91. Turnamen Kristal Jiwa

1.2K 126 73
                                        

15 Juni 2026
Palembang

_____________________ _ _

"Sorak-sorai penonton hanyalah pengalih perhatian dari benang tak kasatmata yang sedang menjerat lehermu. Jangan lengah, karena turnamen ini adalah perang politik berkedok kompetisi."

~ Author
_ _ _______________________

HAPPY READING!!!

****

Cukup lama mereka berjalan menyusuri lorong batu hingga akhirnya cahaya putih menyilaukan muncul dari kejauhan, itu pintu keluar. Semakin melangkah mendekat semakin terdengar riuh dari luar. Sorakan keras, teriakan nama-nama, suara dentuman drum, dan desiran terompet panjang bercampur menjadi kegaduhan yang tak terelakkan.

Begitu mereka benar-benar keluar dari lorong gelap itu, seketika suara meriah menyambut seperti gelombang besar yang menerjang.

Nampak ribuan, bahkan jutaan rakyat dari berbagai penjuru kerajaan memenuhi tribun penonton yang bertingkat-tingkat mengelilingi arena megah seluas lautan. Cahaya obor raksasa memantul di langit-langit kaca kristal, sementara bendera-bendera besar dari empat kerajaan berkibar gagah di puncak panggung utama.

Ditengah lapangan luas, para petugas acara berseliweran. Sedangkan prajurit-prajurit penjaga berseragam lengkap nampak mondar-mandir menjaga garis batas, dan dari berbagai sisi suara instrumen musik khas kekaisaran silih berganti menghidupkan suasana.

Arena itu ... luar biasa. Mirip stadium raksasa yang dibangun dari gabungan arsitektur surgawi dan militer. Tempat ini jelas bukan hanya tempat pertandingan tetapi panggung seleksi untuk calon legenda.

Sebagian peserta yang berjalan bersama Kyra terlihat terpukau, mata mereka membelalak tak percaya, beberapa bahkan saling menggamit lengan sambil berbisik gugup melihat keramaian itu.

Namun, Kyra tetap tenang seperti malam tanpa angin. Mata tajamnya hanya menyapu tempat itu sekali lalu kembali menatap lurus tanpa ekspresi. Tak satu pun kemegahan bisa mengusik ketenangannya.

Kelompok tiga diarahkan menuju deretan kursi khusus yang berjajar rapi di sepanjang pagar pembatas arena. Tidak ada aturan untuk posisi duduk, mereka bebas memilih tempat ternyaman dan Kyra tanpa ragu mengambil posisi terdepan dibagian ujung sebelah kiri.

Berjarak beberapa meter dari tempat mereka, nampak kursi-kursi dari kelompok lain masih kosong melompong. Ternyata Kyra dan rombongannya tiba paling awal diarena pertandingan.

"Sepertinya acara lomba akan berlangsung sampai tengah malam."

Kyra melirik ke kanan dan mendapati sosok An Ming--Laila, tengah menyisir rambut coklatnya yang tergerai menggunakan sela-sela jari tangannya. Gadis itu sudah melepas kepang rambutnya dan duduk disebelah Kyra.

"Uwahh ..... Lihat itu!" girangnya sambil menunjuk puluhan kesatria kerajaan yang muncul dari lorong demi lorong, mereka mengenakan jubah berbeda yang menandakan identitas kekaisaran masing-masing. Suara derap langkah mereka menggema hingga lantai sedikit bergetar.

"Gilaaa ...!!! Lihat itu, itu, dan itu! Wuahh, bahkan ada yang menyamar jadi rakyat jelata untk menjaga keamanan para penonton!" Nada Laila ceria tapi matanya awas memperhatikan setiap detail.

Sedangkan Kyra hanya diam seperti pemangsa yang tengah mengukur arena berburu. Karena ditempat inilah yang lemah akan dipermalukan dan yang hina akan semakin terhinakan, tidak ada waktu untuk mengagumi kemegahan arena lomba.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 15 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

𝑻𝑰𝑴𝑬 𝑻𝑹𝑨𝑽𝑬𝑳 : 𝑂𝑓 𝑎 𝐶𝑜𝑙𝑑-𝐻𝑒𝑎𝑟𝑡𝑒𝑑 𝑊𝑜𝑚𝑎𝑛Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang