rewind: four

5.8K 960 229
                                        

Shella mengutak atik Hpnya tanpa melihat jalan, tangannya sibuk membalas chat hingga tak sadar menabrak seseorang

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Shella mengutak atik Hpnya tanpa melihat jalan, tangannya sibuk membalas chat hingga tak sadar menabrak seseorang. "Maaf, maaf, Mba!" Sadar kakinya ternyata telah melangkah entah kemana, kepalanya menoleh kanan dan kiri mencari keberadaan Mama.

Keduanya saat ini seorang belanja bulanan Transmart. Saking luasnya tempat ini, Shella sampai tersesat. Sekarang dia layaknya anak SD yang kehilangan Mamanya di supermarket. Mencari kesana kesini, memanggil sebutan Mama tanpa malu, hingga akhirnya mendapati Mama yang sedang mendorong belanjaan di bilik minuman instan, sedang meraih kopi favorit Papa.

"Ya ampun, Ma. Aku cari kemana-mana."

Mamanya berkata tanpa menoleh, "Kamu itu yang daritadi liat Hp, gak fokus nemenin Mama. Bantuin dorong trolley ini coba."

Shella memanyunkan bibirnya kemudian mengambil trolley yang udah terisi setengah. Ngomong-ngomong masalah belanja di supermarket, Shella punya pengalaman tidak menyenangkan saat kecil. Sekitar umur 5 tahunan, dia yang sedang berbelanja dengan Mama itu terlalu excited melihat barang warna warni yang berjejer diatas rak. Badannya begitu lincah kesana-kemari tanpa pengawasan Mama. Sampai akhirnya dia tersadar... Mama udah gak ada disebelahnya. Shella kecil lari melihat bilik satu persatu mencari keberadaan Mama, rupanya Mama yang juga sedang panik mencari Shella dengan berlari kearah berlawanan sehingga mereka tidak kunjung bertemu.

Shella sampe nangis. Yang ada dibayangannya itu adalah ancaman Mamanya selama ini, kalo anak kecil hilang, bisa diculik orang terus diadopsi dan dibawa ke pedalaman Papua.

Berusaha dia mencari Mamanya sampe pengunjung supermarket yang lain pada keheranan.

Akhirnya saat Shella sudah mendapati sosok Mama dari ujung tempat daging, baik Shella dan Mama berlari baknya pasangan yang sedang temu kangen di airport. Keduanya sama-sama nangis, dan Shella mengemukakan ketakutannya saat sempat hilang tadi. Saat itu Shella berjanji gak bakal lepas dari Mamanya lagi.

Setiap ke supermarket nemenin Mama belanja, memori itu seakan terulang kembali. Lucu juga drama kecil-kecilan dulu. Hahaha. Untung Shella tadi bisa ketemu Mamanya. Kalo enggak... hmm... dibawa ke pedalaman Papua :")

"Ma..." Panggil Shella sambil mendorong trolley dibelakangnya. Mama sedang sibuk memilih-milih buah.

"Um... boleh agak cepetan dikit gak? Kak Faris ada di rumah Ma, aku lupa udah janjian mau pergi bareng dia malam ini. Gak enak buat dia nunggu."

Mama langsung menoleh dan mengernyit. "Mending suruh nyusul kesini aja. Daripada kelamaan nunggu disana. Ini masih banyak yang mau Mama beli."

Shella mengembungkan pipinya, "Hmm.. Gapapa nih Ma?" Soalnya kak Faris gak pernah dia ajak bareng sama Mama atau Papa gitu selama di Indonesia.

Mama mengangguk tanpa ragu. Sepertinya tak terlalu mempermasalahkan. Sehingga Shella mengambil Hpnya kembali dan mengechat Faris.

Reaksi Faris sih, gak usah ditanya. Dia malah seneng banget bisa join agenda keluarga Shella begini. Selama ini kan Shella membatasi dia agar gak memberi harapan lebih, jadinya ya otomatis dia meluncur dari rumah Shella ke Transmart yang jaraknya kurang lebih 3km.

Endline #PCYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang