Jangan jadi silent reader yaa 💙
satu vote dan komentar kamu sangat berarti buat aku :)
.
.
.
"Varo?" Kanza bergumam, memanggil remaja
yang tadi siang sempat menolong serta mentraktir
nya makan di sebuah cafe.
Navarro melangkah mendekati meja
makan, duduk berhadapan dengan Kanza.
senyuman manis masih tercetak jelas di wajah
tampan nya membuat Atalaric terdiam. senyuman
yang baru kembali ia lihat setelah sekian lama ditelan
kejamnya masa lalu.
"Eh? kamu orang yang waktu itu kan?"
tanya Arkan mencoba menebak, diangguki Navarro.
"Varo, lo.. " Kanza menggantungkan ucapannya,
masih mencerna kehadiran Navarro di sini sekaligus
ucapan Atalaric tadi yang mengatakan kalau kakak keempat
mereka telah tiba.
"Mulai sekarang panggil gue kakak, kakak
Navarro moonstone" ujar Navarro menatap secara
bergantian ke arah si kembar Arkanza. akhirnya yang
ditunggu-tunggu telah tiba juga. sekarang, kedua bocah
kembar ini sudah menjadi adik kecil nya. Varo, telah naik
pangkat menjadi seorang kakak, setelah tujuh belas tahun
menjadi bungsu di keluarga ini.
"Jangan bercanda lo!"
"Dia tidak berbohong Kanza. mulai sekarang
Navarro akan menjadi kakak kalian. untuk kakak
kalian yang lain, mereka masih berada di luar negeri"
"What the fuck?! tiba-tiba banget anjir dia
jadi abang gue! wah, plot twist yang amat sangat
membangongkan" batin Kanza tercengang.
Suasana hening menyelimuti meja makan
saat makan malam telah di mulai. tidak ada yang
terdengar selain dentingan sendok yang bergesekan
dengan piring. selesai menghabiskan makanannya, si
kembar Arkanza kompak berdiri sembari membawa piring
dan gelas kotor mereka masing-masing.
"Kalian sedang apa?" tanya Atalaric.
"Kita mau cuci piring, daddy" jawab Arkan.
Atalaric dan Navarro saling beradu pandang
sebelum keduanya tersenyum tipis. "duduklah, kalian
tidak perlu melakukan itu. di sini sudah ada maid yang
akan mengerjakan pekerjaan mansion" ujar Atalaric lembut.
"Iya tuan muda. tuan muda bisa meletakkan
piring-piring itu di atas meja, nanti saya yang akan
membersihkannya" ucap salah satu maid tersenyum
ramah pada kedua tuan muda barunya.
"Ini serius?" tanya Kanza memastikan, yang
diangguki sang maid. sontak si kembar saling
menatap dan keduanya mulai meletakkan piring
serta gelas itu di atas meja kembali.
"Makasih" ucap keduanya kompak.
"Sama-sama, tuan muda Arkanza"
- 💦 -
Tengah malam yang amat sunyi, tak
berhasil membuat seorang anak laki-laki berusia
lima belas tahun itu kantuk juga. bukannya tidur, ia
malah meringkuk kesakitan merasakan punggungnya
yang kembali terasa nyeri. padahal tadi rasa sakitnya sudah
hilang, tapi kenapa tiba-tiba sakit itu malah muncul lagi?
Kanza meringis kecil. "punggung gue kenapa
sakit lagi sih? padahal tadi udah gapapa deh" gumam
nya mencoba berjalan ke kaca full body.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS || ARKANZA
Ficción GeneralArkan dan Kanza. Dua anak kembar identik dengan kepribadian yang saling bertolak belakang. Yang satu penuh kasih, yang satu penuh luka. Tapi satu hal yang tak pernah goyah adalah ikatan batin di antara mereka. Setelah kehilangan kedua orangtua dalam...
