empat belas

15.9K 1.6K 166
                                        

Perempuan itu menjulurkan tangannya.

"Kenalin, aku Vania. Pacar Chanyeol."

Shella tertegun, masih menatap perempuan yang bernama Vania dihadapannya. Jadi selama ini Chanyeol tanpa diketahuinya... sedang Chanyeol memiliki pacar?

"Dulu," tambahnya lalu diikuti tawa.

Shella harusnya ikut tertawa tapi enggak, dia diem. Krik krik. Emang yang barusan itu lucu?

"Aduh maaf aku bikin kamu kaget ya? Yeol, maaf ya istri kamu jadi kaget gara-gara aku," Vania menepuk-nepuk lengan Shella seolah ingin menenangkan.

Selesai dengan perkenalan singkat itu, Vania malah hanya mengajak Chanyeol berbicara. Entah apa yang mereka bicarakan, Shella seakan tidak bisa mendengar dengan jelas omongan mereka, yang hanya ada dipikiran Shella sekarang; kenyataan bahwa Vania itu mantan Chanyeol.

Iya, mantannya.

Sesama perempuan, Shella menyadari bahwa kecantikan Vania itu berada diatas rata-rata, dandanannya malam ini sangat glamour membuat wajah lancip Vania terlihat sexy, jangan lupakan gaunnya yang terbuka dan melihatkan belahan dadanya, lekuk tubuhnya menjadi sangat jelas, apalagi jika Vania melangkah, pasti akan menonjolkan pahanya yang mulus itu karna belahan gaunnya mencapai hingga atas paha.

Ternyata selera Chanyeol itu seperti ini.

Merasa diabaikan, Shella lebih memilih duduk di mejanya kembali.

Chanyeol bahkan tidak menyadari kepergian Shella, dia masih meneruskan pembicaraan dengan Vania Vania itu.

Terakhir kali Shella melirik ke tempat mereka berdiri tadi, Chanyeol sedang mengacak puncak kepala Vania.

Setelah itu Shella tidak mau melihat lagi, dia hanya ingin menikmati musik yang telah disuguhkan dari atas panggung.


*****


"Lo kenapa sih?" tanya Chanyeol setelah berada didalam mobil.

Chanyeol bisa berkata seperti itu karna sewaktu penutupan acara tadi, beberapa kali dia mengajak Shella untuk bertemu dengan petinggi perusahaan namun dia menolak, Shella juga menepis tangan Chanyeol yang mencoba memegangnya atau sekedar meletakkan tangan di lengannya, tidak seperti sebelumnya.

"Gapapa," jawab Shella singkat.

Dia bahkan menghadap keluar jendela, tidak menatap Chanyeol.

Chanyeol gak sebodoh itu, dia tau kalo cewe udah bilang 'gapapa' pasti ada apa-apanya. Kepala dia mengikuti pergerakan wajah Shella sehingga dia dapat menatap mata istrinya itu.

"Gara-gara Vania?" telak Chanyeol tepat pada sasaran.

"Enggak."

"Kalau bukan dia, jadi karna apa?"

Shella diem gak jawab. Kesel banget kan dia, siapa sih yang suka dianggurin kayak tadi. Kalo dia dikacangin gara-gara Chanyeol lagi bicara sama investor gak apa lah, dia kan emang gak begitu mengerti, lah ini? Asik bicara sama mantan, dan posisinya disini Shella meskipun main-main kan tetep istri Chanyeol. Dia jadi merasa gak dihargain.

Chanyeol juga kenapa kepo banget sih sama dirinya.

"Jangan ngambek gara-gara dia," tutur Chanyeol. "Gue sama Vania udah putus semenjak 3 tahun yang lalu."

"Dih siapa yang ngambek."

"Kalo gitu santai aja dong mukanya, gak usah kayak orang cemburu gitu."

Shella mengernyitkan dahi. "Ngapain gue cemburu sama lo, kayak ga ada kerjaan lain aja."

Untuk urusan menutupi perasaan, Shella lah jagonya. Dalam hatinya padahal tadi gak karuan, tapi dia sangat sangat yakin bahwa itu bukan rasa cemburu, lagian untuk apa cemburu ketika dia tidak ada rasa sama Chanyeol, dia hanya merasa diacuhkan karna Chanyeol berbicara sama sang mantan. Dan itu sangat membuat hatinya sebal.

Endline #PCYTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang