Jangan lupa tinggalkan jejak kalian
dengan cara vote dan komen ya, makasiii 💙
.
.
.
"Dimana mereka berada?" gumam Atalaric
terus memikirkan keberadaan kedua putra kembar
nya. tadi, ia telah mendengar semuanya dari Arya. dari
penjelasan pria itu, singkatnya Arkanza telah meninggalkan
rumah untuk selama-lamanya karena perselisihan.
Carlos melirik ke center mirror. "tuan, sekarang
kita harus melakukan apa? apakah kita akan kembali
ke mansion dan menyuruh para bodyguard mencari kedua
anak itu, atau bagaimana?"
Atalaric tidak langsung menjawab. ia
memilih berpikir sejenak. "begini saja, kita
akan—Carlos hentikan mobil mu!!" perintah nya
tegas saat melihat Carlos ingin menabrak dua orang.
Carlos melotot kaget, reflek membunyikan
klakson mobil agar kedua orang itu bisa menyingkir
sembari menginjak pedal rem. hanya tinggal menyisakan
beberapa jarak lagi, mobil hitam itu hampir saja menabrak
dua orang yang ada dihadapannya. tapi syukurlah, mobil ini
bisa berhenti tepat pada waktunya.
Sial, hampir saja.
Orang kepercayaan Atalaric menghela napas
lega, bisa terhindar dari sebuah kecelakaan yang
bisa saja merenggut dua nyawa orang itu. "huh, hampir
saja" gumam Carlos.
Atalaric memincing tajam, memperhatikan
kedua orang itu dari dalam mobil. tunggu, bukankah
itu si kembar Arkanza?
Pria setengah paruh baya itu bergegas
keluar untuk memastikan apakah itu putra
kembar nya atau bukan. dan setelah ia berdiri
di hadapan mereka ternyata ia benar kalau itu adalah
Arkanza.
"Akhirnya daddy menemukan kalian."
Kanza menatap penampilan Atalaric dari
atas sampai bawah. sejenak ia berpikir, siapa
orang ini? mengapa dia mengatakan akhirnya daddy
menemukan kalian?
Kalau Kanza tengah bertanya-tanya tentang
sosok Atalaric, maka lain halnya dengan Arkan
yang sudah pernah bertemu dengan pria itu sebelum
nya. kalau tidak salah, pria ini adalah pria yang Arkan
selamatkan dari kecelakaan mobil tadi siang.
Arkan hendak mendekati Atalaric, namun
pergelangan tangannya langsung ditahan oleh
Kanza. "jangan deket-deket, nanti kalo lo di culik sama
dia gimana?" tegur Kanza.
"Jangan ketipu sama penampilan dan muka
gantengnya, Ar" tambah Kanza, dapat di dengar
oleh Atalaric. sejenak ia hampir tidak percaya mendengar
celetukan kembaran Arkan. bisa-bisanya dia berpikir kalau
dia ini adalah penculik.
"Saya mendengar ucapan mu" ucap Atalaric,
mengejutkan Kanza. sontak anak laki-laki itu jadi
malu karena pria itu telah mendengar ucapannya tadi.
"Om? Om yang tadi siang Arkan selamatin
dari tabrakan mobil itu kan?" beo Arkan bertanya
hanya untuk memastikan kebenarannya.
"Ar, lo kenal sama dia?" bisik Kanza, menyikut
lengan saudara kembarnya. Arkan menoleh seraya
membalas sesuatu di telinga Kanza.
"Arkan cuma tau mukanya doang, Kanza. kalau
buat nama, Arkan gak tau. soalnya Arkan belum sempet
kenalan" balas Arkan berbisik.
Kanza manggut-manggut. "Ya, kau yang sempat
menolong ku tadi siang dan sekarang ikutlah bersama
saya ke mansion" ajak Atalaric.
KAMU SEDANG MEMBACA
TWINS || ARKANZA
Fiksi UmumArkan dan Kanza. Dua anak kembar identik dengan kepribadian yang saling bertolak belakang. Yang satu penuh kasih, yang satu penuh luka. Tapi satu hal yang tak pernah goyah adalah ikatan batin di antara mereka. Setelah kehilangan kedua orangtua dalam...
