Huwaaa sudah se abad kita kaga jumpa gaes wkwkw gimana ih kabar nya. Wkwkwk. Ayo baca dulu yaa
....
Suatu hari di pedesaan terpencil di tengah-tengah perbukitan. Desa itu tidaklah kecil, cukup untuk membangun masyarakat yang aman dan tentram, dengan beberapa pemimpin dan pemerintah di dalam nya.
Konon, seluruh warga desa di risaukan dengan ada nya seekor siluman ular putih, dimana beberapa warga telah menjadi korban siluman itu, dengan mati mengenaskan dimana di bagian dada yang bolong.
Para petinggi juga para warga yang memiliki ilmu, sangat waspada dimalam hari. Mereka yakin para siluman itu akan datang di malam hari. Juga banyak sekali anak muda yang menjadi tabib untuk menyembuhkan para warga desa. ( banyak anak muda yang belajar pengobatan )
Tap tap tap.
"Jess, Jess hos hos"
"Ada apa paman?"
"Jessie mana?" Pria itu melewati para tabib yang ada di klinik, ia berlari masuk untuk mencari seseorang. "Ah, Jess rupa nya kau di sini" namun seseorang yang bernama Jessie tidak merespon diri nya terus fokus memilih ramuan-ramuan pada rak. Semua orang berkumpul mengelilingi nya.
"Jess, para warga menjadi korban siluman itu lagi. Ayolah kau bergabung untuk menghabisi siluman itu, Jess" ucap nya dengan memohon, pria itu terus mengikuti langkah kemana si bocah itu berjalan.
"Ayolah kak Jess, kau kan sangat jenius" itu adalah permintaan dari para tabib lain nya.
terdengar helaan nafas dari mulut nya.
"Sudah berapa kali ku katakan, Guru. Aku tidak mau. Lagian, siluman itu mungkin saja tidak melakukan nya" semua nya melongo mendengar jawaban dari nya.
"Hei Bodoh" orang itu mendorong kepala Jessie dengan telunjuk nya. "Kau boleh tak mau bergabung, tapi kau tak boleh tak percaya ada nya siluman!"
"Sudah-sudah, kalian berdua ini selalu saja ribut. Yasudah kalau kau tak mau, Biar paman saja sendiri yang menghadapi siluman itu" ucap nya dengan percaya diri. Semua tabib menatap tidak percaya pada nya, hingga pria tua itu keluar dari klinik ini.
Semua nya membubarkan diri, menyusahkan dua tabib yang tadi hampir saja bertengkar. "Kau itu, memiliki kekuatan Keris Giok Liong. Seharus nya kau bisa melawan siluman itu"
Jessie berbalik badan. "Hei Shani, menurutku yang menghabisi para warga bukan lah siluman ular itu" Jessie menyibak jubah nya lalu duduk di kursi panjang yang terbuat dari bambu, sembari ia mengetukan telunjuk nya ke arah dagu.
Dua kali Shani menoyor kepala Jessie. "Jika kau tak percaya siluman itu yang membunuh para warga, sama saja kau tak percaya bahwa yang membunuh orang tua mu adalah siluman itu" Jessie langsung menoleh ke arah Shani yang wajah nya begitu dekat.
"Sudahlah Shan, pembahasan siluman selalu kau utarakan pada ku. sampai kapan pun aku tidak akan tergiur untuk bergabung bersama guru" Jessie memanggil pria tadi dengan sebutan Guru, karena sedari kecil Jessie selalu di berikan ilmu-ilmu bela diri sedangkan para tabib itu hanya di berikan pekerjaan untuk mengobati para warga yanh terluka. "Besok aku harus ke gunung Shin, ramuan Ginseng sudah hampir habis"
"Pergilah, aku tak akan menemani mu" Shani berdiri dari duduk nya dan keluar untuk bergabung dengan tabib lain nya.
.....
Gaes ada kelanjutan nya ya tapi di Karyakarsa. Ayo, baca gratis ko gaes. Aku nulis nya 1 minggu karena di karyakarsa ga bisa kopas ternyata ya. Capek juga hehhe. Oh iya Link ada di Bio ya. Ayo gaes author bakal pindah ke sana tenang masih veomi hihihi ya walaupun udh gada peminat nya sih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Veomi
Fanfictionkumpulan cerit-cerita yang gak jelas. Alur nya aneh. Kalian kalo mau baca pikir-pikir dulu. Soal nya random semua...
