Reyhan pov.
Jam yang betengger ditangan kirinya reyhan sudah menunjuk'kan pukul 06:25 pagi, ia bergegas untuk berjalan lebih cepat kearah kelas'nya 11-Ipa3.
Sesudah ia menapak'an kaki didalam kelas'nya reyhan menghela nafas pelan, melihat suasana kelas sangat ramai melebihi pasar pikir'nya. Ada yang sedang mojok bersama pacarnya disudut ruangan, berselfie ria, menggibah satu sama lain, bahkan lebih parah bermain kejar-kejaran seperti anak diusia Dini, matanya beralih pada renata yang sedang bercanda ria dengan aldi.
Entah kenapa saat ia melihat tawa itu, reyhan sangat suka dibuat'nya. Ia berjalan melewati bangku renata dengan pandangan tak lepas dari wajah renata.
"Pagi rey" ucap maurel senang.
"Pagi" jawab reyhan tersenyum, baru 2Bulan ia masuk kelas 11-Ipa3 reyhan sudah sangat akrab dengan teman-teman renata, etss ralat tentu'nya teman-teman renata'lah yang sok akrab padanya.
"Dasar daki! Pagi-pagi udah modus aja" decak Rio.
"Yeee suka-suka gue lah, ko lo sewot?" tanya maurel sinis.
"Yaelah rel dia itu cemburu kalii,lo gak pekaan sih orang'nya" sambar rizky terkikik.
"Dih cemburu sama daki?? Males amat gue" cibir Rio melirik maurel.
"Bodoamat" ucap maurel mengendik'kan bahu acuh.
Tiba-tiba reyhan bangkit dari tempat duduk'nya sambil membawa buku tulis menghampiri meja renata.
"Ta ajarin rumus ini dong, gue belum paham" ucap reyhan yang langsung duduk dihadapan renata tanpa permisi pada aldi.
Renata mengernyit bingung, kenapa rayhan minta ajarin rumus matematika pada'nya setau ia reyhan sangat pintar dikelas itu kalau menyangkut soal matematika.
"Yang mana?" tanya renata tampak santai.
"Nih" tunjuk reyhan pada soal matematika yang sedikit rumit menurut'nya.
Saat renata sedang menjelas'kan jawaban dari soal tersebut, mata reyhan beralih menatap renata secara terang-terangan tanpa melihat apa yang sedang diajar'kan oleh renata.
"Kalo lagi dijelasin'tuh liat kebuku'nya bukan orang yang ngejelasin'nya" sindir aldi sinis, melihat reyhan menatap renata tidak berkedip.
Reflek renata langsung mengangkat kepala menatap reyhan dihadapan'nya, tanpa sengaja mata mereka bertubrukan membuat aldi geram seketika.
"Lo udah ngerti'kan? Udah gak ada yang mau ditanya'in lagi kan?? Udah deh sana gak usah modus!" usir aldi kesal.
Renata menatap aldi dengan tatapan yang tidak bisa dimengerti kenapa aldi seperti itu melihat reyhan dengan tatapan tak suka, renata tidak keberatan jika ada teman'nya yang meminta untuk menjelas'kan soal gampang seperti ini pada renata, berbagi ilmu memang diharus'kan bukan?
Reyhan bangkit dari duduk'nya mencoba sabar dengan ucapan-ucapan aldi dan tersenyum kearah renata "Thanks ya ta" ucap reyhan yang diangguki oleh renata.
"Cih! Bilang aja mau modus" decak aldi.
"Lo kenapa si al? Tadi'kan rey cuma minta dijelasin doang, sensi amat" tanya renata bingung.
"Lo gak tau dia malah ngeliatin lo terus! Bukan dengerin yang lagi lo jelasin" ucap aldi kesal.
"Gue balik kelas" lanjut'nya bangkit dan berjalan menuju kelas'nya meninggalkan teman-temannya.
"Oy al mau kemana?" tanya Rio berteriak.
"Kelas! Panas gue disini!!!" jawab aldi cuek.
"Aldi kenapa re? Perasaan tadi baik-baik aja deh kalian, ko dia kaya marah gitu?" tanya rita beruntun.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENATA (completed)✔
Novela Juvenil'Perempuan tangguh' -dia berkata. Sikap dingin yang selalu terpancar dalam dirinya, membuat semua orang berfikir bahwa ia adalah gadis angkuh berdarah biru. PADAHAL pada kenyataannya sangat berbanding tebalik, masalah-masalah dalam hidupnya selalu...
