TRAITOR

215 27 1
                                        

~ SELAMAT MEMBACA ~

***

Tapi memang nasib Adam sedang sial nampaknya, satu pukulan yang tadi sempat tertahan akhirnya dilepaskan juga oleh Jeff.

Pagi ini dia meminta Adam untuk ikut bersama istrinya mengingat Ruby mengundurkan diri secara mendadak, tapi pria bodoh itu malah mempercayakan Rehman untuk bersama dengan istrinya.

"Segera cari keberadaan Anthonie sekarang dan bertanggung jawablah atas menghilangnya istriku!" 

Jeff sudah mewanti-wanti semua orang yang berada di Mansionnya untuk mengawasi pria brengsek yang Tuhan takdirkan menjadi Ayahnya. Saat dia dengan mudah memasuki area toilet wanita untuk mencuci otak Anne, maka hal seperti ini akan menjadi senjata untuk menekan Jeff melalui istrinya, belahan jiwanya.

Hal yang Jeff khawatirkan telah terjadi saat ini, dimana musuh menggunakan istrinya sebagai alat untuk menghancurkannya.

Wajahnya sudah memerah padam menahan emosi yang kian menjadi-jadi. Kabar hilangnya sang istri seolah menjadi guntur disiang bolong yang bunyinya terdengar begitu menggelegar.

"Uhhh ... ck ... ck ...ck, malangnya nasibmu, Adam." Julio berdecak dengan wajah penuh ejekan sambil menggelengkan kepalanya.

Julio menumpangkan kakinya diatas sofa mewah diruangan Jeff seperti seorang Bos yang sedang mengintimidasi bawahannya. 

Adam kembali menegakkan kepalanya sambil mengusap sudut bibirnya yang sedikit mengeluarkan darah, pipi sampai sudut bibirnya masih terasa perih, tapi dia tetap menjelaskan apa yang dilaporkan Alice.

Perempuan yang dibawa oleh Jafar kira-kira satu bulan yang lalu untuk menggantikan Ruby.

"Arghh—" Teriakan Jeff terdengar menggema diruangan tersebut. Darahnya terasa mendidih, emosinya semakin meluap, sesekali dia meremat rambutnya keras.

"Nyonya pergi ke kampus sesuai jadwal yang Tuan sendiri ketahui, tapi setelah kelasnya selesai dia tidak kunjung keluar."

"Siapa yang menculik istriku, sialan?! Penjelasanmu tak menemukan titik terang, Adam!" tanyanya menggeram pelan. Dia mulai lelah, gurat kesedihan bercampur putus asa terlukis pada wajah Jeff.

"Tidak ada yang menculik istrimu, bodoh!"

"Dia menghilang tanpa diketahui siapapun!"

"Lanjutkan penjelasanmu, Adam!" Pinta Julio.

Julio mengizinkan Adam untuk melanjutkan ceritanya, "Alice menanyakan kepada teman-temannya termasuk ketiga perempuan yang biasa bersama Nyonya, lalu mereka bilang bahwa Nyonya tidak masuk hari ini tanpa keterangan, tanpa mengabari mereka juga. Nyonya terlihat pada CCTV koridor kampus, Alice yakin Nyonya dibawa melalui pintu selatan, sebab pada jalur itu CCTV-nya telah disabotase sampai area jalan."

Mengusap wajahnya kasar Jeff kembali berkata, "Brengsek memang! Siapa yang sedang bermain-main denganku? Apa dia tidak tau siapa aku?!"

"Justru orangnya sangat tau siapa dirimu, idiot!" Julio kembali bersuara dengan kekehan mengejek. Julio mengusap-usap bibir bawahnya dengan jari telunjuk menyaksikan sebuah drama yang akan membuat Jeff sedikit miskin. Ya, hanya sedikit miskin.

"Cukup katakan saja siapa yang berkhianat disini, brengsek! Tak usah berkelit!"

"Pelakunya adalah istrimu sendiri, sialan!"

"Jaga ucapanmu, dia menjadi korban penculikan dan kau sibuk memfitnyahnya?! Aku tak mengerti letak permasalahanmu apa sampai kau membencinya seperti ini!"

The Savior GirlCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang