ARKANZA || 51

669 43 6
                                        

Maaf ya udah buat kalian nunggu,
Happy reading 💙

Pagi itu, udara di kawasan tepi tebing Aurelienne terasa begitu segar, membawa aroma asin laut yang lembut tertiup angin. Matahari baru saja naik, sinarnya menembus sela pepohonan dan memantul di jendela besar Villa Moonstone—menyapa setiap sudut bangunan putih gading yang berdiri anggun di tepi tebing itu.

Keluarga Moonstone bersiap untuk memulai hari mereka dengan cara yang jarang terjadi: berjalan bersama menuju pantai. Bagi mereka, villa ini bukan sekadar tempat berlibur, melainkan ruang untuk bernapas setelah berbagai kesibukan dan hal berat yang sempat mereka lalui.

Atalaric keluar pertama dari pintu utama dengan langkah tenang seperti biasanya. Di tangannya terdapat beberapa perlengkapan dan minuman dingin yang telah ia siapkan, sementara Zavier ikut membantunya membawa sebagian. Sesampainya di depan, Atalaric menatap pemandangan laut yang terbentang di depan mata, seolah memastikan seluruh keluarganya akan memulai hari dengan perasaan tenang. "cuaca yang bagus hari ini." ucapnya pelan, senyum kecil terselip di bibirnya.

Tak lama kemudian, Shaka muncul sambil membawa kamera kecil. Ia memang bukan tipe yang banyak bicara, tetapi hari itu ia tampak sedikit lebih santai. Lensa kameranya langsung diarahkan ke arah laut, seolah ingin mengabadikan suasana pagi yang jarang seindah ini.

Di belakangnya, Galen dan Navarro muncul sambil bercakap ringan—tanpa membawa apa pun selain diri mereka sendiri. Sementara itu, Arkan dan Kanza keluar terakhir. Arkan menampakkan wajah cerah seperti biasanya, sedangkan Kanza, tengah sibuk merapikan topi pantainya yang hampir terlepas.

"Yuhuuuu~ kita main basah-basahan!!" seru Kanza penuh semangat, membuat Arkan tertawa kecil, sementara Atalaric hanya menggeleng dengan ekspresi sabar yang hangat.

Mereka menuruni jalur batu menuju pantai pribadi keluarga—jalur yang membelah tebing dengan pagar kayu di satu sisi dan rerumputan liar di sisi lainnya. Dari atas, laut tampak berkilau keperakan diterpa cahaya pagi—terlalu indah untuk hanya dilewati begitu saja.

Sesampainya di bawah, hamparan pasir putih menyambut langkah mereka. Shaka kembali mengangkat kameranya, mengabadikan pemandangan laut dan keluarganya yang tampak begitu tenang. Atalaric berdiri menatap jauh ke cakrawala, menikmati ketenangan yang jarang ia rasakan. Sementara Kanza sudah lebih dulu berlari ke bibir pantai, membiarkan air asin membasahi kakinya sambil tertawa lepas.

Suasana terasa begitu damai. Tidak ada hiruk-pikuk kota, tidak ada beban yang menekan pikiran. Hanya ada keluarga Moonstone, laut yang luas, dan angin yang membawa bisikan kenangan dari masa lalu.

Bagi mereka, pagi di villa ini bukan sekadar awal hari—melainkan awal dari ketenangan yang telah lama mereka cari. Sebuah momen sederhana yang kelak akan mereka kenang sebagai salah satu hari paling hangat dalam hidup mereka.

"Vier, gelar tikar itu di sana" ujar Atalaric, mulai memberikan perintah kepada anak sulungnya untuk segera menggelar tikar agar mereka dapat duduk dan bersantai.

Zavier mengangguk kecil dan segera melaksanakan perintah ayahnya. Setelah memastikan Zavier mulai bergerak, pandangan Atalaric beralih kepada anak-anaknya yang lain, yang sedang asyik bermain air di bibir pantai.

"Kalian berempat, berhati-hatilah. Jangan bermain terlalu jauh, atau kalian bisa terbawa ombak" nasihat sang kepala keluarga. Galen, Navarro, dan si kembar menoleh dengan senyuman lebar, lalu kompak mengacungkan ibu jari kepada Atalaric sebagai tanda bahwa mereka mengerti.

Sementara itu, Shaka langsung berkata, "daddy tenang saja, Shaka akan mengawasi mereka berempat." sejak tadi ia memang memperhatikan adik-adiknya dari jarak yang tidak terlalu jauh, meski tangannya sibuk memotret.

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang