MEET AGAIN AFTER A LONG TIME

280 31 9
                                        

~ SELAMAT MEMBACA ~

***

Anne mengulurkan tangannya untuk membuka pintu, namun terhenti ketika salah satu dari mereka kembali bersuara, "Tuan kemungkinan belum terbangun dari tidurnya setelah mabuk berat semalam."

Berat sekali untuk melangkahkan kaki menuju kamar yang dulu dia tempati juga. Terjadi pergolakan batin yang cukup mengguncang rasa yakin yang telah ia bangun berjam-jam yang lalu. Dia berusaha melakukan negosiasi dengan pikiran layaknya akad jual beli. Melangkah ataukah tidak? Yang mana yang harus ia pilih? Kedamaian nuraninya juga mendadak terusik kembali. Ia seolah berbisik 'pulanglah lagi', hati dan pikirannya mendadak perperang menghasilkan keraguan. Lama menunduk memikirkan langkah apa yang harus dia ambil sang bodyguard kembali bertanya, "Apa anda baik-baik saja, Nyonya?"

"A-ahh ... ya, aku baik-baik saja. Bisa tinggalkan aku sendiri?"

"Baik, Nyonya." Kedua orang itu turut mengundurkan diri.

Seperti tidak pernah ada orang yang memberi peringatan keras terhadap Jeff. Salah besar, Anne menganggap bahwa meninggalkan Jeff adalah memberikan sebuah pelajaran.

Haruskah ia kembali meledakkan amarahnya?

Ya, Tuhan ... tolong kuatkan kembali tekadnya untuk memperbaiki rumah tangga yang sudah berada diujung tanduk ini. Tolong berikan kesabaran dan juga kekuatan yang lebih dalam dari Anne supaya dia bisa menghadapi setiap masalahnya dengan kepala dingin.

Sedikit kecewa mungkin kembali hadir dalam hatinya, tapi menyerah sebelum berperang juga tidak dapat dibenarkan. Kembali menguatkan hati, Anne mulai melangkah masuk dengan langkah kaki yang terasa berat. Dadanya bergemuruh hebat saat memasuki ruangan yang penuh dengan kenangan itu, sudah berapa hari kamar ini tidak dibersihkan? Nampak seperti gudang yang berserakan. Pecahan kaca dan Gucci berceceran lengkap dengan botol-botol minuman beralkohol. apakah Jeff juga menjadikan kamar mereka sebagai markas? Hatinya kembali berdenyut ngilu menyaksikan hal ini. Melihat kearah tempat tidur, dimana Jeff masih dengan keadaan tengkurap tertidur nyenyak, ia masih terlihat mengenakan kemeja lengkap hingga keadaan kakinya yang menggantung memperlihatkan sepatu yang masih terpasang. Jeff dari kantor? Atau tempat lain. Pemikiran dengan beragam kecurigaan itu senang sekali bersarang dalam batang otak Anne.

Menghela napas berat, Anne menyimpan tas yang masih ia pegang diatas nakas. Ia beralih duduk diatas tempat tidur membuka sepatu dan kaus kaki yang masih dikenakan Jeff. Beranjak kembali membuka tirai, hari sudah sangat siang, tapi tirai belumlah dibuka juga. Seketika cahaya matahari menerangi ruangan yang tadinya gelap. Anne membiarkan pintu balkon terbuka lebar supaya udara segar masuk.

"Siapa yang berani membuka tirai?!" Suara khas bangun tidur itu terdengar sangat marah.

"Bangunlah, ini sudah sangat siang. Kenapa kau tidak bekerja?"

Tidak ada keinginan untuk Anne menjawab pertanyaan Jeff selain dengan pertanyaan lagi. Jeff nampak mengerjapkan matanya berkali-kali, menajamkan penglihatan dan pendengarannya. 'Apakah yang barusan menyuruhnya bangun adalah wanita yang dia cari-cari? Apakah itu benar wanita yang dia rindukan? Apakah itu benar-benar istinya? Ibu dari anaknya?' Jeff tidak mau lagi tertipu dengan halusinasi dan juga bunga tidurnya. Ia membalikkan badan dan memejamkan mata kembali.

Tanpa menoleh lagi kearah Jeff, Anne kembali menyuruhnya untuk bangun, "Cepatlah bersihkan dirimu. Apa kau tidak lapar meninggalkan sarapan hingga jam makan siang? Lagipula aku akan menyuruh seseorang untuk membersihkan kamar ini."

Mendengar kalimat yang sedikit panjang, Jeff kembali meyakinkan dirinya bahwa ini bukanlah halusinasinya, bukan juga mimpi dalam tidurnya. Ia segera bangun dan mendudukkan diri ditepi ranjang guna memerhatikan gerak-gerik wanitanya yang berjalan menuju lemari untuk mengambil handuk. "Mandilah." Katanya sambil melempar handuk itu dengan perasaan sedikit kesal hingga handuk tersebut menutupi wajah tampan Jeff, Anne masih enggan melihat Jeff yang dengan lekat memerhatikannya.

The Savior GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang