Apa yang salah dari orang yang terlalu dalam sayang sama orang lain? – Raditya Dika, Misteri Surat Cinta Ketua OSIS, p. 40, Marmut Merah Jambu.
***
Saat itu langit masih menggigil. Tubuhnya biru kehitaman ditiupi angin pagi, yang kini beralih membiakkan diri menembus pori-pori kaca dan kisi-kisi jendela sebuah ruangan di lantai dasar salah satu rumah di bilangan elite Jakarta.
Biakan itu terus menari berputar disana. Melompat lalu bergelantungan seperti pemain trapeze di antara dinding-dinding ruang yang sama, mengendusi pigura, menduduki mobil-mobilan jeruk bali tak seberapa, mengaliri rantai seuntai kalung berbandul tutup gabus biasa lalu menyapa segerombolan stok kotak berpita. Hingga akhirnya terdengar ceklikan engsel dan kepala seorang gadis manis menyembul dari pintu kayu aras yang terbuka.
Peranakan angin ini membelah lagi. Sebagian berlari melewati sela pintu dan mulai membentuk kisahnya sendiri, yang sayangnya takkan dilantunkan dalam dalam cerita ini.
Nah, saatnya kita tengok gadis berparas cantik tadi. Ia sudah melangkah masuk ke dalam ruangan lalu menutup pintu di belakangnya. Rambut ikal panjang alaminya bergoyang pelan seperti pegas saat Ia melangkah panjang melalui karpet bulu menuju sebuah teknologi yang membuatnya berdebar. Personal Computer.
Bukan. Bukan. Aliran darahnya berkejaran bukan karena PC-nya tampak begitu tampan. Tapi karena benda inilah yang belakangan menjadi alat komunikasi dua arah bagi gadis itu dan seorang penawan. Penawan sekaligus pencuri kepingan hatinya, yang sampai sekarang belum juga dikembalikan.
Pencuri tak bertanggungjawab, batinnya sambil tersenyum kecil dan duduk di depan PC-nya yang sedang berbenah diri.
Ia menghela nafas pelan, terkadang melirik waswas ke belakang –arah pintu- setiap kali merasa mendengar suara gemerisik yang mencemaskan. Gadis itu kembali memutar kepalanya ke depan lalu menggeleng sendiri. Memutuskan suara-suara tadi mungkin hanya khayalan. Rupanya beginilah tipikal orang yang sehabis mengendap-ngendap (karena takut ditanyai apa yang membuatnya berkeliaran sepagi ini) dan sedang melakukan sesuatu yang 'terlarang'. Selalu risau dan takut akan ketahuan.
Ia mengalihkan pandangan ke arah layar yang telah siap lalu meraih mouse, menekan tomnbol kanannya dan memilih option 'refresh' beberapa kali. Ia tersenyum saat sebuah taskbar tiba-tiba menyambar dan menandak-nandak penuh semangat.
Calum25 : Rise & shine! Gmorn, mai C; sleep well? dreamed me lately?
Ia tersenyum simpul lagi, menyerapi kata per kata yang terketik tadi dalam hati. Berusaha menikmati debaran hangat yang kini menjalar disana.
Toughme : dreamed you? lately? mm.. maybe
Ia hanya berpura-pura tentu saja, bagaimana bisa Ia tak memimpikan penawan ini setiap hari?
Calum25 : Don't be such a hypocrite. I know u do that every night or maybe ..
Calum25 : You just saw my pic and sighed about how good looking I am?
Toughme : oh right ! u got me twice ! *sarcastic-toneplease*
Calum25 : ok stop this debate. im getting tired. when will u come & show me urself? im already crazy..
Ia merasa ingin berteriak. Tidak mengertikah pemuda ini betapa inginnya pula Ia memunculkan diri? Berlari dengan pasti, tanpa hanya bisa memandangi dan mengatakan bahwa dialah Mai.
Ia mendesah pelan. Tapi tentu tidak bisa dengan cara sefrontal itu. Ia tidak ingin mengejutkan tiba-tiba dan mengacaukan segalanya. Maka Ia menampilkan dirinya dalam potongan, selapis demi selapis. Dijelmakannya menjadi teka-teki.
![Love Command [5SOS]](https://img.wattpad.com/cover/74953019-64-k769117.jpg)