ARKANZA || 16

2K 100 5
                                        

- 💙 Jangan lupa vote dan komen nya ya 💙 -

.
.
.


Di dalam sebuah kamar bernuansa biru
langit, terdapat Arkan sibuk mengambil beberapa
buku miliknya untuk ia bawa ke kamar sang kembaran.
dirasa buku-buku yang ada ditangannya sudah lebih dari
cukup, Arkan pun bergegas pergi dari sana menuju kamar
Kanza.

Ia meletakkan buku-bukunya di atas meja,
menatap Kanza yang kini sibuk bermain ponsel
di atas kasur. "Kanza sekarang waktunya belajar, jadi
Kanza gak boleh main hp. sini hp nya kasih ke Arkan" ucap
Arkan mendekati Kanza, meminta ponsel milik anak itu.

"Bentar Ar, gue masih main. tanggung banget
ini" Arkan menghela napas berat, duduk di tepi kasur
Kanza. ia terdiam sejenak memperhatikan wajah Kanza
yang begitu serius bermain ponsel sampai akhirnya anak
itu heboh sendiri karena berhasil menang.

"Yeay, gue menang!!" heboh Kanza semangat.

"Udah menang kan? yaudah, itu artinya
Kanza bisa kasih hp nya ke Arkan sekarang kan?"
celetuk Arkan mencoba sabar menghadapi Kanza yang
malas belajar. tangan kanan Arkan terulur ke arah Kanza,
tak menyerah meminta ponsel anak itu.

Dengan berat hati Kanza memberikan ponselnya
kepada Arkan membuat anak itu tersenyum. Arkan
menyimpan ponsel Kanza di saku lalu ia mulai mengajak
nya ke meja belajar. di meja belajar, belum apa-apa Kanza
mulai merasa mengantuk dan bosan ditambah ada banyak
nya buku yang menumpuk membuat rasa malas itu muncul
secara tiba-tiba.

"Harus banget ya lo bawa buku sebanyak ini
buat gue?" tanya Kanza menopang dagunya menggunakan
satu tangan, menatap jenuh ke arah buku-buku itu.

Arkan mengangguk, menyentuh pundak
Kanza membuat sang kembaran meliriknya. "harus
dong, ini kan demi kebaikan Kanza sendiri. katanya Kanza
mau dapet nilai bagus kan? yaudah kalau gitu Kanza harus
terima buku-buku ini" ujar anak itu lembut.

"Gue gak pernah bilang mau dapet nilai yang
bagus ya, tapi lo. lo yang maksa gue biar bisa dapet
nilai segitu" sinis Kanza memutar bola matanya jengah.

Tangan Kanza mulai bergerak, mengambil
salah satu buku milik Arkan. ia membuka halaman
demi halaman, menatap banyaknya tulisan serta rumus
di sana. "belum apa-apa aja gue udah ngantuk. kayanya gue
emang gak cocok buat belajar" celetuk Kanza.

"Itu namanya bukan gak cocok, tapi belum
terbiasa. awal belajar emang bawaannya males
sama ngantuk, tapi kalau di niatin dan dibiasain lama-lama
Kanza juga bakalan nyaman dan terbiasa ko"

"Oiya Kanza, sebelum masuk ke materi ada
yang mau Arkan tanyain. kira-kira Kanza bisa
perkalian gak?" tanya Arkan penasaran dan dibalas
lirikan tajam dari Kanza.

"Menurut lo? ya bisa lah gue! gue kan gak
bego-bego banget" jawab Kanza sedikit kesal karena
merasa diremehkan.

"Kanza jangan marah, kan Arkan cuma nanya
doang. eumm kalau Kanza emang bisa, Arkan boleh
uji Kanza kan?" Kanza mendengus samar sembari berdecih.

"Segitu gak percaya nya ya lo sama omongan
gue, sampe-sampe harus diuji segala?" heran Kanza
membuat Arkan menggeleng cepat agar kembaran nya
tak salah paham.

"Bukan gitu Kanza! Kanza jangan salah paham
dulu. Arkan percaya ko sama Kanza lebih dari siapapun!
bahkan kalau Kanza bilang gajah bisa terbang, Arkan tetep
akan percaya. tapi ini Arkan harus bener-bener pastiin demi
kebaikan Kanza sendiri" jawab Arkan cepat.

"Ngomong apaan si lo? yaudah buruan kasih
gue pertanyaan tentang perkalian" Arkan berpikir
sejenak mencoba memikirkan angka untuk ia berikan
pada Kanza.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang