Calum menghentak-hentakan kepalanya mengikuti irama alunan lagu "KRAZY" dari grup music Pitbull. Stereo turbo yang dipasang di bagian depan dan belakang sedan hitamnya mendukung beat demi beat asik lagu khas clubbing itu.
Frisca menghela nafasnya sambil sesekali melirik kea rah 'tuan'nya yang sedang asik dengan dunianya sendiri. Frisca gak pernah mendengar lagu seberisik itu sebelumnya. Ini satu mobil isinya speaker semua kali ya?
Calum melajukan sedannya dengan kecepatan tinggi, seakan-akan jalanan sudah dibeli olehnya. Frisca mendesah pelan, untung mereka berangkat agak pagi, jalanan masih sepi. Jadi persentase resiko kecelakaan karena ke-seenakan perut Calum dapat menyusut sedikit.
Calum menggerakan setir sambil mengecek ponselnya. Hmm, sms gak penting lagi. Gak ada kerjaan kali ya cewek-cewek itu? Dia paling malas men-delete-nya satu-satu.
Calum mengacungkan ponselnya ke depan muka Frisca. Frisca mengerutkan keningnya.
"Kenapa tuan?"
"Hapusin!" kata Calum enteng. Pandangan matanya masih menyapu jalanan di hadapannya.
"Hah?" Tanya Frisca spontan.
Calum memalingkan wajah tampannya dengan kesal "gue bilang hapusin! Gak ngerti bahasa Indonesia?"
Dengan takut-takut, Frisca meraih ponsel Calum. Mampus. Ponsel Calum adalah ponsel terbaru yang biasa Ia lihat di majalah milik Mauren, layar sentuh pula. Frisca kan gaptek. Akhirnya, Frisca cuma bisa menatapi ponsel Calum. Mau nanya, takut. Mau coba-coba ngapus, kalo kepencet yang lain bisa bahaya.
"Lama amat?" Tanya Calum kesal.
Frisca akhirnya membuka mulut "saya gak ngerti."
Calum menghela nafas kesal "kampung.." katanya pelan, lalu mengambil kembali ponselnya "bego juga sih gue nyuruh elo."
Frisca cuma bisa mengurut dada dalam hati.
"Ntar siang" kata Calum tiba-tiba "elo pulang sendiri, gue mau cabut waktu jam pelajaran ketiga."
Frisca cuma mengangguk, ya namanya bawahan nurut aja sama majikan. Meskipun majikannya super duper nyolot model Calum begini.
Tak berapa lama, sedan Calum memasuki sebuah jalan kecil yang cukup sepi. Calum memandang Frisca tajam. Sementara Frisca ketakutan. Apa salahnya?
"Turun!" kata Calum.
"Hah?" kata Frisca spontan lagi.
"Elo turun disini, sekolah gue udah deket. Elo silahkan jalan kaki, gak usah ikut gue. Bisa rusak reputasi gue kalo ada yang liat gue datang sama elo."
Frisca Cuma bisa pasrah dan melangkah turun. Grrr banget 'tuan muda'nya ini.
"Oya, gak usah bilang ke Luke, oke?" tambah Calum.
Tanpa sepatah kata lagi, Calum mundur dan melajukan mobilnya, meninggalkan Frisca dan kebingungan.
***
Lucu banget ha ha ha. Cuma lima patah kata itu yang ada di benak Frisca. Butuh 20 menit baginya untuk bisa sampai di depan gerbang sekolah barunya. Karena Frisca sebelumnya gak tau nama sekolahnya, dia harus bertanya pada belasan orang, hingga ada yang bisa memberitahunya nama sekolah dari lambang yang tersemat di blazernya. Frisca hampir berputar-putar karena berbagai petunjuk ngaco yang didapatnya.
Lucu banget ha ha ha. Pertama masuk ke sekolah super elite ini dengan kondisi hampir bermandikan peluh. Frisca memelototi plang besar di depan gerbang. SEASON SENIOR HIGH ACADEMY. Oke, jadi ini nama sekolahnya. Bagus.
![Love Command [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/74953019-64-k769117.jpg)