya di kamar,
pemuda itu langsung dibuat salah fokus oleh secarik
kertas di atas meja. tanpa ragu tangan besar nya mulai
mengambil kertas tersebut dan mulai membacanya.

Ia membaca secarik kertas tersebut dalam
keadaan berdiri serta pakaian formal masih
melekat ditubuh atletisnya. wajah datar yang
awalnya menghiasi wajah tampan Zavier perlahan
mulai berubah menjadi raut penuh haru, menyadari
kalau surat ini dari salah satu adiknya. Navarro.

Di surat itu, Navarro telah menuliskan
permohonan maaf serta penyesalan terdalam
nya karena sudah berkata kasar pada Zavier dan
ia juga telah terlambat menyadari arti dari perilaku
Zavier kepada nya selama ini. tanpa berpikir panjang
Navarro telah mengecap si sulung sebagai orang yang
egois dan kejam tanpa tau kebenaran nya. kini, Navarro
benar-benar menyesal dan ingin memperbaiki hubungan
nya dengan kakak sulung nya itu. remaja itu berterus terang
di secarik kertas ini membuat Zavier berkaca-kaca.

Zavier tidak menyangka kalau Navarro
akan menulis semuanya ini. semua kalimat
yang ditulis langsung oleh adiknya itu sungguh
menyentuh di hati Zavier. jantung nya berdesir hangat
membaca surat ini.

"Astaga, aku hampir dibuat menangis karena
surat ini. Navarro.. dia sungguh manis" gumam
Zavier terkekeh kecil, membayangkan kalau Navarro
ada dihadapannya sekarang ini.

Ia mendongak seolah mencegah air
matanya untuk keluar. disaat pemuda itu
tengah berusaha menahan air matanya yang
ingin keluar, tiba-tiba saja Shaka datang dengan
santainya.

Pemuda itu berdiri diambang pintu kamar
Zavier, menatap datar punggung si sulung. "pergilah
ke halaman belakang sekarang. di sana sudah ada Navarro"
ujar anak kedua Atalaric Moonstone.

Zavier membalikkan badannya menghadap
ke arah Shaka. "apakah Navarro tengah menunggu
ku?" Shaka berdehem singkat.

"Shaka, aku tidak tau bagaimana caranya
kau membujuk Navarro. tapi sungguh, aku
sangat berterimakasih atas usaha mu. aku berjanji
akan membelikan mu sesuatu setelah ini" ucap Zavier
tersenyum.

Shaka berdecih pelan. "lupakan saja, aku
tidak akan meminta imbalan. aku hanya ingin
setelah ini hubungan mu dan Navarro akan selalu
baik-baik saja. ingat pesan ku untuk selalu terbuka dan
sering-seringlah berkomunikasi. kalau kalian berdua sampai
bertengkar kembali aku tidak akan membantu mu lagi."

"Baiklah, aku mengerti dan aku
berjanji tidak akan bertengkar dengannya
lagi. terimakasih banyak, kau memang adikku
yang paling terbaik" Zavier pun bergegas ke halaman
belakang mansion. namun sebelum itu ia menyempatkan
diri untuk mengusap rambut Shaka dan itu langsung dibalas
oleh tatapan tajam dari si empu.

Zavier berlari kecil ke arah halaman
belakang dengan senyuman yang tak pernah
sedikitpun memudar dari wajah tampan nya. langkah
besar itu berhenti tepat melihat Navarro yang sibuk duduk
di sebuah kursi panjang berwarna putih.

"Ko gue jadi deg-degan ya? duh, gue takut
kak Vier gak mau maafin gue" gumam Navarro
meremat jemarinya, menyalurkan rasa gugup yang
tiba-tiba saja muncul.

"Navarro" suara yang amat familiar di indera
pendengaran Navarro membuat nya segera menoleh
ke sumber suara. ia merubah posisinya menjadi berdiri,
menatap si sulung yang mulai berjalan mendekati nya.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang