Rasa Kaget Semua Orang

136 8 0
                                        

"Bangunin dulu Edgar gih. Kita makan sekarang aja mumpung masih anget," ujar Wilda sembari membuka celemek ditubuhnya.

Keesha pun melakukan hal yang sama. "Keesha ke atas ya, Ma."

Saat berjalan ke arah tangga, terlihat calon ayah mertua dan adik iparnya pun tengah tertidur di kursi. Manis sekali rasanya melihat kehangatan antara ayah dan anak itu.

Kembali Keesha melanjutkan langkahnya. Ia membuka pintu kamar Edgar dan berdecak keras.

"Pelor banget anak orang."

Ia menyingkap tangan Edgar yang menutupi matanya. "Yang, bangun yuk." Tangannya menepuk pelan pipi Edgar.

Tidak ada respon.

Sekali lagi. Keesha menepuk pipinya lagi dengan agak keras. "Hey. Ayoo aku udah masak. Kita makan."

Bukannya bangun. Edgar malah menggenggam tangan Keesha yang berada di pipinya. Ia menahan tangan itu agar tidak pindah dari sana.

"Malah makin nyenyak. Kamu gak laper?"

"Lima menit lagi, Yang," sahut Edgar dengan suara serak.

"Aku udah laper banget ini. Mama juga udah nunggu dibawah. Ayo," ajak Keesha sembari mengusap rahang Edgar membuat pria itu menggeram tertahan.

Kini posisinya berubah. Ia memeluk pinggang ramping Keesha dengan paha Keesha sebagai bantalan tidurnya. "Usap lagi kayak tadi," pintanya manja.

Keesha mendelik. "Cukup lagi sakit aja manjanya. Kalo lagi bugar begini gak usah kayak anak kecil." Meski tak urung ia melakukan yang Edgar pinta.

Sial!

Dia yang minta tapi dia juga yang kegerahan sendiri.

Cuma usap rahang tapi kenapa bisa sepanas ini?

Keesha yang tak tau apapun hanya melakukannya dengan polos sembari terus mengomel.

"Hmm kamu bikin aku gila, Yang," gumam Edgar membuat Keesha tersadar.

"Heh!" geplaknya pelan. "Udah buru bangun ah. Kalo gak bangun sekarang aku mau makan bareng Papah sama Mama aja."

"Enak," sahut Edgar membuat mata Keesha melotot.

"Najong kamu. Makan sekarang atau aku balik sendiri?" ancamnya.

Dan berhasil. Pria itu pun mulai bangun dari tidurnya. "Gak sabaran banget heran."

"Ya kamu dibangunin susah banget."

"Ini juga udah bangun daritadi," jawab Edgar dengan mata tetap terpejam berat. Kembali ia berulah.

Membenamkan wajahnya dilekukan leher Keesha dan menciumnya membuat Keesha kegelian.

"Yang ih ini dirumah." Di dorongnya wajah Edgar. "Mana ada bangun. Mata aja masih nempel begitu."

"Bangun ini." Edgar meyakinkan. "Yang lain tapi," lanjutnya pelan.

Dengan cepat Keesha menjambak rambut kekasihnya itu.

"Aw ih sakit gila!"

"Bisa gak sehari aja gak usah mesum?" marah Keesha. Dia bangun dari duduknya. "Lima menit gak turun, aku beneran balik naik grab. Bodo amat di mobil berduaan sama driver ganteng." Lalu berbalik, berniat meninggalkan Edgar yang mendelik.

Tapi tidak semudah itu. Tangan Edgar lebih cepat menangkap pergelangan tangannya yang kecil itu.

Keesha kembali terduduk di depan Edgar karna tangannya ditarik paksa.

"Ngomong apa?" tanya Edgar dingin.

Keesha sedikit gentar melihat tatapan Edgar.

"Ngomong sekali lagi." Keesha tetap diam. "Aku bilang ulang omongan kamu yang tadi, Keesha."

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Nov 07, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BackstreetCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang