Rasa Nyaman

7.1K 163 5
                                        

Malam itu berjalan lambat bagi Navira, percakapan di ruang tengah terus berlangsung di antara suara tawa kecil dan denting cangkir teh yang terdengar samar. Maharani dan Aletha membicarakan banyak hal tentang acara pelelangan, perjalanan bisnis, dan orang-orang penting yang hidupnya selalu tampak sempurna dari luar.

Navira duduk di sana bersama mereka, tapi pikirannya terasa sangat jauh, nama Arshaka masih menggantung di kepalanya seperti hujan yang belum selesai turun.

“…mereka memang dekat dari dulu,” suara Maharani terdengar samar di telinganya. “Keluarga Wiryawan juga udah cocok sama Aletha.”

Navira tersenyum tipis, senyum yang terlalu dipaksakan untuk disebut tulus, Aletha menoleh pelan ke arahnya.

“Kata om Brama kamu juga kenal sama Arshaka, emang kamu kenalnya dari mana?”

Pertanyaan itu datang begitu halus sampai terdengar tidak berbahaya, namun tetap membuat dada Navira menegang.

“Waktu itu ga sengaja ketemu di kafe.”

“Aku jarang banget loh lihat dia deket sama perempuan lain.”

Kalimat itu terdengar ringan, tetapi entah kenapa rasanya seperti sedang menguji sesuatu, Navira kembali menunduk kecil berusaha untuk terlihat biasa saja, dan ia membenci kenyataan bahwa perasaannya begitu mudah terusik hanya karena nama seseorang yang ia gemari disebut oleh orang lain.

Setelah Aletha pulang, rumah kembali sunyi, Navira berdiri di balkon kamarnya sambil memandangi langit malam yang mendung, udara terasa dingin, namun pikirannya jauh lebih dingin dari itu.

Ponselnya bergetar pelan, nama Arshaka kembali muncul di layar, dan Navira menatapnya beberapa detik sebelum akhirnya mengangkat panggilan itu.

Halo.”

Suara Arshaka terdengar rendah di seberang sana.

Kamu gapapa kan?”

Pertanyaan itu langsung membuat napas Navira tertahan sesaat, karena lagi-lagi, lelaki itu selalu tahu ketika dirinya tidak baik-baik saja.

Nggak, aku baik-baik aja mas”

“Jangan kebiasaan jadi pembohong.”

Navira memejamkan mata pelan, malam terlalu sunyi untuk berpura-pura kuat.

Mbak Aletha tadi ke rumah.”

Hening beberapa detik, lalu suara Arshaka terdengar lagi.

Oh.

Satu kata sederhana, tetapi cukup membuat hati Navira semakin gelisah.

Aku jadi sadar,” ucapnya pelan, “ternyata mbak Aletha jauh lebih baik dari aku"

Angin malam berhembus pelan di sekitar balkon, di seberang sana, Arshaka diam cukup lama sampai Navira bisa mendengar suara napasnya sendiri.

Navira.”

Nada suaranya berubah lebih dalam.

Angel Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang