Hallo, aku hanya bisa berkata Maaf yang sebesar-besarnya, setelah menerima banyak kekecewaan😔
*******
Menjadi tempat favoritnya, sebagai pengangguran tetapi uang mengalir, Haris menghabiskan kesehariannya hanya untuk duduk menikmati pemandangan pantai di depannya. Waktu itu, Haris sudah bertekad untuk melupakan, melanjutkan hidup, move-on, tapi tetap saja di berbohong. Tidak bisa, melihat pemandangan di depannya bisa mengobati rasa rindunya pada Nila.
Hidupnya hampa sekali, datar-datar saja. Tidak ada yang menarik. Diusianya ini saja dirinya masih jomblo. Memegang janjinya untuk tidak ada wanita lain selain Queenila.
Haris merebahkan dirinya diatas pasir, menatap langit dengan sayu. Berpikir, kedepannya apakah dirinya masih harus seperti ini?
Ctak!
Haris mengaduh kesakitan, ketika sebuah batu kecil terlempar di kepalanya. Ia duduk, mengusap kepalanya sembari menatap kesana-kemari mencari tersangka yang sudah berani usil melemparnya batu.
Ctak!
Lagi. Kali ini bukan di kepala, melainkan di lengan kanannya.
"Siapa, Sih?! Ngga usah ganggu gueh, anjir!"bentaknya.
Ctak!
Ketiga kalinya.
"Woo As—-"
"AKU DISINI!!"
Suara teriakan wanita yang menggema, membuat burung-burung yang beterbangan di langit kabur ketakutan. Haris pun merasa merinding, mengusap lehernya yang berkeringat.
Ia mencoba berbalik badan, dan alhasil dirinya Diam mematung menatap wanita di belakangnya, bergaun putih cantik, rambut panjang yang melambai-lambai. Tapi raut wajah dia cemberut, menatap Haris dengan kesal seperti ingin melahapnya hidup-hidup seperti zombie.
"KENAPA NGGA PULANG?"teriaknya lagi pada Haris, meringis menepuk pipinya supaya dia sadar.
"H-haa?"jawab Haris dengan bingung, ia mendengar tapi tak mengerti sebenarnya apa yang diucapkan wanita itu. Mimpi kah ini? Gumam Haris. Menepuk-nepuk pipinya lagi dengan keras.
"YAUDAH KALAU GAK MAU PULANG!!"
"Tu-Tunggu!"teriak Haris.
Wanita itu menghentakkan kakinya menatap Haris kesal dan berlari menjauhinya.
"Nila tunggu!"
Haris berlari menyusulnya. "Nila!"panggilnya lagi, berlari secepat kilat tapi wanita tidak bisa ditemukan.
"QUEENILA!"
PRAKK!!
Orang tua Haris yang baru saja masuk ke ruang rawat inap anaknya langsung tercengang, anaknya yang sudah tak sadarkan diri selama setengah tahun itu mendapatkan tamparan keras dari tangan Cakra.
Mereka syokk. Menutup mulutnya rapat-rapat dengan kedua tangannya.
Dendam apa lagi ini Cakra dengan anakku. Batin Papi Haris sambil menjerit di dalam hatinya. Pertengkaran keduanya tidak ada habisnya sama sekali.
Tapi dari tamparan itu, menyadarkan Haris dari tidur panjangnya. Ia mulai terbangun dengan nafas tak beraturan, badannya basah oleh keringat, padahal ruangan itu ber-AC, dan juga tidak sempit.
Syok kedua kalinya. Buru-buru orang tuanya menghampirinya. Memeluk Haris bergantian. Mereka bahagia, Harisnya sudah sadar!
"Hallo, ini angka berapa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
QueeNila (End)
RomansaTIDAK PLAGIAT DAN JANGAN PLAGIAT!!! "Cinta itu lucu ya bisa berlabuh kemana aja tanpa kita dugong."-Nila Diam-diam menjalin hubungan dengan teman ayahnya namun kemudian dipertemukan dengan anak dari mantan masa lalu sang ayah. Apakah Nila akan olen...
