~ SELAMAT MEMBACA ~
***
"Ini sangat melelahkan, huft." Anne mendudukkan diri begitu dia masuk ke sebuah apartemen yang telah disediakan Jafar. Menyampirkan jaket berbahan kulit kepunggung sofa lalu menyandarkan kepalanya yang terasa kian berdenyut. Tubuhnya basah dengan keringat hingga wajahnya nampak kilatan minyak. Kedua bola mata yang selalu berbinar bahagia kini telah memerah menggambarkan luka yang dia rasakan.
"Minumlah dulu." Elly menyodorkan satu gelas penuh air mineral.
"Terimakasih banyak, maaf aku selalu merepotkanmu." Katanya dengan mata yang nampak telah berkaca-kaca.
"Ya ... tidak apa-apa, lagipula aku harus menjaga kalian. Jafar tidak akan bisa melakukannya. Istirahatlah, aku tau kalian lelah."
Ya, disinilah Anne sekarang. Disebuah kamar yang tidak terlalu kecil, tapi tidak juga seluas kamarnya dan Jeff. Anne membuka tirai besar dan membuka pintu menuju balkon. Memperlihatkan gedung-gedung yang menjulang tinggi. Anne meletakkan kedua tangannya pada pembatas balkon lalu melihat kearah bawah, mengingat aksi yang dilakukannya seharian penuh menghancurkan bisnis-bisnis terlarang suaminya. Bagaimana keadaannya sekarang? Apakah prustasi karena sumber uangnya telah musnah? Menurut informasi yang diberikan Jafar, Jeff akan mengalami kerugian dalam jumlah yang tak seberapa walaupun tubuh Anne berkeringat hingga berdarah-darah menghancurkan beberapa bisnisnya, uang yang dihasilkan Jeff dari bisnisnya tidak akan mengurangi secuil kekayaannya. Apa mungkin laki-laki yang masih menyandang gelar sebagai suaminya itu akan membangunnya kembali dari nol? Anne tidak tau.
Anne menghapus tetesan air mata yang membasahi pipinya. Keadaan ini sangat menyiksa batinnya, dalam keadaan seperti ini Anne sangat membutuhkan sosok suaminya. Keadaan mood yang naik turun, perubahan bentuk badan yang semakin terlihat jelas, terkadang rasa sakit pada beberapa bagian tubuhnya begitu menyiksa, keadaan emosi yang meledak-ledak juga sangat meluluh lantakkannya.
Isakan mulai terdengar saat Anne mulai menyandarkan tubuhnya pada pagar balkon. Anne akui pria yang mempersuntingnya adalah pria yang sempurna dalam memperlakukannya sebagai seorang istri, tapi seseorang mendapatkan predikat baik juga karena dia peduli dan tahu bagaimana cara bersikap baik pada orang lain,
Rencana ini memang sudah disusun dari satu minggu yang lalu kira-kira, setelah dirinya mendengarkan pembicaraan salah satu anak buah Jeff yang akan membawa truk ganja, setelah sepasang netranya menyaksikan dengan jelas penembakan yang dilakukan oleh suaminya terhadap pelaku pelecehan terhadap dirinya, setelah dengan jelas ... dirinya dimaki habis-habisan oleh seorang wanita paruh baya tentang keretakan rumah tangga putri sulungnya. Katanya, "Rumah tangga putri sulungku menjadi berantakan disebabkan oleh suamimu. Suamimu telah menjadi dalang bagi banyaknya hubungan yang rusak, suatu saat nanti kau yang akan menyaksikan sendiri kerusakan pada hubunganmu! Rumah tangga hancur, anak yang kau besarkan dengan baik menjadi gila!" Perkataan itu bagaikan sebuah belati yang menusuk tepat dijantung Anne, perkataan penuh amarah itu bagaikan sebuah kutukan. Anne tidak tahu mengenai apapun bisnis yang sedang dilakoni suaminya, termasuk the body shop yang tengah marak di Amerika.
Anne menggertak dengan menggunakan berbagai ancaman untuk merealisasikan sebuah kehancuran ini. Ya, tangan kanan yang satu ini adalah salah satu kepercayaan Jeff. Tidak bisa digertak, tidak bisa diancam dengan sesuatu hal yang nampak tak meyakinkan. Anne menggunakan sedikit kebohongan tentu saja dalam memanipulasi orang yang sebelas dua belas dengan suaminya itu. "Aku memberimu dua pilihan. Pertama, kau harus bekerjasama denganku menghancurkan bisnis hitam milik Jeff atau—" menarik napas sejenak. "Wanita yang sering kau kunjungi itu tidak akan baik-baik saja mulai hari ini." Anne menarik sebatang rokok yang sedang dihisap oleh orang dihadapannya, wajahnya terlihat santai, tapi Anne tak tahu bahwa dalam lubuk hatinya bergemuruh marah. "Lakukan saja, Aku akan melihat wanita tolol sepertimu beraksi." Tangan Anne mengepal kuat mematikan bara api pada rokok yang ada dalam genggamannya, lalu menjatuhkannya saat apinya sudah padam dan keadaan rokok sudah tak lagi berbentuk rokok. "Jangan terlalu menyepelekanku, Jafar. Kau perlu tahu bahwa dua hari yang lalu ... saat kau menemuinya, dia menangis, kan? Dia baru saja bertemu denganku dan dia begitu ketakutan." Anne tersenyum setan untuk membuat Jafar kalut.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Savior Girl
RomanceMenikah dengan Jeffrey Hill Desimone adalah sebuah pilihan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup Ranée Shelva Malik. Ini hanya tentang asmaraloka yang tak sempurna. Tentang peliknya kasih dalam kisah. Tentang sebuah romansa yang mendamba bahagi...
