Ajakan Adrian (revisi)

1.5K 62 4
                                        

Pagi ini Edgar kembali menjemput gadis pujaannya seperti hari hari kemarin. Dan tentang pertengkaran semalam, nasib baik Edgar tidak memperpanjang perdebatan karna tak tega saat melihat wajah lelah yang terpancar dari ekspresi Keesha.

"Hari ini anak basket full gak masuk kelas sampe jam istirahat kedua. Abis itu kita pulang," beritahu Edgar sambil menyugar rambutnya cool.

Mendengar itu Keesha menoleh kaget. "Loh kenapa?"

"Lusa kan kita ada turnamen. Jadi hari ini mau full latihan, besoknya nyiapin fisik." Edgar merangkul pundak Keesha saat melihat gerombolan anak IPS berjalan dilawan arah.

Edgar tetaplah Edgar. Si possessive yang terkesan lebay bagi mereka yang menyadarinya.

Keesha mengangguk perlahan. "Berarti kamu pulang duluan dong?"

Edgar mengangguk. "Tapi bukan berarti kamu pulang sendiri," sahutnya tegas. "Pulang sekolah kamu tetep aku jemput."

Diam diam Keesha mencibir dalam hati. Baru saja ia merasa diterbangkan ke langit paling atas saat tau bahwa jam pulangnya dan Edgar tidak sama. Tapi sepertinya cowok itu tidak akan pernah membiarkannya tenang barang sejenak saja.

"Aku gak mau kejadian semalem ke ulang lagi," lanjutnya dengan nada sindiran membuat Keesha merenggut.

"Bahas aja terus."

Sedangkan Edgar, ia hanya memasang wajah tak pedulinya.

Dari arah tangga sudah terdengar jelas teriakan teriakan yang berasal dari kelas Keesha dan Edgar. Keduanya mengernyit penasaran. Dan saat keduanya masuk kelas, mata mereka langsung disambut oleh kekacauan yang ditimbulkan oleh Levin and the genk.

"VIN GILA YA LO NGAPAIN GANTI BAJU DISINI ANJING?!" teriak Fany sambil melempari Levin dengan alat tulis yang ada di depan matanya.

"Astaga Fan lu kesurupan apa dah. Heboh amat timbang ganti baju doang bentar," sahut Levin tanpa dosa.

Rio mengambil celana basketnya, bersiap menurunkan seragam abu miliknya sambil tersenyum membuat Edgar refleks menutupi mata Keesha dengan telapak tangannya.

"Yo anjing ngapain kepsek bangun toilet kalo lo semua ganti baju aja bikin heboh anak cewek?" teriak Iqbaal selaku KM kelas.

Edgar menggiring Keesha agar duduk dikursinya. "Heh pindah lo semua ke toilet. Jangan bikin rusuh kelas pagi pagi," titahnya membuat semua menoleh.

Rafa yang sudah membuka seragamnya angkat bicara. "Kelas ipa 3 sama ips 5 lagi olahraga. Males antri gua."

"Ganti baju dibelakang perpus kalo gak mau antri."

"Gila lo disana banyak orang. Bahaya aset gua kalo sampe kesebar sebelum waktunya," sahut Vito.

"Lo kira kita semua bukan orang hah?" galak Resha sambil berkacak pinggang membuat Vito menciut.

"Ya kan kalo sama anak kelas gak malu malu amat gitu. Kita kan keluarga," ucap Vito membuat Alea melotot.

"Keluarga pala lo. Noh dipojok kelas pak botak lagi liatin kelakuan lo semua. Gak malu lo kalo pak botak tau aset lo semua hah?" semprotnya sambil menunjuk pada cctv pojok kelas.

"Ajig perkara ganti baju aja dibikin heboh. Ganti baju di lab kimia ajalah. Jam segini pasti masih kosong." Levin memunguti pakaiannya dan mulai berjalan keluar kelas. Diikuti oleh Rafa, Rio, Vito dan Nino.

"Cabut cabut. Cewek kelas sini rese semua," celetuk Nino membuat Winy yang duduk dimeja dekat pintu refleks menarik rambutnya keras.

"Ngomong apa lo?" sangarnya.

BackstreetTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang