21

4.9K 123 11
                                        

Suara pintu yang tertutup keras itu menggema di seluruh aula, memantul pada dinding-dinding kosong yang lembap dan berdebu tubuh Sasya refleks berbalik, tangannya langsung menarik gagang pintu dengan panik, tapi pintu itu terkunci.

“Buka pintunya.”Suaranya masih terdengar stabil, tapi jemarinya mulai dingin.

Ia mencoba lagi, lebih keras kali ini. “Gita, buka pintunya.”

Gita masih berdiri beberapa meter darinya dengan ekspresi yang terlalu tenang untuk situasi seaneh ini.

“Aneh ya,” gumam Gita pelan. “Dulu gue selalu pengen jadi kayak lo.”

Sasya menatapnya dengan napas memburu. “Lo ngomong apaan sih?”

Gita tertawa kecil lalu berjalan menyusuri bangku-bangku aula yang sudah berdebu.

“Cantik, disayang banyak orang, selalu jadi pusat perhatian.”

Tatapannya naik tepat ke wajah Sasya.“Dan yang paling gue benci…” suaranya mengecil.

“Lo bahkan nggak sadar kalau lopunya semua itu.”

Sasya benar-benar tidak mengerti apa yang dimaksud Gita.

“Kalau masalah lo Rava, ambil aja.”Gita berhenti berjalan, matanya perlahan berubah gelap.

“Gue nggak peduli lagi soal Rava.”Kalimat itu justru membuat Sasya semakin waspada.

“Terus mau Lo apa?”

Gita tersenyum kecil. “Sekarang gue cuma mau lihat hidup lo hancur pelan-pelan.”

Jantung Sasya terasa turun, ia menggeleng kecil seolah tidak percaya orang di depannya benar-benar berkata seperti itu dengan begitu santai.

“Lo yang bikin akun gosip itu?”

"Bukan gue sih, tapi gue cuma mau mancing Lo aja, dan Lo tau? Gue bahkan keluarin banyak uang untuk sebuah postingan konyol yang nantiny akan buat Lo merasa hancur perlahan demi perlahan

“Lo gila.” teriak Sasha.

“Dan lo terlalu polos Sasya ” balas Gita dengan senyum licik yang merekah diwajahnya.

Suara notifikasi tiba-tiba masuk dari ponsel Sasya, layar menyala satu foto baru masuk dari nomor anonim, wajah Sasya langsung memucat, itu foto dirinya yang sedang masuk ke aula tua tadi.

Diambil dari jauh, caption di bawahnya membuat darahnya terasa berhenti mengalir.

"Kalau dalam lima belas menit Rava atau Dani datang nyelametin lo, salah satu dari mereka bakal hancur duluan"

Napas Sasya tersangkut di tenggorokan, ia mengangkat kepala perlahan menatap Gita.

“Apa ini?”

Gita terlihat puas melihat ekspresi ketakutan di wajah Sasya. “lo takut?.”

“Apa maksud lo?”

Gita berjalan mendekat sampai jarak mereka hanya tinggal beberapa langkah.“Rava lagi nyari lo.”

Deg.

Angel Heart Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang