THE END

280 29 2
                                        

~ SELAMAT MEMBACA ~

***

Pagi-pagi sekali Jeff sudah terduduk dengan wajah masam yang kental akan mimik kesal yang luar biasa. Wajahnya ditekuk, nada bicaranya terdengar sangat ketus. Jeff yang Anne temui saat ditinggalkan beberapa bulan ini memang berubah drastis, Jeff kali ini lebih ekspresif, dia sering sekali mendumal sebal, menunjukkan mimik yang berubah-ubah sesuai keadaan mood dalam dirinya, selain sering sekali cemburu dengan hal-hal sepele dia juga jadi sering berbicara irit dengan nada judes seperti Perempuan yang tengah datang bulan.

Seperti sekarang ini, seseorang dari jauh sana sudah merusak mood Jeff hingga Anne harus mengambil alih tugas—berusaha dengan baik untuk mengembalikan keadaan moodnya.

"Tidak baik seperti itu, Dad datang jauh dari LA untuk melihat keadaan kita, tapi kau malah bersikap seperti ini."

"Ya, ya. Bela saja ayah mertuamu itu, kau memang sudah tak sayang padaku!" begitu katanya seolah dia adalah anak kecil yang ditinggalkan ibunya pergi ke pasar tanpa sepengetahuan.

Alessandro menggenggam kedua tangannya sendiri dan meletakkan genggaman itu didepan wajahnya hingga menutupi bagaian mulut yang sedang ingin melepaskan tawa.

"Kenapa? Kau ingin menertawakanku?!"

"Memang kau tokoh anekdot sampai aku harus mengeluarkan tawaku?"

"Wajahmu itu—"

"Kenapa dengan wajahku? Aku tahu aku memang tampan, tapi tak perlu terkesima seperti itu." Alessandro menyela perkataan putranya terlebih dahulu.

"Wajahmu sangat menyebalkan!"

'Kau pikir wajahmu tidak menyebalkan, begitu? Bahkan kelakuanmu ikut menyebalkan akhir-akhir ini!' Nurani Anne ikut mendemo kelakuan suaminya, tapi itu hanya dialog yang mampu diutarakan lewat perasaan saja, tak bisa dia utarakan secara terang-terangan.

"Sttt ... sudah, ya." Anne mengusap punggung suaminya. "Kalau kau merasa Dad mengganggu waktu tidurmu pagi ini, maka kau kuizinkan untuk tidur kembali setelah menyelesaikan sarapan, ya."

"Tak kusangka dia menjadi manja seperti ini, Anne. Kupukir anakmu adalah Perempuan, melihat Ayahnya seperti ini dia akan berebut atensimu saat kau melahirkan anak laki-laki."

"Tapi anaknya berjenis kelamin laki-laki, Dad."

Sontak saja jawaban yang Anne berikan berhasil mengundang tawa dari mulut Alessandro. "Kau akan repot, Anne. Melihat kelakuannya yang menjadikan semua pria yang berada didekatmu sebagai saingannya, maka tak heran jika suatu saat nanti dia akan menjadikan putranya sebagai saingan juga." Alessandro menggelengkan kepala saat pikirannya berkelana membayangkan putranya akan berebut perhatian Anne dengan pria yang dia ciptakan sendiri. "Selamat bersaing, Son. Istrimu akan lebih menyayangi putramu kau tenang saja."

Wajah itu semakin terlihat kusut saat mendengar ejekan Alessandro.

"Hei, harusnya kau senang aku akan memberikanmu seorang pewaris yang akan meneruskan perusahaanmu." Jelas Jeff menatap Ayahnya dengan tatapan lekat dengan permusuhan. "Aku Ayah dari bayi yang kau kandung, kalau tidak ada aku dia tidak akan hadir, jadi istriku pasti akan lebih menyayangiku. Bukan begitu, wife?"

Anne menarik napas berat, Jeff juga menjadi pribadi yang haus validasi sekarang. Pusing sekali rasanya kepala Anne.

"Tentu kau dengan bayi sama pentingnya untukku, aku akan menyayangi kalian dengan porsi yang sama—"

"Dia sedang menghiburmu, Son. Kenyataannya tidak akan seperti itu." Potong Alessandro mengompori.

"Daddddddd." Anne melayangkan protes terhadap ayah mertuanya karena senang sekali menggoda Jeff yang baperan.

The Savior GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang