ARKANZA || 12

2.5K 112 14
                                        

Jangan lupa untuk vote
dan komen nya ya... makasii 💙

.
.
.

Sekali lagi, Zavier tidak bisa mengikuti kegiatan
sarapan bersama keluarga nya karena pemuda itu
telah pergi dari mansion sejak pagi buta. dimana, banyak
penghuni yang masih tertidur.

Bukan hanya tak mengikuti sarapan, kemarin
malam saja si sulung juga tak ikut makan malam
karena pulang terlalu larut. membuat Galen mulai
mengutarakan keanehannya pada sang keluarga terhadap
perilaku Zavier yang tak seperti biasanya.

"Hari ini kak Vier tidak bisa bergabung
bersama kita lagi seperti kemarin. bahkan,
semalam Galen sampai tidak tau kapan kak Vier
kembali dari kantor saking larut nya. aneh, Galen
merasa ada yang janggal dengan hal ini." ucap Galen
merasakan ada hal yang janggal.

Setahu Galen, Zavier bukan tipe orang
yang suka menghindari makan bersama dengan
keluarganya. sesibuk apapun Zavier, pemuda itu pasti
selalu menyempatkan dirinya untuk bergabung bersama
keluarganya, melakukan sarapan ataupun makan malam.

Bahkan, waktu Galen hanya
tinggal bersama dengan Zavier dan
Shaka di luar negeri, si sulung lah yang
selalu mengingatkan kedua orang itu agar
bisa makan bersama di dalam mansion milik
Moonstone yang berada di Amerika. tapi sekarang?
sudah dua hari ini Zavier telah melewatkan makan bersama
dengan keluarganya. selain itu, si sulung juga terlihat seperti
orang yang sedang menghindari sesuatu.

Semua pasang mata tertuju ke arah
Atalaric, tepat setelah Galen kembali membuka
suaranya dan bertanya pada ayahnya itu. "daddy,
apakah mungkin kak Vier sedang mengalami masalah
di kantornya? karena setahu Galen, kak Vier tidak pernah
bersikap seperti ini sebelumnya." tanya Galen penasaran.

Atalaric berpikir sejenak sebelum
menggeleng kecil. "daddy rasa tidak, son.
perusahaan kakak mu baik-baik saja seperti
sebelumnya." jawaban itu sukses membuat rasa
bersalah Navarro semakin mendominasi. remaja itu
semakin yakin bahwa Zavier bersikap seperti ini karena
ucapannya waktu malam itu. si sulung pasti sangat kecewa
dan marah sampai-sampai dia terus menghindari nya.

Ini sungguh diluar dugaan. padahal
Navarro pikir, Zavier tidak akan bersikap
sampai segitunya. tapi nyatanya ia salah, salah
besar. saking marah dan kecewa nya Zavier seperti
orang yang benar-benar tidak ingin bertemu dengan
dirinya lagi. kalau seperti ini, Navarro harus melakukan
apa? bagaimana caranya ia meminta maaf kalau si sulung
saja sudah tidak ingin melihatnya lagi?

"Ah, benarkah?" gumam Galen pelan.

Suasana mendadak berubah menjadi
hening, membuat Kanza bosan. "gabut nih,
enaknya ngapain ya?" batin Kanza mulai melirik
ke arah sekitar sampai mata indah itu jatuh kepada
kakak keempatnya yang sibuk menunjukkan ekspresi
tidak biasa. ia menyunggingkan senyuman nya saat ide
jahil terlintas dibenaknya.

"Muka lo ngapa bang Varo? sus amat.
jangan-jangan.. " Kanza menggantungkan
ucapannya dengan sengaja diselingi senyuman
penuh arti membuat Navarro kelabakan setengah
mati. pasalnya sekarang dia sudah menjadi pusat perhatian
seluruh keluarga nya gara-gara omongan Kanza ini.

Karena gugup dan panik, Navarro reflek
menggeleng dan tanpa sadar ia telah mengatakan
apa yang sedang terjadi antara dirinya dan si sulung.

"Enggak, bukan abang yang ngebuat kak
Vier kaya gitu. waktu itu abang cuma gak sengaja
ke lepasan aja ngomong kaya gitu ke dia. tapi jujur,
abang gak ada niatan buat--" Navarro terdiam, menyadari
ucapannya barusan. sial, apakah dia baru saja mengatakan
kebenarannya?

TWINS || ARKANZACerita yang bikin terobses. Temukan sekarang