Pada Malam Yang Berbadai

399 36 16
                                        

Holla gaeees. Heheh combek nih author gaes, kumaha damang gaes? Damang atuh nya, di daerah author kaga hujan-hujan, di kalian gimana. Panas bgt di mari.

Oh iya, author dateng nih dengan cerita yang makin aneh hehe, standar nulis author sudah menurun gaes jadi udah bingung. Udah lah langsung baca saja ya, tenang gaes ini ada kelanjutan nya kok. Hehehe cikidot.
Maapkeun typo nya ya gaes
....

Hari bebas telah tiba untuk para anak sekolah. Karena waktu ujian talas selesai, sungguh sangat menyenangkan bagi nya. Namun ada pengumuman sangat penting bagi warga sekolahan, penutup semester satu ini, kepala sekolah mengadakan camping bersama dengan seluruh warga sekolah, tidak ada kaitan nya dengan kegiatan eskul apa pun, acara ini hanya untuk bersenang-senang.

Jika tahun lalu, setelah ujian akan di adakan perlombaan antar kelas, tahun ini sangat beda dan ini adalah tahun pertama sekolah mengadakan camping bersama. Tentu saja biasa nya camping hanya akan di lakukan oleh Para kelas 10, kali ini seluruh warga sekolah wajib ikut bahkan mang Diman pun, yaitu tika bersih-bersih sekolah.

"Wah bakalan seru nih nanti" ucap anak kelas.

"Oh iya, setiap kelas di wajibkan menampilkan sesuatu di depan dan itu bebas" penyampaian itu di sampaikan oleh seorang wali kelas. Begitu bergembira mereka mendengar akan ada nya acara ini.

"Tumben sekali sekolah mu mengadakan acara di luar, Ve" Ve menceritakan pengumuman siang tadi kepada ibu nya, karena setiap apa pun Ve akan menceritakan pada orang tua tunggal nya itu. Ve hanya tinggal bersama Mama nya, karena sang Papa sudah memilih wanita lain, Tapi itu tidak menutup kemungkinan sang Mama Ve bisa sukses, bukti nya mereka tanpa sosok pria pun hidup dengan damai.

"Kinal ikut, Ve?" Makan malam ini di hiasi dengan obrolan kecil.

"Semua anak sekolah harus ikut, mustahil banget seorang Kinal gak ikut, Ma" sang Mama hanya terkekeh, memang benar sahabat Ve ini selalu ikut kemana pun kegiatan sekolah di adakan.

"Apa seseorang yang kamu idam kan juga ikut?" Baru saja Ve menyuapkan makanan nya, langsung saja Ve mendongak menatap sang Mama. Ve hanya menghela nafas, sang Mama terus saja membahas sesorang yang pernah di ceritakan nya, dimana Ve sangat kagum kepada wanita itu.

..

Hari itu tiba, dimana sekolah di penuhi dengan para siswi dengan berpakaian macam-macam. Ve hanya memakai celana trening biasa dan kaos serta pinggang nya di ikat oleh jaket nya, dan di leher Ve memakai earphone.

"Ve" Ve menoleh kala mendengar seseorang memanggil nya, namun Ve menghela nafas setelah tau siapa yang memanggil nya. "Ih kamu keren banget" Ve semakin malas mendengar nya, Ve berdiri dari duduk nya, tadi nya Ve menunggu Kinal yang belum juga datang, Tapi Ve lebih dulu badmoode setelah orang lain yang datang.

Ve hendak melangkah pergi, dari kejauhan Kinal memanggil. Untung saja Kinal datang, kalo tidak Ve akan bener-bener kesel dengan orang yang mengganggu nya.

"Eh gagang korek alias Sisil, lo ngapain di sini?" Kinal paham dengan raut wajah Ve, karena Kinal tau Sisil ini sangat terobsesi dengan sahabat nya ini. "Sono Lo jangan gangguin Veranda"

"Ih apaan sih Lo, Nal. Ganggu mulu" ucap nya dengan kesal tapi Sisil tetap pergi setelah di usir oleh Kinal.

"Wih cakep bener da temen Gue" Kinal pun memuji penampilan Ve, padahal menurut Ve ini adalah pakaian biasa yang setiap hari Ve pakai di rumah nya jika sedang santai.

"Ck, Lo sama aja kaya Sisil" Kinal terkekeh lalu mereka pergi ke lapangan untuk mendengarkan arahan dari kepala sekolah sebelum berangkat.

Ve yang notabe nya tinggi pun dengan khusu mendengarkan ceramahan dari guru di depan, tidak seperti Kinal yang beberapa kali mengagumi yang lain dengan penampilan nya. "Ve, gila Cewe Gue cakep banget" ucap Kinal dengan mata yang berbinar, kali Ini Ve ikut melihat dan mencari posisi orang yang di maksud, biasa nya Ve enggan untuk melihat walaupun Kinal selalu menunjukan nya.

VeomiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang