Hallo, guys! Udah dengerin album Rosie by Rose belum hari ini?????
Apa lagu favorit kalian di album ini??
***
"Julio kemrilah ... truk yang membawa ganja telah habis terbakar." Suara Leo sedikit bergetar disebrang sana, merasa takut.
Pertama kali dalam hidup Leo saat kedua netranya melihat dengan jelas bagaimana sumber uang itu terbakar habis. Ini tidak pernah ada dalam sejarah organisasi hitam yang dipimpin dibawah naungan Desimone.
"Keparat! Bagaimana bisa?!" Sentak Julio dengan mata melotot kaget.
"Segeralah kemari!"
Ya, disinilah Julio berdiri sekarang, pada jalanan sepi yang dikelilingi tanah tandus. Enam truk besar yang membawa ganja sudah hangus dilalap sijago merah tanpa tersisa. Tidakkah dalang dibalik pembakaran ini adalah orang yang sangat terlatih?
"Sial! Siapa yang berani melakukan ini?!"
Kepulan asap hitam yang menghanguskan enam truk besar itu masih terlihat dalam keadaan api yang sudah padam. Asap itu tak hanya terlihat dari puing-puing truk pembawa ganja, tapi kepulan asap juga terlihat diatas kepala Julio. Kepalan tangan mereka mengerat mencari-cari nama siapa yang kira-kira cocok menjadi dalang dari kekacauan yang terjadi sepagi ini.
"Apa kalian yakin delapan orang bodoh yang membawa truk ini tidak ikut terbakar?" Julio kembali bersuara sembari berkacak pinggang.
"Kami yakinkan tidak ada. Terdapat jejak sepatu tepat pada tanah kering disamping truk. Sepertinya mereka beristirahat sampai menunggu apinya padam."
Julio tertawa satir dengan kepala tertunduk mendengar penjelasan salah satu orang kepercayaan Jeff. Manusia-manusia bodoh yang diutusnya tadi malam sesantai itu berkhianat? Julio mengusap bibirnya dengan tatapan mata memerah penuh dengan amarah.
"Siapa lagi musuh Jeff yang melakukan ini? Dia tampak santai hingga menunggu api padam."
"Mungkin Maxime?"
"Maxime tidak akan sepeduli itu sampai harus memastikan apinya padam, mereka tidak akan peduli sampai harus memastikan kobaran apinya tidak merabat kemanapun. Jika memang benar Maxime yang melakukan semua ini ... hal yang lebih buruk akan terjadi, delapan orang yang membawa truk akan hangus terbakar hingga menjadi abu. mereka akan memastikan delapan orang sialan itu mati terlebih dahulu lalu merampok ganjanya. Siapa musuh Jeff yang tak serakah dengan hal-hal menggiurkan seperti delapan truk ganja, huh?!"
Beberapa orang yang berbaris rapi disana telah menundukkan kepalanya. Mereka sungkan sekali untuk melihat mata sang lawan bicara dalam keadaan seperti ini. Mendadak otak mereka juga menjadi buntu dalam mengingat sederet daftar nama musuh boss mereka. Keringat mulai bercucuran dipelipis mereka. Pada keadaan seperti ini tentu posisi mereka tidak akan aman dari amukan.
Julio memijit pelipisnya merasa pusing. "Bereskan saja dulu kekacauan yang terjadi disini, pastikan jalanan kembali bersih bagaimanapun caranya, masalah itu kita akan cari tau setelah ini." Sial sekali memang, dia harus bekerja pada orang yang lebih banyak musuh dari pada teman. Bekerja pada orang yang banyak berbuat dosa dari pada mendapat pahala. Entah apa yang terjadi padanya saat ini. Entah hanya sebatas kena bogem? Atau lebih dari itu.
Ah ... Julio lupa meminta pertolongan pada perempuan bernama Anne sepertinya solusi yang tepat. Oh, tidak! Anne tidak mengetahui tentang bisnis gelap yang dilakoni suaminya bertahun-tahun lamanya. Kenapa bisa serumit ini?!
Julio menepikan diri melihat jejeak-jejak si pengkhianat diatas tanah tandus. Sehingga jika adanya angin yang meniupkan tanah itu akan beterbangan seperti debu--menghantam wajah atau bahkan mengotori pakaian.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Savior Girl
RomanceMenikah dengan Jeffrey Hill Desimone adalah sebuah pilihan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup Ranée Shelva Malik. Ini hanya tentang asmaraloka yang tak sempurna. Tentang peliknya kasih dalam kisah. Tentang sebuah romansa yang mendamba bahagi...
