14 Juni 2026
_____________________ _ _
"Kau boleh mengawasiku dari lantai tertinggi, tapi ingat, dari bawah sini aku tahu persis di mana letak jantungmu untuk kubidik."
~ Kyra
_ _ _____________________
****
Lampu gantung kristal berukuran besar di ruangan lantai tiga itu sengaja dimatikan. Hanya cahaya samar dari luar jendela kaca hitam yang masuk membentuk bayangan-bayangan panjang di dinding batu pualam. Cahaya redup itu nyaris tak cukup untuk memperlihatkan sosok siapa saja secara utuh, hanya siluet-siluet tubuh yang tampak tersebar didalam ruangan gelap.
Beberapa duduk tenang diatas singgasana beludru merah tua, sementara sisanya berdiri menghadap kaca satu arah yang membentang dari langit-langit hingga lantai. Tidak ada riak emosi di wajah-wajah kaku itu. Keheningan yang tercipta begitu pekat hingga nyaris mencekam.
Mereka layaknya badai yang bergerak dalam senyap. Tanpa perlu guntur yang menggelegar, kehadiran mereka sudah cukup untuk meruntuhkan nyali siapa pun yang berani menengadah ke atas.
Merekalah sang Bangsawan Elit.
Sekelompok penguasa absolut yang berdiri kokoh di puncak rantai kekuasaan. Manusia-manusia pilihan yang dalam satu jentikan jari mampu menggerakkan roda kemegahan sekaligus menciptakan kiamat kehancuran bagi seluruh Benua Timur.
Bagi mereka, pertikaian para bangsawan biasa tak lebih dari hiburan murahan yang bahkan tidak layak mendapat perhatian. Namun entah mengapa ... beberapa di antara mereka justru terpaku menghadap kaca, mengamati gerak-gerik para bangsawan kelas menengah terutama si gadis bercadar yang menjadi sumber keributan.
"Pangeran ini merasa kasihan karena gadis secantik dirinya harus berpura-pura menjadi putri ketiga, pasti bayarannya besar sekali."
Ucapan itu mengundang gelak tawa dan bisik-bisik dari lantai bawah. Sementara di lantai atas ini, siluet gadis bersurai panjang hanya menyunggingkan senyum tipis saat mendengarnya.
"Ah, dua pangeran Xin ... lidah mereka selalu setajam pedang jika sudah mencium adanya kebohongan" gumamnya, lalu melirik ke sisi kiri. "Aku jadi penasaran ... Apa gadis bercadar itu memang adik kalian, Pangeran Qiang?"
Dua siluet pemuda yang berdiri di balik tirai besar hanya diam. Tatapan keduanya tetap tertuju ke lantai bawah seolah pertanyaan yang baru saja dilontarkan tak cukup penting untuk mengalihkan perhatian mereka.
Gadis bersurai panjang terkekeh pelan. Lalu suara dari lantai bawah kembali terdengar.
"Putri ini bangsawan elit ... Mana mungkin berbohong~"
Gadis bersurai panjang memutar bola mata jengah, bisa-bisanya putri Zhishu dibawah sana malah sibuk bersandiwara konyol. Tapi sebenarnya ... ada yang jauh lebih aneh.
"Putri kedua yang kukenal tidak pernah sudi menyembunyikan kecantikannya di balik selembar kain, tapi sekarang dia memakai cadar?" gumam sang gadis bersurai panjang. "Apa kerajaan kalian memang selalu penuh misteri seperti ini, pangeran Qiang?"
Masih belum ada sahutan.
Gadis bersurai panjang itu mengangkat satu tangannya hingga sebatas telinga. Isyarat sederhana itu langsung dipahami oleh kesatria bayangan yang berjaga di sudut ruangan.
Sesaat kemudian---
Fwoosh!
Deretan lampu kristal di langit-langit ruangan menyala bersamaan. Tak ada tempat untuk bersembunyi. Wajah-wajah bangsawan elit kini terlihat jelas.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛
FantasiaDia bukanlah penyelamat, bukan juga pahlawan dalam kisah ini. Dia adalah kutukan bernyawa yang bahkan kematian pun enggan menyentuhnya. ༒ KYRA MARSHELYNA ༒︎ Dialah sang jenderal perang yang menundukkan negara demi negara, dan namanya tidak dilantunk...
