R.E.N.A.T.A
Ingatkah saat pertama kali kita bertemu? Aku acuh..
Namun, kamu tak hentinya mengejarku dan terus-menerus menarik perhatianku.
hingga rasa ini muncul, rasa yang tak tau darimana asalnya,,
Aku teringat akan kalimat-kalimat yang pernah kamu ucapkan, yang mampu membuat diriku merasa spesial dan beruntung karena mengenalmu.
Tentang kamu yang selalu berkata bahwa kamu tidak akan pernah meninggalkan aku,
tentang kamu yang berkata jika kamu takut kehilangan seseorang untuk kedua kalinya,
tentang kamu yang takut jika nanti aku berubah dan pergi meninggalkan kamu untuk orang lain..
Tapi nyatanya? Kamu malah sebaliknya, perlahan-lahan kamu pergi dan kita kembali menjadi orang asing.
Perjalanan kita sesimple itu ya,
kamu datang membuatku nyaman disaat kunyaman kamu pergi.
Jika kamu ada disini, aku cuma mau bilang Tolong jangan bersikap seolah kamu Cinta, namun nyatanya tidak.
Berkali-kali kepulan asap dihembuskan begitu saja dari arah mulut renata. Rasa penat, amarah, sedih, kecewa semuanya campur aduk menjadi satu sehingga sangat sulit untuk menggambarkan suasana hatinya saat ini.
Sudah hampir satu minggu sikap renata benar-benar membuat semua orang rumah khawatir, terutama salma beserta devan! Selain tidak bicara lagi padanya, ia juga terus-menerus mengurung diri dikamar. Entah, mereka sendiripun bingung masalah apa lagi yang sedang gadis itu hadapi sekarang..
Ting
Notif yang berasal dari ponsel genggam renata berkedip menandakan ada 1pesan masuk disana, pandangan gadis itu juga mulai teralihkan.
From. Ka runita
Ren turun gue dibawah.
Dengan dahi berkerut renata membalas..
To. Ka runita
Sory ka, gue lgi gk drumah.
Send.
'Ngapain dia kesini?' batinnya bertanya-tanya.
Belum ada beberapa menit, ponsel renata kembali berdeting.
From. Ka runita
Bohong lo! Orng tdi kta mmh lo, ada didlm kamar.
"Mck!" decak renata, sambil membalas pesan dengan ogah-ogahan.
To. Ka runita
Ksni aja kmr gue.
Send.
Tokk.. Tokk.. Tokk
Terdengar suara ketukan pintu dari luar kamar, dapat ia tebak pasti itu adalah runita.
Dan benar saja, runita mencoba untuk membuka daun pintu yang tidak terkunci "Ren, gue masuk ya??" izinnya menyumbulkan kepala, seraya melihat keseluruh penjuru kamar tidak ada tanda-tanda berpenghuni.
"Ren.. Lo dimana?"
Tidak ada jawaban.
Runita mengerutkan keningnya bingung, sebenarnya kemana sang pemilik kamar tersebut. Tanpa disengaja kedua matanya melihat kepulan asap dari arah balkon, dengan langkah perlahan gadis itu mendekatinya.
"Ada apa lo kesini?" tanya renata menoleh dengan muka datar.
"Lo ngerokok?"
"Bukan urusan lo! Lo ngapain kesini?" tanyanya sekali lagi.
"Lo keberatan kalo gue main?" tanya balik runita sambil mengernyit.
"Mck!" terdengar decakan kecil dari renata 'Ditanya, malah nanya balik!' gerutunya dalam hati.
"Lo kenapasi ren akhir-akhir ini susah banget dihubunginnya? Ada masalah apa?? Cerita dong sama gue, apapun itu masalahnya pasti gue bantu!" ucapnya terduduk tepat disamping renata, yang masih terfokus menghisap batang rokok.
KAMU SEDANG MEMBACA
RENATA (completed)✔
Roman pour Adolescents'Perempuan tangguh' -dia berkata. Sikap dingin yang selalu terpancar dalam dirinya, membuat semua orang berfikir bahwa ia adalah gadis angkuh berdarah biru. PADAHAL pada kenyataannya sangat berbanding tebalik, masalah-masalah dalam hidupnya selalu...
