FEELING BLUE

207 27 4
                                        

TERIMAKASIH BANYAK UNTUK 1K VOTES-NYA

~ SELAMAT MEMBACA ~

***

"Brengsek!"

Oh, tidak! Rehman yang malang harus menerima bogeman dari Jeff atas kepergian Jafar.

Adam yang melihat itu langsung meraih lengan Jeff, takut sekali jika dia memukuli Rehman habis-habisan. "Tuan tolong kendalikan dirimu. Nyonya akan marah besar kalau kau kembali memukuli orang."

"Dia meninggalkanku, Adam! Jafar juga telah berkhianat! Kau bilang kendalikan diriku?!"

Seseorang masih betah duduk disofa sambil bersandar dan melebarkan kedua tangannya pada punggung sofa seolah-olah dia sedang menonton sebuah drama yang dia senangi. 

Napas Jeff masih terdengar menahan emosi yang meletup-letup. "Apa mereka memiliki hubungan?" tanyanya dengan suara yang putus asa. Membalikan badan dan mendudukan diri pada tepi meja.

Prang...

Vas bunga yang malang juga menjadi korban kemarahan Jeff. Pikirannya kalut, hatinya sakit membayangkan adanya hubungan antara Jafar dan wanita yang dicintainya.

"Kau nampak seperti seorang gadis yang terdoktrin sinetron, Jeff!" Julio berujar remeh.

"Tidak, Tuan. Itu tidak mungkin. Yang kuketahui Jafar memiliki kekasih." Adam segera menyangkal ketika mengingat semua kebaikan yang pernah Anne lakukan. Semua orang tentu akan melakukan pembelaan terhadap Anne kalau saja ada yang menuduhnya yang tidak-tidak.

"Adam benar, Tuan. Nyonya sendiri yang datang ke Markas, kami pikir dia datang bersama Tuan, saat Tuan bilang ingin segera mengakhiri bisnis terlarang ini dan menyerahkan kepemimpinan Tuan kepada Jimmy, tapi ternyata Nyonya menyetir sendiri. Kami kaget saat tiba-tiba dia menembak ban mobil yang ada di depan Markas. Dia juga menodongkan pistol kepada kami supaya kami mengumpulkan telfon ataupun senjata yang ada pada kami. Kami akan melawannya jikalau saja itu—"

"Kau melawannya? Menggertaknya? Atau melakukan ancaman balik?!" Sentak Jeff dengan tangan menjambak rambut bodyguard yang sedang menceritakan alur dari kekacauan yang diciptakan Anne hari ini.

"Kalau itu orang lain aku kan melakukannya, tapi itu Nyonya. Kami akan mengikuti perintahnya layaknya kami mengikuti perintahmu." Bodyguard itu menahan sakit yang terasa pada bagian belakang kepalanya.

"Kalau ada yang berani melakukan itu, aku tidak akan berpikir dua kali untuk menghabisinya!" Jeff menghempas dengan kasar tangannya, melepaskan jambakan itu dengan kasar.

Peringatan itu dapat didengar dengan jelas oleh para bodyguard, lalu bodygruad yang lain bersuara. "Perselingkuhan tidak akan dilakukan Nyonya, lagipula tuan menyadap telepon genggamnya bukan? Apa Tuan menemukan hal yang janggal? Tidak, bukan?" Seorang yang menjadi partner Rehman yang bertugas mengantarkan Anne bersuara, memberi pembelaan terhadap Anne. 

Rasa cemburuan itu memang telah tertanam pada jiwa Jeff sedari awal mereka membangun sebuah hubungan. Rasa cemburu itu adalah rasa yang paling membahayakan dalam sebuah hubungan sebetulnya, terkadang manusia diluar kendali saat mengatasi rasa cemburu itu. 

"Ya, aku setuju dengannya." Yang lainnya mulai bersuara juga. Jeff seperti tengah diserang para fans berat Anne. Padahal jelas mereka bekerja pada Jeff. Mereka juga dibayar oleh Jeff.

"Nyonya pergi setelah membakar habis Markas dan setelah kami membawa brankas. Lalu nyonya bilang 'hiduplah dengan baik, gunakan uang itu untuk kalian membangun bisnis dengan cara yang baik. Aku tidak tahu semua uang itu dari hasil yang baik ataukah tidak, tapi membakarnya juga akan terlihat buruk ketika banyak orang yang membutuhkan.'" Satu bodyguard menjelaskan dengan membawa karung uang yang mereka pindahkan dari brankas di Markas yang sudah menjadi abu. "Lalu setelahnya nyonya mengatakan kepada kami agar menyaksikan pembakaran itu sampai tuntas. Dia pergi dengan mobilnya beserta ponsel kami. Kami tidak bisa menghubungi siapapun, kami berusaha memadamkan apinya, tapi dari kobaran api itu benar-benar tidak ada yang tersisa. Api itu begitu berkobar dalam sekejap menjadikan bangunan hangus. Yang tersisa sekarang hanya tiang-tiang dan tembok yang berdiri walaupun tak kokoh. Isinya sudah habis, apalagi Nyonya membakar perlengkapan senjta terlebih dahulu. Nyonya melajukan mobilnya diatas rata-rata dari markas sehingga kami benar-benar tidak bisa mengejarnya. Ketika semua urusan kami di Markas selesai, kami berjalan menuju persimpangan untuk mencari kendaraan, kami menemukan mobil yang Nyonya gunakan tadi, didalamnya terdapat ponsel kami juga ponsel Nyonya yang sengaja ditinggalkan."

The Savior GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang