"Ke Dufan?" tanya Frisca mengulang ucapan Calum.
Calum mengangguk acuh, Ia mengangkat sebelah alisnya "iya, gue ngeliat muka lo merana, kayak orang mau mati. Daripada lo mati tergeletak di mobil gue, mending kita ke Dufan. Tinggal milih mau loncat dari halilintar atau apa tuh yang baru? Tornado ya?"
Frisca mendelik. Kurang ajar ini orang, nyuruh dia bunuh diri. Emang sih dia sedih karena Luke pergi, tapi ya gak selebay itu lah.
"Mau gak?" tanya Calum.
"Ini serius?" tanya Frisca tak percaya. Mimpi apa dia tau-tau majikan super sombongnya ini ngajak dia ke taman bermain kayak gitu.
"Bawel!" tukas Calum sambil menstarter mobilnya. Sedan hitam itu mulai keluar dari pelataran park terminal dua bandara Soekarno-Hatta.
Calum meraih ponselnya, mencari ke daftar kontaknya lalu mendekatkan ponsel itu ke kupingnya, "halo Pak Andi. Iya, ini Calum. Iya udah lama. Saya gak mau banyak basa basi. Iya saya mau kesana. Hm.. bisa tolong diclear-in Dufannya?"
Frisca bengong. Apaan tuh maksudnya diclear-in? Mau dikosongin gitu? Gila kali.
Calum menyelesaikan pembicaraan dan menutup ponselnya "apa liat-liat?" katanya galak, menatap Frisca yang masih cengo.
"Tuan ngosongin Dufan?" tanya Frisca. Gini-gini dia kan pernah liat liputan soal taman bermain besar itu di tv, libur gak libur pasti tetap ramai, kalo dikosongin berapa ribu manusia tuh diusir? Gila.
"Iya.." kata Calum sambil menyetir.
"Karena kita mau kesana?"
Calum menatap Frisca jengkel "lebih tepatnya karena gue mau kesana. Biasa aja.. dari gue kecil juga begitu."
Hah? Buset. Ckckck.
"Udah lama juga gak ke Dufan. Dari umur delapan tahun, gue udah gak kesana lagi. Mending ke Genting atau ke Goldcoast atau Disneyland sekalian."
Frisca mencibir. Mulai sombong dia, padahal Frisca sendiri ke Dufan aja belum pernah.
"Sayangnya Genting, Goldcoast atau Disneyland gak bisa gue kosongin kayak gitu. Ckck." Calum menggeleng sok menyesal. Mungkin dia berniat membeli Disneyland habis ini.
"Kan.." Frisca gak tahan memprotes, "nyusahin orang yang mau main kalo egois gitu. Mereka yang lagi disana kan udah bayar, masa mau diusir?"
Calum memandang Frisca tajam, sekilas.. wajah Frisca berubah menjadi wajah manis si kecil Mai di benaknya. Omongan Frisca tadi persis omongan Mai bertahun-tahun yang lalu, saat Calum juga meminta ayahnya untuk mengosongkan Dufan karena Ia dan teman-teman kecilnya mau bermain sepuasnya disana, tanpa mengantri.
Frisca Cuma balik memandang Calum. Calum mengalihkan pandangannya ke jalanan di depannya. Dulu, dia mengabulkan permintaan Mai dan membatalkan rencananya untuk mengosongkan Dufan. Sekarang?
Calum menghela nafas, meraih kembali ponselnya "halo Pak Andi. Iya ini Calum lagi. Gak usah diclear-in Dufannya, tapi saya gak mau ngantri.."
Frisca mencibir, dasar Tuan Muda ckck.
"Apa? Fast track? Tapi Cuma 5 wahana? Gak ada yang semuanya? Ck, payah! Ya udah deh." Calum menutup ponselnya "payah."
Frisca Cuma menggelengkan kepala.
***
Gabby badmood setengah mati. Dengan perintah tegas, Ia menyuruh pihak sekolah mengosongkan cafeteria, padahal waktu itu jam istirahat. Masa bodo dengan siswa yang menggerutu di depan sana. Pikiran Gabby sedang sangat kacau. Ia butuh tempat sendiri. Yang sepi. Tanpa teman-temannya, kali ini.
![Love Command [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/74953019-64-k769117.jpg)