ARKANZA || 17

1.7K 81 1
                                        

- Halo semuanya! Maaf ya aku baru
bisa update sekarang 🤎 -

.
.
.

Pancaran sinar jingga yang begitu indah
terbentang begitu jelas di langit. Semilir angin
berhembus pelan menusuk kulit dua anak yang
sibuk belajar di halaman belakang mansion atau lebih
tepatnya di bawah pohon rindang dengan sebuah tikar yang
sengaja di gelar untuk kenyamanan mereka.

Sebenarnya ide ini muncul dari si sulung
yang datang ke kamar Kanza. Karena melihat
Kanza jengah selalu belajar di kamar, akhirnya
Zavier mengusulkan si kembar untuk pergi ke halaman
supaya tidak terlalu suntuk dan mencari suasana baru.

Lagipula, di halaman mereka tidak hanya
mendapatkan udara sejuk. Di sana mata mereka
akan dimanjakan oleh pemandangan yang indah.
Banyak bunga-bunga bermekaran ditambah beberapa
kelinci yang selalu bergerak ke sana kemari. Tak hanya itu,
di sana juga ada kolam ikan disertai air mancur yang letak
nya berada ditengah-tengah halaman belakang.

Sembari menunggu Kanza menyelesaikan
soal yang ia berikan, Arkan pun memutuskan
untuk duduk tenang di dekat adiknya dengan tangan
yang sibuk mengelus kelinci. "kelinci nya gemuk banget,
Arkan suka!!" saking gemasnya Arkan sampai tidak ragu
untuk mengusap-usap kelinci itu ke pipi nya dengan wajah
penuh ceria.

"Jangan digituin Arkan. Kalo lo gemes cukup
di usap aja pake tangan, gak usah ke pipi" tegur
Kanza menatap sekilas ke arah Arkan.

"Loh, kenapa gak boleh? padahal kan kelinci nya
lucu kaya Kanza" Kanza tidak bisa menyembunyikan
wajah julid nya saat mendengar kalau dirinya telah di
samakan oleh seekor kelinci.

"Apalah nih orang, nyama-nyamain gue sama
kelinci gembrot itu" cibir Kanza memutar bola matanya
jengah lalu ia kembali sibuk mengerjakan soal matematika
nya.

Wajah ceria Arkan tidak pernah luntur
sedetikpun. Ia selalu memancarkan aura positif
dan senyuman terbaik nya. Ia benar-benar menyukai
suasana ini. Ternyata belajar di halaman belakang tidak
terlalu buruk. Malah sangat-sangat bagus. Kenapa? karena
pemandangan di sini sangat indah. Jadi Arkan betah untuk
berlama-lama di sini.

Dari kejauhan, terdapat Shaka yang tengah
memperhatikan kedua adik kembarnya itu. Tidak
sampai lima menit, pemuda itu kembali masuk ke dalam.
Ia membawa kaki jenjangnya ke salah satu maid yang ada.

"Tolong buatkan dua gelas susu dan makanan
ringan untuk Arkanza." perintah Shaka to the poin
pada sang maid yang tadi sedang sibuk membersihkan
meja di ruang tengah.

Maid yang tiba-tiba diajak bicara oleh Shaka
tentu saja terkejut dan sedikit gugup. "maaf tuan
muda, apakah anda bisa mengulangi nya?" gugup sang
maid. Namun sedetik kemudian ia kembali menarik kata -
kata nya lagi karena takut melihat tatapan Shaka.

"Baik tuan muda, saya mengerti. Saya akan
segera melakukan perintah anda" ucap sang maid
bergegas meninggalkan ruang tengah demi bisa menghindar
dari putra kedua Atalaric.

Shaka hanya menatap datar maid itu hingga
seseorang datang merangkul pundaknya membuat
ia menoleh. "jangan terlalu dingin, atau semua orang
yang ada di mansion ini akan takut kepada mu" tegur si
sulung menatap adiknya.

"Belajarlah untuk banyak tersenyum dan
berbicara seperti diriku. Terkadang, bersikap
keras dan dingin seperti itu tidaklah bagus. Setidaknya
kau harus bersikap hangat pada keluarga mu sendiri. Apa
kau mengerti?" tambah Zavier hanya tak ingin Shaka akan
menyesali nya nanti.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang