~ SELAMAT MALAM, SELAMAT MEMBACA ~
***
Perlakuan yang dilakukan Jeff terhadap istrinya malam ini benar-benar seperti seorang raja terhadap ratunya. Banyak sekali pelayan yang menghampiri meja dimana kedua insan yang saling menatap penuh cinta itu tengah duduk saling berhadapan.
Akhir-akhir ini Anne senang sekali makan dengan berbagai macam hidangan spaghetti, dia mengatakan bahwa dirinya mendadak tergila-gila dengan spaghetti. Sehingga malam ini Jeff meminta pelayan untuk menghidangkan spaghetti dengan berbagai macam varian saus.
Anne menahan dagunya dengan sebelah tangan kanan, jari telunjuknya menutup kedua lubang hidungnya saat Jeff menyajikan spaghetti bolognese keatas piring kosong dihadapan Anne.
"Aku sedang tidak ingin memekan spaghetti, Jeff." Ujar Anne.
"Benarkah? Siang tadi kau mengatakan ingin makan spaghetti bolognese."
"Lihat sekarang jam berapa? Ini sudah malam!"
"Oh, okay. Masih banyak hidangan lain yang masih bisa kau nikmati."
Sebelah tangan kirinya mengingkirkan spaghetti untuk menjauh dari jangkauan indera penciumannya. Entah kenapa tubuh Anne menjadi merinding saat melihat spaghetti, Perutnya mendadak tidak enak diiringi dengan produksi air liur yang berlebihan sehingga berkumpul didalam mulut Anne.
Anne meneguk satu gelas air mineral untuk mendorong masuk kembali air liur yang membuatnya memiliki perasaan tak nyaman.
"Singkirkan semua spagehetti-nya, Jeff!" Anne memalingkan wajahnya menjadi menengadah. Saat Anne berusaha mengatasi ketidak nyamanan yang terjadi dalam dirinya dengan segelas air minum, mendadak penglihatannya terasa melayang dan pori-pori itu mengeluarkan keringat secara tiba-tiba saat netra Anne mencuri-curi pandang dengan spaghetti yang sedang disingkirkan oleh Jeff.
"Apa yang terjadi, Wife?" Jeff kembali bangkit dari duduknya setelah beberapa pelayan mengambil semua jenis spaghetti dari atas meja makan--memastikan keadaan Anne.
"Aku tidak apa-apa." Jawabnya sembari tersenyum kearah Jeff yang tengah berdiri disampingnya.
"Kau berkeringat, Wife." Kedua alis Jeff tertaut, raut wajahnya penuh kekhawatiran. Tangannya mengusap keringat yang mengalir dipelipisnya, tapi suhu badannya terasa normal ditangan Jeff.
Sontak saja kilas balik kenangan pertemuan pertama mereka memenuhi benak Jeff. Ketika si gadis tak bisa begadang. Saat matanya terbuka sampai jam 5 pagi, dia harus menjadi perawat yang senantiasa menjaganya sampai berhari-hari. Sebab tak mungkin udara malam yang sesejuk ini membuat istrinya dengan gaun tanpa lengan berkeringat seperti sekarang.
"Kita sudahi saja, aku akan menyiapkannya lagi besok malam. Maaf telah lupa satu hal bahwa kau tak bisa tidur terlalu larut malam seperti ini, Wife." Jeff beralih kebelakang tubuh Anne dan mengusap-usap bahu telanjang Anne guna memberi kehangatan sekaligus menyingkirkan keringat dingin yang menyerang tubuhnya.
"Tidak, Jeff. Duduklah lagi. Aku ingin makan." Jelas Anne dengan tatapan memohon. "Tolonglah ... aku berani bersumpah bahwa aku tidak apa-apa. Lagipula tak ada hal yang kulakukan seharian ini selain tidur dan makan. Bahkan pagi tadi aku tak mandi, aku merasa lelah!"
"Lelah? Makan dan tidur menjadikan tubuhmu lelah?" Tanya Jeff penuh dengan selidik.
Anne menyengir kuda. "Sebenarnya malas, tapi tadi tubuhku memang terasa pegal-pegal." Anne menengadahkan kepalanya melihat keberadaan Jeff yang sedang berdiri dibelakangnya. Anne menaik turunkan kedua alisnya seolah memohon. Lagi-lagi wajah itu berhasil meluluhkan Jeff.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Savior Girl
RomanceMenikah dengan Jeffrey Hill Desimone adalah sebuah pilihan yang berhubungan dengan kelangsungan hidup Ranée Shelva Malik. Ini hanya tentang asmaraloka yang tak sempurna. Tentang peliknya kasih dalam kisah. Tentang sebuah romansa yang mendamba bahagi...
