Re bangun udah sampe"salma menepuk pipi renata dengan pelan.
"Emhhh" renata mengulet dan membuka mata yang masih samar-samar.
"Ayo turun" ajak salma pelan.
"Jam berapa si tante, kaya udah malem banget?" tanya renata dengan suara khas bangun tidur'nya.
"Jam 12kurang 5menit" jawab salma santai.
"Astagfirullah, masa iya Tan?? Rere tidur dimobil udah berapa jam?" tanya renata melotot.
"Ada kali 3jam'an mah" ucap salma santai.
"Tante kelamaan dibutik sih tadi! Sampe renata ketiduran gini" decak renata kesal.
"Yaudah sana masuk duluan, biar tante yang bangunin kekey" suruh salma.
Renata'pun turun berjalan menuju pintu besar rumah salma, mengernyit bingung kenapa rumah tante'nya gelap sekali pikir renata "Tan omDev tadi gak jadi nyusul ke mall kan?" tanya renata berbalik.
"Engga, kenapa?" tanya salma balik.
"Kok rumah gelap banget? Apa omDev belum pulang?" tanya renata lagi.
"Udah, mungkin tidur duluan" jawab salma santai.
"Rere masuk duluan ya Tan" pamit renata membuka pintu.
1...
2...
3...
'DUARRRRRRRR'
lampu menyala dan diiringi suara ledakan balon yang sangat besar, membuat renata terkejut seketika lalu menutup mata dan telinga'nya rapat-rapat.
"HAPPY BIRTHDAY RERE, HAPPY BIRTHDAY RERE, HAPPY BIRTHDAY HAPPY BIRTHDAY.. HAPPY BIRTHDAY RERE!!!" Semua orang yang berada disana nyanyi dengan serempak.
Renata menutup mulut'nya yang sedikit menganga dengan air mata mengalir dikedua pipi'nya, Pertama dilihat'nya aldi membawa kue yang cukup besar menghampiri renata dengan senyuman khas'nya "Happy birthday renata" ucap aldi menyodor'kan kue yang ia bawa menyuruh'nya untuk tiup lilin.
"Jangan lupa wish'nya" ucap aldi lagi.
Setelah renata meniup kue yang dibawa aldi dan teman-teman'nya, ia menghampiri riyan yang memandang dengan senyum sendu.
"Happy birthday princess kesayangan papi, panjang umur sehat selalu ya nak" bisik riyan dikuping renata dengan pelan dan mengerat'kan pelukan'nya seakan renata tidak boleh melepaskan pelukan itu.
"Makasih papi hikss.. Renata sayang banget sama papi hikss..hikss" ucap renata seseguka'an.
Pelukan'nya beralih kehaikal "Selamat ulang tahun sayang'nya abang, panjang umur sehat selalu ya re, abang sayang banget sama kamu" ucap haikal mengelus Puncak kepala renata dengan sayang.
Dilubuk hati'nya yang paling dalam, Renata sangat sedih karna dihari bahagia renata mami'nya tidak hadir untuk merayakan hari lahir'nya saat ini bersama keluarga dan teman-teman'nya.
"Ren" aldi menghampiri renata dengan bunga dibawa'nya.
Sebelum melanjut'kan bicara'nya aldi mengambil oksigen banyak-banyak dan mengehembuskan'nya dengan perlahan "Gue bingung harus mulai dari mana, jujur gue gak bisa ngegombal kata romantis dan main drama kaya cowo-cowo lain yang pintar mem'peran kan semua'nya diluar sana.. inti'nya gue sayang lo ren" jeda aldi sebentar menarik nafas perlahan "Will you be mine?" ucap aldi bertekuk lutut dihadapan renata saat ini.
Darah renata berdesir hebat seakan dunia terhenti seketika debaran dijantung'nya saat ini sangat-sangat tidak bisa dekendali'kan secara baik. Apakah ia mimpi?
'oh god kalo ini mimpi, pliss bangunin gue sekarang juga!!!' batin renata berteriak.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENATA (completed)✔
Teen Fiction'Perempuan tangguh' -dia berkata. Sikap dingin yang selalu terpancar dalam dirinya, membuat semua orang berfikir bahwa ia adalah gadis angkuh berdarah biru. PADAHAL pada kenyataannya sangat berbanding tebalik, masalah-masalah dalam hidupnya selalu...
